
"ini.. sebanyak ini buat apa.? mubazir loh kalo ga abis." ucapku.
banyak sekali varian martabak manis di dalam sini..
"iya, kamu makan aja nyampe kamu eneug." jelasnya.
aku tidak tahu lagi harus bilang apa, yang jelas aku bingung martabak sebanyak ini mau di habiskan oleh siapa.
sedangkan ini tipe makanan yang tidak bisa di simpan, kalo dingin gak enak.
aku memberi usul bagaimana jika martabak ini di bawa ke Rumah sakit sebagian.. karna sayang saja rasanya makanan sebanyak ini kalau tidak habis.
"buat siap di rumah sakit.?" tanyanya.
"ya buat suster yang lagi shift malam kan lumayan buat camilan.." jelasku.
dia mengangguk setuju.. dan mobilpun putar arah menuju Rumah sakit.
akhirnya ketika aku sampai di depan rumah sakit aku memidahkan dulu satu kotak martabak. yaitu yang varian keju.
Dokter itu menenteng kresek berisi martabak kedalam. tidak lupa sucurity dan di bagian admin juga dapat.
selesai membagikan itu, aku langsung di antarkan pulang ke kosan..
"makasih ya dok." ucapku.
"fauzi." katanya.
dia menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan ku.
lelah sekali rasanya malam ini, setelah sedikit berkenalan dengannya tadi di depan kini rasa kesalku terhadapnya benar benar sudah hilang rasanya.
aku pulang sangat sangat telat malam ini. bahkan ini sudah lewat tengah malam, selain berkenalan sebelum aku masuk dia sempat meminta nomor Whatsapp ku juga.
dan aku memberikannya..
aku melihat lihat video di salah satu aplikasi, sambil memakan martabak yang tadi.
tiba tiba Ponselku berdering. ada panggilan masuk, dan nomornya tidak aku kenal.
tapi aku sudah bisa menebaknya. ini pasti Fauzi..
aku menjawab telponnya dan sedikit melakukan perbicangan. ya lumayan lah, sambil menemani aku menghabiskan makananku ini..
selesai makan aku berpamitan untuk tidur duluan, karna ini sudah hari Senin dan aku harus sekolah nanti.
rasanya aku ingin mandi malam ini, badanku sedikit lengket. namun karna sudah lewat tengah malam aku tidak berani..
pagi tiba, sepeti biasa alarm yang membangunkanku. mataku terasa perih. mungkin efek kurang tidur dan bisa aku pastikan mataku pasti merah saat ini.
aku memaksakan diri dan menyemangati diriku sendiri, karna sekolah tidak lebih dari satu bulan lagi.
__ADS_1
aku membereskan tempat tidur dan merapikan nya kembali, seperti biasa sebelum mandi aku juga nyapu dan mengepel lantai dulu.
lumayan, untuk mengeluarkan sedikit keringat..
selesai mandi aku pergi membeli sarapan kedepan, jalan pagi hari di hari senin sangat rame.
karna aku susah untuk menyebrang akhirnya aku mencari makanan yang di pinggir warung, tidak di dekat Taman.
ketika selesai membeli makanan, aku kembali ke kosanku dan menyiapkan sarapanku.
saat sedang sarapan terdengar ada suara motor berhenti di depan kosanku. itu Indri..
"ve, halo.." ucapnya sambil masuk.
"sini ndri gue sarapan dulu." ujarku.
sambil sarapan, aku juga menceritakan kejadian kemarin malam kepada Indri.
aku menceritakan semua yang aku lewati malam kemarin bersama Fauzi.
di mulai dari saat dia sudah ada di depan pintu kosanku di pagi hari. sampai aku di antarkan pulang olehnya..
aku menceritakan semuanya kepada Indri.
selain itu aku juga memberitahu, bahwa Fauzi adalah orang yang sempat merebut makanan ku waktu itu. dan itulah awal pertemuanku dengannya..
selesai sarapan, aku dan Indri berangkat kesekolah.
bahkan aku tidak melihat Vino. hanya ada Eza saja..
bukan aku memperhatikan, aku hanya merasa heran saja dengan keadaan yang kurang rame di parkiran ini. seperti.. tidak biasanya.
