
"kamu mau sampai kapan disini.." aku membuka mata dan mengerjap ngerjapkannya.
aku melihat jam yang ada di dinding. 8.40.
aku tersentak kaget.
"kenapa ngga bangunin dari tadi.." ucapku.
Fauzi hanya tersenyum. dia berkata tidak tega untuk membangunkanku, karna tidurku cukup lelap katanya.
karna waktu sudah malam aku meminta Fauzi untuk mengantarkan aku pulang. karna besok aku harus sekolah, dan aku ingin kembali tidur.
saat sampai di kosan, aku langsung mengunci pintu dan kembali tidur..
tidak lama, aku kembali terbangun. rasanya aku baru saja tidur.. kini aku merasa lapar. iya, aku belum makan lagi sejak sore tadi.
aku melihat jam. sudah lewat tengah malam.
aku mencuci muka, dan menyeduh minuman sereal. ini sisa jajanan Indri dan Lusi waktu keluar dari Rumah sakit.
aku tidak ingin membeli makanan keluar karna rasanya udara dingin..
biarlah nanti pagi saja aku makan, ini hanya untuk mengganjal saja.
selesai minum sereal aku kembali tidur..
tidak lama aku kembali terbangun, kini sudah subuh. sudah jam 4.00 pagi.
rasanya masih terlalu pagi, namun jika aku tidur kembali aku takut malah jadi bangun kesiangan.
ahirnya aku hanya memainkan Ponselku.
jam 5 lebih. aku bangun untuk beres beres kosan seperti biasa.
selesai sarapan kini aku sudah siap untuk berangkat sekolah. aku menunggu Indri datang.
aku berjalan kedepan, biar Indri tidak perlu belok lagi biar aku menunggu nya di dekat taman saja.
"ve.." ada yang memanggilku.
Eza. aku mengernyitkan keningku. kenapa dia ada disini.? sedangkan rumah nya tidak berada di daerah ini.
dia memarkirkan motornya dan berjalan menghampiriku.
"ayo berangkat bareng." ucapnya.
dia memanggilku Ve. dan tiba tiba dia mengajak ku untuk berangkat bersama ke sekolah..
apa dia pikir aku akan mau..?
aku tidak memperdulikan nya dan melihat ke arah jalan, berharap Indri datang.
"ayolah.." ajaknya.
"ga, makasih." jawabku.
"ve, apasih kurangnya gue.." katanya.
aku menatapnya. rasanya dia kurang sopan, dengan memanggilku seperti itu. karna dia lebih muda dan dia adalah adik kelasku.
__ADS_1
saat aku akan berbicara, Indri memanggilku. aku mengurungkan niat ku dan menghampiri Indri.
di motor Indri juga bertanya kenapa bisa ada Eza disini. dan yah, aku menjawab seadanya saja.
bahwa aku memang tidak tahu kenapa Eza bisa ada disini..
saat sampai di parkiran sekolah, tidak ada mutid yang berkumpul disini seperti biasanya.
hanya ada beberapa murid yang baru datang untuk menyimpan motornya.
ini jadi pemandangan yang tidak biasa. bagiku.
saat aku berjalan di koridor ternyata sudah ada Vino di depan kelasku.
ah, aku bingung harus bagaimana. ingin masuk ke kelas rasanya tidak mungkin aku lewat begitu saja.
karna Vino pasti akan menahanku..
"udah ayo gapapa." ajak Indri.
ahirnya aku kembali berjalan dan memasang wajah tak acuh ku.
dan benar saja, ketika aku akan masuk ke kelas Vino menahan ku.
"ikut gue.." katanya.
"ga." jawabku.
Vino sedikit menarik tanganku, dan itu rasanya sakit.
"ayo ve. kita harus bicara." ajak nya.
namun dia tidak mau melepaskan tanganku dan semakin memaksa ku untuk mengikutinya.
Indri dan Lusi yang melihat itu tidak hanya diam, mereka juga menahan Vino.
tapi tidak dengan murid lain, mereka hanya melihat saja tidak berani membantu ku. karna memang mereka mungkin takut kepada Vino yang di kenal leader muridnya anak anak Badboy di sekolah ini.
