
pagi ini kondisi badanku rasanya sudah lebih baik dari hari kemarin.
seharian kemarin sepulangnya Eza dan Ivan aku benar benar tidur.
bangun hanya untuk makan dan minum obat saja.
cara itu ternyata berhasil, dan hari ini.. kondisiku rasanya sudah membaik.
ini masih pagi. 6.00. indri dan Lusi masih tidur.
aku ingin mandi, tapi aku takut kebrisikan ku akan membangunkan kedua sahabatku ini.
ahirnya aku hanya mencuci muka saja, setelah itu aku pergi ke depan untuk membeli sarapan.
aku membeli 3 bungkus nasi kuning. yang 2 bungkus itu tentu saja untuk sarapan kedua temanku.
tidak lupa aku juga membeli susu dari warung.
setelah sarapan, aku memesan ojek online. karna hari ini hari Minggu, aku akan pergi bekerja.
sambil menunggu Abang ojek datang, aku sedikit menyapu. tapi di ruang depan saja. dan itu pun pelan pelan.
jangan sampai membangunkan mereka..
setelah ojek datang. aku langsung naik, dan pergi ke Restoran. ini masih pukul 7.10.
namun aku sengaja berangkat lebih awal, karna aku akan mandi terlebih dahulu di kamar mandi karyawan.
aku membawa cukup banyak barang di tas. termasuk Make up dan Baju ganti.
"makasih bang." ucapku ketika sampai di depan Resto.
aku berjalan memutar, menuju pintu karyawan.
aku mencoba membuka pintu..
awalnya aku sempat ragu, apakah sudah ada orang di Resto. dan sukurlah. ternyata, memang sudah ada orang di sana..
mba Rita. dia sudah ada di dalam.
"loh.. ve, katanya sakit." tanya mba Rita.
"iya mba.. kemarin ga enak badan." jelasku.
aku sedikit mengobrol dengan mba Rita. dan setelah itu aku Izin untuk pergi ke kamar mandi. karna aku akan mandi terlebih dahulu.
selesai mandi jam masih pukul 8.20. belum ada karyawan lain yang datang. iya, nanti mereka datang biasanya sekitar 20 menit sebelum jam Restoran buka.
"kamu udah sarapan ve.?" tanya mba Rita.
"udah mba, tadi makan dulu di kosan." jelasku.
mba Rita sedikit memberi perhatian kepadaku. dia juga menanyakan, apakah aku harus mengkonsumsi obat..
atau, ada obat yang aku bawa saat ini.
mba Rita, Umurnya sudah 29 tahun. dan dia masih sendiri. mendengarnya memberiku perhatian seperti ini rasanya aku seperti mempunyai seorang kakak.
__ADS_1
waktu berlalu, Restoran sudah buka sejak sekitar 1 jam yang lalu. dan seperti Minggu di hari kemarin, restoran rame.
aku mengantarkan setiap pesanan pelanggan, dan kali ini yang mencatat pesanan dan memperilhatkan menu adalah Tika dan Ega..
kami sedikit bertukar peran, dan memang selalu seperti ini. katanya biar saling merasakan.
menuju siang, kami semakin sibuk. banyak sekali pelanggan siang ini.. sepertinya lebih banyak dari minggu kemarin di siang ini.
aku sampai sedikit berkeringat, karna tak hentinya aku mengantarkan pesanan ke setiap meja.
namun kali ini aku tidak sendiri, Ega membantuku.
setelah belum ada lagi pesanan yang masuk, aku pergi ke belakang sebentar untuk minum.
"ve.. ada yang nyariin." ucap Tika menyusulku kebelakang.
ada yang nyari aku.? siapa..
aku keluar dan pergi kedepan kasir. aku melihat Indri dan Lusi di sana.
ternyata mereka mencariku..
"ve, gimana sih lu pergi ga bilang bilang." kata Indri.
