
hari ini, Fauzi menelponku dan seperti yang sudah dia bicarakan waktu itu. dia akan menemani ku untuk mencari Universitas.
aku sudah meminta izin pada kedua orangtua ku bahwa hari ini aku akan pergi dan mungkin akan pulang sore.
siang tiba, mobil Fauzi memasuki halaman rumahku.
aku tersenyum melihat dia datang..
"hai, maaf ya lama. sebelum masuk tol tadi ada sedikit kemacetan." ujarnya.
tidak apa, dan tidak apa apa. aku tidak akan mempermasalahkan itu, karna dengan dia datang menepati pekataanya saja aku sudah senang.
"minum dulu." ucapku memberikan satu gelas jus jeruk padanya.
"makasih." ucapnya mengambil gelas itu dari tanganku.
"jadi hari ini nyari universitas?" tanyanya.
tentu saja!
"jadi dong. ini sudah siap." kataku sambil memperlihatkan diriku yang memang sudah siap untuk berangkat keluar.
"jadi gimana?" tanya Fauzi di mobil.
"aku laper" jawabku, membuat Fauzi menyernyitkan keningnya.
seharian ini aku menghabiskan waktu ku di luar, mencari Universitas yang menurutku nyaman, dan hasilnya aku sudah mendapatkannya sekarang.
malam ini sebelum pulang Fauzi meminta ku untuk menemani nya terlebih dahulu jalan jalan di gemerlapnya Jakarta malam hari.
"makasih banget udah nemenin." ucapnya.
"eh, justru aku yang makasih." kataku.
iya, seharusnya aku lah yang pantas mengucapkan terimakasih padanya.
waktu semakin malam, Fauzi mengantarkan ku pulang. dan di juga akan langsung pulang ke Bandung katanya.
"hati hati di jalan ya," ucapku sambil melambaikan tanganku melihat kepergian mobil Fauzi.
saat sampai di rumah aku di sambut oleh kedua orangtua ku yang memang sedang menunggu kabar dari ku.
"gimana?" tanya Ibu.
aku menjelaskan semuanya kepada Ibu dan Ayah, dan ya sepertinya dalam waktu dekat ini aku akan menjadi Mahasiswi Baru.
setelah berbicangan dengan kedua orangtua ku, aku izin untuk pergi ke kamar karna aku cape hari ini dan aku ingin segera tidur.
namun sebelum tidur aku bersih bersih terlebih dahulu, sama seperti saat di Bandung dulu.
selesai itu aku langsung menjatuhkan badanku di atas tempat tidur ku.
ternyata aku susah untuk tidur, tiba tiba saja bayangin tentang kota Bandung di malam hari, melintas di pikiranku.
tentang taman, aku yang pulang kerja larut malam. dan ah aku merindukan makanan di taman itu. aku rindu soto dan mie gorengnya.
sekarang, pikiranku mulai goyah. aku mulai merasa bimbang.
aku merindukan kota Bandung.
__ADS_1
"hai ve" sapa Indri.
aku melakukan panggilan Video dengannya karna aku rindu pada sabahatku ini.
"tumben banget.." ucapnya.
"kenapa, ga boleh?" balasku sewot.
aku bercerita kepada Indri bahwa sekarang aku merasa bingun, tentang barus bagaimana dan seperti apa.
"gue rindu lu sama lusi." ucapku.
"mau gue jemput?" tawar Indri.
aku tahu, bagaimana Indri akan menjemputku, dia sendiri takut untuk ke Jakarta. takut nyasar katanya.
"lu udah mulai kuliah belum?" tanyaku.
Indri mengatakan, bahwa sepertinya dia juga tidak akan kuliah, mungkin akan lansung bekerja saja.
karna kebetulan ada sodaranya yang menawarkan pekerjaan padanya.
"lusi gimana?" tanyaku lagi.
"kalo lusi gue belum tau kabarnya sejak pulang dari rumah lu" kata Indri.
karna waktu sudah sangat malam, ahirnya aku memutus sambungan telpon dengan Indri.
pagi tiba, aku membereskan kamarku seperti biasanya.