"kak.." panggil Eza.
aku dan Indri menoleh..
"boleh minta kontaknya ngga.?" tanya Eza.
aku mentap Indri dan menyuruh Indri untuk memberikan kontaknya kepada Eza. bukan kontak ku.. kontak Indri.
ketika Indri akan memberikan kontaknya Eza menahan Indri.
"kak ve.." ucapnya.
aku tidak menggubrisnya. dan langsung mengajak Indri untuk masuk kedalam..
di kelas sudah ada Lusi disana. dia melambaikan tangannya.
"wuih, hallo.." ucapnya heboh.
aku tidak heran dengan Lusi yang seperti ini. karna dia memang sedikit pecicilan.
__ADS_1
bahkan Indri jika sudah bertemu dengan Lusi.. dia akan sedikit tertular.
tidak lama setelah kami duduk, benar saja. kini Indri heboh membicaran kejadian di parkiran barusan.
aku hanya mendengarkan mereka mengobrol.
aku tidak mengerti dengan Lusi dan Indri, kenapa mereka menyukai tipe laki laki yang Badboy seperti itu.?
tapi aku tidak pernah melarangnya.. itu hak mereka, dan apapun yang menurut mereka pantas. aku selalu mencoba untuk memberikan dukungan penuh kepada kedua sahabat ku ini.
Bell berbunyi, semua murid keluar menuju lapangan untuk upacara terlebih dahulu.
aku merasa sedikit pusing karna mungkin efek kurang tidur, dan sekarang di pagi hari aku harus berjemur di lapangan seperti ini..
upacara selesai, aku langsung menuju toilet untuk mencuci muka sebentar, karna selain pusing tadi di lapangan aku juga beberapa kali menguap.
aku tidak ingin tertidur di jam pelajaran lagi, bisa bisa aku di hukum berdiri di lapangan lagi..
waktu berlalu, jam pelajaran sudah selesai. kini waktunya untuk istirahat..
kami bertiga menuju ke kantin. namun dalam perjalan ke kantin, aku melihat ada banyak sekali murid laki laki yang berlarian menuju ke arah kantin juga..
aku tidak berfikir aneh aneh, mungkin mereka juga merasa lapar. namun, ini tidak seperti biasanya.. kenapa mereka harus berlari.?
"eh tunggu.." ucap Lusi menghentikan salah satu murid yang sedang berlari juga.
"ada apaan.?" tanya Lusi.
setelah bertanya, ternyata di kantin ada yang sedang berantem. Lusi dan Indri ikut heboh dan berlari juga untuk melihat..
tidak denganku. aku tetap berjalan tenang dan tidak terlalu tertarik untuk melihat hal seperti itu.
"ve sini.." ucap Lusi ketika aku sampai di depan kantin dan terhalang beberapa murid lain yang sedang melihat perkelahian itu.
aku mencoba untuk menerobos mereka..
ketika aku berhasil, aku melihat ada beberapa orang yang sedang berkelahi di tengah kantin.
aku hanya mengenali beberapa orang saja.. salah satunya yaitu Eza. adik kelasku.
yang lain.. aku rasa ini dari sekolah lain yang sengaja masuk kesekolah ini.
tidak lama, beberapa Guru dan security sekolah datang ke kantin memisahkan mereka dan membawanya..
aku tidak habis pikir, kenapa murid dari sekolah lain bisa masuk kesini..
terlihat beberapa murid sudah babak kelur. bahkan Eza sampai mengeluarkan darah dari kepalanya..
melihat itu aku mengigit bibir bawahku karna merasa ngeri melihat darah yang mengalir cukup banyak itu.
akhirnya setelah mereka semua di bawa suasana di kantin kembali seperti sedia kala. namun memang ada beberapa properti kantin yang rusak karna ulah mereka..
__ADS_1
setelah melihat kejadian seperti ini, apakah kedua temanku Imdri dan Lusi akan tetap menyukai anak anak Badboy di sekolah ini..?