"iya, lu kan masih sakit ve.." ucap Lusi.
ahirnya aku Lusi dan Indri mengobrol sebentar di belakang. di ruang karyawan.
aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku sudah merasa sembuh.
aku juga meminta maaf, karna aku sudah pergi tanpa berpamitan atau memberi tahu mereka terlebih dahulu.
mereka berdua pamit untuk pulang kerumah masing masing.
waktu sudah sore, minggu ini.. menu habis lebih cepat dari biasanya, padahal masih sore.
tapi sudah banyak menu yang di Close di buku menu.
hanya sisa beberapa menu saja. dan itupun tinggal sedikit lagi bahannya.
sepertinya Restoran hari ini akan tutup lebih cepat dari waktu yang di tentukan jika semua menu sudah close.
dan benar saja, hampir semua menu close.
kami tidak belanja ulang. karna bu Rima bilang jika menu habis, kami bisa pulang lebih cepat.
dan di lanjutkan besok saja..
"gimana teh.." tanya Ega kepada mba Rita.
"ya gimana, udah hampir close semua. kita ga terima pesanan baru. dan kita tutup." jelas mba Rita.
ahirnya setelah semua pelanggan selesai makan, kami langsung beres beres. dan merapihkan kembali Restoran ini.
tidak lupa, tanda buka aku balik menjadi tutup. dan pintu depan juga sudah aku kunci.
Restoran sudah tutup, dan semua teman teman kerjaku juga langsung pulang. karna mereka ingin melakukan aktivitas lain lagi.
__ADS_1
mumpung ada waktu luang di hari minggu ini.
aku sendiri bingung harus apa.. karna jika langsung pulang ke kosan, pasti aku akan tidur.
aku juga ingin menghabiskan sisa waktu hari ini dengan aktivitas lain. seperti teman teman kerja ku yang lain.
namun apa yang harus aku lakukan, dan aku harus kemana.. aku tidak tau.
Fauzi.. iya, Fauzi. sudah dari kemarin aku tidak bertemu dengannya. dan tidak ada kabar juga.
mengingat pekerjaan dia yang sudah pasti sibuk, aku mengurungkan niatku untuk menghubunginya.
mungkin dia tidak ada kabar juga karna dia memang sedang sibuk dengan pasiennya.
terus aku sendiri harus kemana..
aku memesan ojek online, mungkin aku akan berjalan jalan di Taman dekat kosan ku saja.
seperti biasanya..
sampai di Taman aku langsung berjalan menuju penjual soto.
karna aku juga lapar, mungkin aku akan makan terlebih dahulu.
"ini uangnya bang makasih.." ucapku.
aku kembali berjalan di sekitar Taman. tiba tiba ada sebuah tangan yang langsung memegang pergelangan tanganku.
dan itu membuatku cukup kaget. sampai aku reflek berbalik badan.
"ve." ucapnya.
"vino.?" kataku.
kenapa ada Vino disini..
Vino meminta ku untuk ikut dan berbicara dengannya. tidak seperti saat di sekolah. kali ini dia memintanya dengan sangat lembut.
aku menuruti kemauannya, dan kami pun duduk di bangku taman.
"kenapa.?" tanyaku.
"boleh aku nanya sesuatu.." katanya.
"boleh.. apa.?" jawabku.
Vino bertanya kepadaku, apakah aku mengenal Eza.. dan ada hubungan apa aku dengan Eza.
aku sedikit bingung dengan perkataan Vino yang mendadak ini.
apa maksudnya, apa Vino tidak tau kalau Eza pernah menemuiku dan kemarin sempat datang ke kosan ku.?
Vino berdiri..
"ve, aku beneran suka sama kamu. dan aku mau kamu." katanya.
aku hanya diam, aku takut kalau perkataanku akan membuatnya marah dan kecewa.
__ADS_1
aku melihat sekitar, dan mencoba mencari alasan..
"aku mau beli itu." ucapku sambil menunjuk gerobak minuman dingin..