"loh ve, padahal kan bibi saja yang beres beres" ucap bibi yang masuk ke dalam kamar.
selesai sarapan, aku diam di bangku taman ssmbil berjemur, mumpung belum terlalu panas.
"sayang.." Ibu menghampiriku.
"bibi bilang makanan kamu tadi engga habis."
"tidak biasanya, apa ada masalah?" tanya Ibu.
aku menceritakan semua rasa bingung ku pada Ibu, dan aku juga bilang pada Ibu bahwa aku rindu Bandung. dan seseorang di Bandung.
"semua keputusan ada sama kamu ve, ibu hanya bisa mendo'akan apa yang terbaik buat kamu."
"iya bu." jawabku pelan.
seharian ini aku hanya berdiam diri di kamar, memeikirkan apa yang telah Ibu sampaikan padaku pagi tadi.
rasanya aku paham, Ibu tidak akan melarang ku untuk kembali ke Bandung.
namun aku harus memikirkan ini semua secara matang.
"boleh ayah masuk?" tanya Ayah yang sudah berdiri di ujung pintu.
aku mengangguk mempersilahkan Ayah untuk masuk..
"ibu bilang kamu sedang kebingungan?" tanya Ayah.
"iya yah, ve lagi bingung. ve ingin kuliah, tapi ve rindu sama temen temen ve di bandung." jelasku.
__ADS_1
"kenapa tidak kuliah di bandung saja?"
perkataan Ayah membuatku reflek menatap Ayah, dan aku tahu Ayah tidak sedang bercanda.
sepergi nya ayah, aku langsung memasukan beberapa baju ku kedalam koper.
aku akan pergi ke Bandung sekarang.
"ve berangkat ya, ayah ibu." ucapku sambil masuk kedalam mobil.
seperti saat Indri dan Lusi pulang. aku juga di antarkan oleh paman ku untuk ke Bandung.
namun aku tidak meminta nya untuk mengantarkan ku sampai rumah Indri atau Lusi.
cukup di taman saja.
waktu berlalu, aku melihat sudah Jam kini sudah sore, dan aku sebentar lagi akan sampai.
walaupun aku belum tau akan tidur dimana, namun aku tidak mempermasalahkan itu, karna aku tau.
Indri dan Lusi tidak mungkin membiarkan ku sendirian jika mereka tau aku ada di Bandung.
"makasih paman." ucapku saat sampai di taman.
pemandangan ini, aku benar benar merindukannya..
aku berjalan ke arah angkringan, aku ingin makan soto.
"bang, satu ya. pedes." ucapku sambil memainkan Ponsel ku.
aku ingin memberitahu Indri dan Lusi bahwa aku ada di Bandung.
namun aku mengurungkan niatku biar nanti saja lah.
tidak lama, ada suara orang perempuan dan laki laki masuk kesini juga dan duduk di sebrang ku.
suara ini.. sepertinya aku mengenali suara ini.
aku memicingkan mataku, dan dan memperhatikan baik baik orang yang ada di sebrangku.
"ndri.." tanyaku.
Indri yang sedang bercanda dengan pacarnya terlihat sangat kaget ketika melihat ada aku disana.
"astaga ve, aaaa.." Indri berlari memeluk ku.
"gue rindur banget sama lu." ucapnya sambil terus memeluk ku.
"udah sih gue mau makan dulu." ucapku karna soto yang aku pesan kini sudah ada di depanku.
Indri dan pacarnya menggeser duduk na menjadi hadap hadapan denganku, sambil makan Indri juga bertanya kenapa aku tidak menghubunginya.
"kalo gue tau lu di bandung, gue pasti langsung nemuin lu ve. ko ga bilang sih, apa sengaja lu mau ngehindar?" pertanyaan dari Indri membuatku sedikit terbatuk.
"bukan gitu, tadinya gue emang sengaja ngga ngabarin lu sama lusi dulu, karna ya gue mau buat kejutan gitu."
"kan riba tiba gue ada di bandung, jadi wahh gitu buat lu berdua. eh taunya gue ketemu lu disini." jelasku panjang lebar.
Indri menjelaskan sejak terahir dia bersama pacarnya kesini, dia suka makanan disini, dan jadi rutin datang ke tempat soto ini..
__ADS_1