"lepasin. lu nyakitin dia." ucap Ivan. salah satu teman kelasku.
"lu ga usah ikut campur." ucap Vino sambil melepaskan tanganku.
kini teman teman Vino berdiri dan berjalan ke arah Ivan.
"mau keroyokan.?" tanya Ivan.
tidak butuh waktu lama, Vino melayangkan pukulannya kepada Ivan.
sontak semua murid menjauh, dan murid perempuan menjerit melihat pemandangan ini.
termasuk aku..
aku sendiri juga kaget dengan tindakan Vino yang langsung memukul Ivan.
beberapa teman Vino juga ikut memukuli Ivan.
aku mencoba berteriak dan memanggil Vino supaya dia mau menghentikan tindakannya.
namun dia tidak mendengarku..
__ADS_1
tidak lama, teriakan murid perempuan mengundang perhatian para Guru.
Guru, dan security saling berlarian ke lantai 2 menuju kesini. kedepan kelasku.
namun Guru sedikit telat datang. karna saat guru memisahkan mereka.
Ivan sudah sudah tidak sadarkan diri..
Ivan di bawa ke ruang uks. sedangkan Vino dan teman temannya sudah pasti di bawa ke ruang Guru.
aku meminta izin untuk menemani Ivan di uks. karna aku juga merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Ivan saat ini.
saat ini aku sangat merasa panik, aku takut Ivan tidar sadar juga.
sedikit air mata membasahi pipiku. iya, saat ini aku menangis. aku benar benar merasa bersalah..
pagi ini aku tidak kembali ke kelas. dan sudah mendapatkan Izin dari Guru juga bahwa aku akan menemani Ivan di uks.
aku mencoba menyadarkan Ivan dengan cara membuka tutup minyak kayu putih dan mendekatkannya pada hidung Ivan.
tidak lama, akhirnya Ivan sadar. cara ku berhasil.
"ve.." ucapnya.
aku menatap wajah Ivan yang penuh luka itu. aku menangis dan mencoba meminta maaf kepada Ivan. ini salahku, aku yang bersalah.
"aww. pelan pelan ve, sakit." Ivan meringis ketika aku mencoba mengobati lukanya.
"maaf." ucapku sambil tertunduk.
"jangan nangis ve, gapapa." kata Ivan.
Bell istirahat berbunyi, Indri dan Lusi datang ke uks. dan menanyakan kabar Ivan, sambil mengajak ku untuk pergi ke kantin.
"yaudah kamu ke kantin aja ve, aku gapapa ko." ucap Ivan.
ahirnya aku meminta Izin sebentar kepada Ivan untuk membeli makanan sebentar.
aku pergi ke kantin, di lorong aku melihat di lapangan sekolah ada Vino dan teman temannya yang sedang mendapat hukuman.
selain itu, mereka juga di skors selama 2 minggu kedepan. dan terancam telat mengikuti ujian akhir.
aku menatap Vino dari atas. rasanya aku sangat membencinya sekarang..
aku keluar dari kantin sambil membawa satu piring nasi goreng. yang sengaja aku pesan kan untuk Ivan.
sedangkan Indri dan Lusi harus kembali ke kelas.
yasudah tidak apa apa, biar aku sendiri saja yang di uks. karna aku juga tidak mau jika sampai Lusi dan Indri harus ketinggalan pelajaran.
"makan dulu." ucapku ketika sampai di sebelah Ivan.
Ivan menatap tangannya seolah memberi sebuah kode.
iya, aku baru ingat. tangan Ivan juga terkilir. mungkin karna terinjak injak oleh Vino dan teman temannya.
aku mengambil kembali piring yang nasi yang tadi sudah sempat aku taruh.
"aaaaa.." ucapku sambil menyodorkan sendok yang sudah terisi oleh nasi goreng.
__ADS_1
baiklah, mungkin aku harus menyuapi Ivan..