
"ayo.." ucapku ketika menaiki motor Indri.
Indri hanya diam, dan dia malah menatapku.
"bentar bentar, lu kenapa deh make masker." tanya Indri.
aku menjelaskan kepada Indri bahwa aku sedikit pilek. makanya aku sampai memakai masker.
tapi aku tidak bilang kepada Indri tentang wajahku yang pucat.
dan sepertinya Indri juga belum menyadarinya.
sukurlah, semoga Indri tidak menyadarinya.
karna aku takut dia tidak akan membawa ku kesekolah kalau tau keadaanku seperti ini.
saat sampai di sekolah aku merasa rasanya kepalaku sedikit hangat.
"gue ke toilet dulu." ucapku dan mintipkan tas kepada Indri.
saat sampai di toilet aku melihat pantulan diriku, dan membuka masker.
astaga, Lipbalm yang aku pakai tadi pagi tidak berbekas sama sekali.
sangat terlihat wajahku pucat..
aku tidak boleh membuka maskerku. Indri dan Lusi juga tidak boleh mengetahui keadaanku ini.
aku kembali ke kelas. Lusi memperhatikanku..
dia juga bertanya kenapa aku memakai masker. aku menjelaskannya, lagi. sama seperti kepada Indri tadi.
jam pelajaran di mulai. aku sempat takut Guru akan menyuruhku untuk membuka masker.
tapi untunglah Guru tidak mempermasalahkannya. bahkan tidak bertanya sama sekali.
di tengah pelajaran tiba tiba kepalaku sangat pusing.
ketika aku melihat kedepan, mataku berkunang kunang. padanganku sedikit aga kabur.
aku mencoba untuk tetang tenang..
aku menundukan kepalaku, namun aku tidak tahan lagi.
"bu, izin ke toilet." ucapku.
Guru mengangguk. saat aku mencoba untuk berdiri rasanya seperti semua yang aku lihat berputar.
hingga, aku tidak bisa menahan keseimbangan badanku sendiri..
aku membuka mataku, kepalaku rasanya sangat sakit dan berat..
"ndri, ve udah sadar.." terdengar suara Lusi memanggil Indri.
saat aku berhasil membuka mata dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke mataku.
ternyata aku sudah berada di uks saat ini.
aku melihat Indri dan Lusi yang berada di sebelahku mengusal air mata.
mereka menangis.? kenapa mereka menangis..
__ADS_1
tiba tiba ada Guru yang datang dan memeriksa keadaanku.
dan mau tidak mau, aku menceritakan semuanya.
pusing, pilek, dan yang aku rasakan saat ini. aku menceritakan semuanya kepada Guru.
Guru keluar untuk memanggil Dokter katanya.
"lu kenapa sih gabilang aja kalo lu sakit." ucap Indri.
"tau gini kan lu istirahat aja di kosan gausah sekolah." lanjutnya.
"gue hawatir tau, lu udah 2 kali pingsan kaya gini." kata Lusi.
iya, aku sudah bisa menebak. kenapa aku bisa ada disini rasanya aku tidak perlu bertanya kepada Indri dan Lusi.
pasti aku pingsan saat mencoba untuk berjalan tadi saat sudah meminta izin ke toilet kepada Guru.
"lu kenapa sih.?" tanya Indri.
aku bilang kepada Indri dan Lusi bahwa aku tidak apa apa mungkin hanya masuk angin saja.
aku juga meminta Indri dan Lusi untuk mengusap air matanya, aku tidak suka melihat mereka menangis seperti itu.
"tadi gue beliin lu bubur. tapi sekarang sudah dingin." ucap Lusi.
aku menatap meja di sebelahku. iya ada satu mangkuk bubur disana.
"bentar, gue beliin yang baru. ini udah dingin." kata Indri sambil mengambil bubur yang ada di meja.
aku menahan Indri. dan bilang kepadanya, tidak apa apa. bubur itu saja. biar aku makan.. jangan buang buang makanan sayang..
Indri menyuapi ku untuk makan bubur..
namun aku tidak tega melihat Indri dan Lusi yang kini harus kembali mengorbankan waktunya untuk merawatku.
jadi aku sedikit memaksakan diri memakan bubur itu.
suapan demi suapan yang Indri berikan padaku aku terima.. hingga ahirnya bubur itu habis juga.
setelah aku minum, tidak lama Dokter datang kesini dan melalukan pemeriksaan kepadaku.
"ini resepnya di tebus saja di apotik." kata Dokter sambil memberikan kertas berisi resep obat yang harus aku beli.
"biar saya aja yang beliin dok." ucap Lusi mengambil kertas itu dari Dokter.
ahirnya Lusi dan dokter bareng keluar dari ruangan ini.
karna Dokter juga sudah selesai dengan pemeriksaannya. dan Lusi, langsung pergi ke apotik untuk menebus resep itu.
"lu ya, bikin gue hawatir tau ngga. lain kali bilang kalo lu sakit." Indri mengomeliku.
aku hanya tersenyum mendengarnya mengomel. aku tau, Indri tidak marah dan niatnya memang baik.
jadi aku hanya tesenyum saja..
seperti aku sedang mendengarkan Guru memberi penjelasan.
kata kata dari Indri tidak ada habisnya.
"ngerti ngga.?" tanya Indri.
__ADS_1
"iya.." ucapku tersenyum.
"apa.." tanya nya lagi.
"ya pokonya itu lah.. gue ngerti udah itu aja." kataku.
tiba tiba saat aku memalingkan wajahku ke arah samping, Indri memeluk ku.
dan meminta maaf karna sudah mengomeli ku.
aku benar benar tidak keberatan, dan aku tidak merasa sakit hati dengan apa yang Indri sampaikan padaku barusan.
tidak perlu meminta maaf. justru aku yang harusnya meminta maaf. karna sudah merepotkannya kembali.
Lusi datang, selain membawa obat, dia juga membawa Bunga Bucket.
"wah yang beli obat malah dapet pacar kayanya.." ledek Indri.
"apaan, ini buat ve, dari ivan." jelasnya.
Lusi menyodorkan Bucket Bunga tersebut kepadaku.
Lusi juga menjelaskan, bahwa Ivan meminta maaf tidak bisa melihatnya ke uks. karna dia tidak bisa keluar kelas sebelum pelajaran selesai.
dan Bunga ini, dia memang sudah membawanya dari rumah.
karna memang berniat memberikannya kepadaku, sebagai ucapan terimakasihnya untuk hari kemarin telah menjenguk dan menemaninya di rumah.
begitulah kira kira, penjelasan yang aku dengar dari Lusi.
aku meminum obat yang Lusi beli, disitu juga sudah tertulis tentang tata cara minumnya. berapa kali sehari, dan obat apasaja itu.
semua sudah tertulis di bungkusan obat itu.
setelah meminum obat, aku merasa mengantuk..
aku meminta Izin kepada Lusi dan Indri untuk tidur sebentar.
bahkan aku juga meminta mereka untuk kembali ke kelas terlebih dahulu, untuk melanjutkan jam pelajaran terahir sebelum pulang sekolah.
"terus lu gimana.." tanya Indri.
"gue kan mau tidur dulu, jadi mending lu belajar aja dulu. daripada liatin gue tidur." ucapku.
setelah aku menjelaskan, ahirnya Lusi dan Indri kembali ke kelas.
aku menutup mataku yang memang terasa berat ini. mungkin efek dari obat yang barusan aku minum..
saat aku terbangun, aku melihat Lusi dan Indri tertidur di sebelahku.
dalam keadaan duduk. aku merasa bersalah sekali kepada kedua sahabatku ini.
pasti mereka kelelahan menunggu aku bangun. sampai sampai mereka juga ikut tertidur dalam posisi duduk.
ketika aku mencoba untuk duduk dan bersandar ke dinding. Indri dan Lusi terbangun.
"ve, lu udah bangun.." ucap Indri.
"gimana keadaan lu, tidur aja ve. kalo masih pusing." kata Lusi.
aku bilang kepada kedua sahabatku ini, bahwa keadaanku sudah jauh lebih baik.
__ADS_1
dan mungkin kita bertiga harus pulang saat ini. karna hari sudah lewat tengah hari..
dan sekolah sudah bubar daritadi...