
"hai.." ucapku saat masuk ke ruangan Gania.
Gania tersenyum melihat aku Indri dan Lusi datang, dia terlihat sangat senang sekali.
"kakak.." ucap Gania sambil merentangakan tangannya.
aku Indri dan Lusi reflek berlari dan memeluknya..
ini masih siang. dan rasanya ada banyak sekali waktu untuk bermain dengan Gania hari ini.
Gania meminta aku Indri dan Lusi untuk ke taman, tentu saja. dengan senang hati kami bertiga akan menuruti permintaannya itu.
namun sebelum itu, aku menyuapi Gania makan dulu. karna sebelum masuk kesini tadi Fauzi sempat bilang kalau Gania sudah waktunya untuk makan siang.
"aaaaa." ucapku.
"makan yang banyak ya.. abis itu kita ke taman." kata Lusi membuat Gania begitu bersemangat untuk makan.
"ayo kak.." ajaknya ketika makanan itu sudah habis.
"sebentar, ini minum dulu." Indri memberikan gelas kepada Gania.
sementara aku menyiapkan kursi roda dulu..
saat berada di kursi roda dan keluar dari ruangannya Gania terlihat sangat senang. di wajahnya selalu terukir sebuah senyuman.
dan senyuman itu tidak pernah surut sedikitpun.
"ve.." ucap Fauzi.
aku menyuruh Indri dan Lusi untuk pergi duluan ke taman, sementara aku menghampiri Fauzi dulu ke ruangannya.
"kenapa.?" tanyaku.
"gapapa, aku cuman ingin berdua sama kamu." jawabnya menatapku.
berdua denganku.. berdua seperti apa yang dia maksud itu.
"ve, bagaimana.?" tanya Fauzi tiba tiba.
aku tidak mengerti apa yang Fauzi maksud, dan pertanyaan ini.. apanya yang bagaimana.?
"tentang waktu itu." lanjutnya.
aku masih belum faham apa yang dia maksudkan itu, dan waktu itu, waktu yang mana..
"tentang apa.?" tanyaku polos.
Fauzi menarik nafasnya dalam, sepertinya dia mengerti bahwa aku tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan.
"saya suka sama kamu." katanya.
sekarang aku tahu, apa yang Fauzi maksud kan dengan waktu itu. iya, waktu itu Fauzi pernah bilang seperti ini padaku.
namun sampai sekarang aku masih belum terpikir kan untuk mempunyai seorang pacar.
"aku.." entah lah, aku bingung harus menjawab apa. selama ini aku menemani nya dan baik padanya karna memang aku orang nya begini. jika aku bisa ya aku bantu.
"ya udah ve, ngga usah di jawab sekarang. yang penting kamu tahu aku suka sama kamu itu aja udah cukup." jelasnya.
__ADS_1
"bagaimana dengan kelanjutan kamu setelah lulus sekolah ini.?" tanyanya.
iya, aku belum menceritakan kepada Fauzi bahwa setelah lulus sekolah ini kemungkinan besar aku akan pulang ke Jakarta dulu.
"mungkin aku akan pulang ke jakarta." jawabku.
tiba tiba raut wajah Fauzi terlihat berbeda, apa dia kaget dengan jawaban ku.?
"ga tinggal di bandung lagi.?" tanyanya.
entahlah, untuk itu memang aku belum mempunyai keputusan, aku akan pulang dan menetap di Jakarta, atau kembali ke Bandung.
"ve.." tiba tiba Fauzi memperdekat jarak di antara aku dan dia.
jantungku.. kenapa jantungku berdebar secepat ini, semakin dia mendekat semakin aku tidak tahu harus berbuat apa.
"tunggu." kataku, saat wajahnya semakin dekat.
aku menahan wajahnya dengan kedua tanganku.. aku menggigit bibir bawahku. apa yang akan dia lakukan.?
dia melepaskan kedua tanganku yang menutupi wajahnya..
"kamu takut.?" katanya sambil berjalan ke arah pintu.
tiba tiba saja dia memutar kunci, dan mengunci ruangan ini.
"eh.." kataku reflek mendengar pintu ini terkunci.
dia kembali mendekati ku..
"kalau kamu macam macam, aku akan teriak." ancamku.
ah, mau apa Fauzi sebenarnya.. dan kenapa dia harus mengunci pintunya.
saat wajah nya semakin dekat dengan wajahku, aku menutup mata. aku benar benar tidak tahu harus berbuat apa, ancaman dariku saja dia tidak takut.
tiba tiba dia menjauhkan wajahnya, aku membuka mata. dia tersenyum padaku..
"aku cuman bercanda. aku gabakal macem macem sama kamu." katanya.
mendengar itu aku mengehembuskan hafasku yang tadi sempat tertahan, dan melempar kertas yang ada di meja padanya.
"jahil." ucap ku sambil memanyunkan bibir.
Fauzi hanya tertawa melihat tingkahku..
"aku boleh tidur sebentar ngga.?" tanya Fauzi.
tentu saja boleh, memangnya siapa yang tidak membolehkan nya untuk beristirahat.
tiba tiba Fauzi menjatuhkan badannya, dan seperti saat di kosan. dia kembali tidur di paha ku.
ah sudah lah tidak apa apa..
aku memainkan Ponsel ku, sedangkan Fauzi masih tertidur. Indri mengirim pesan padaku dan bertanya aku pergi kemana..
saat aku akan membalas pesan nya, Indri menelponku..
"hallo." jawabku pelan..
__ADS_1
Indri bertanya, aku sedang ada dimana sekarang dan kenapa tidak kembali ke taman.
aku menjelaskan kepada Indri bahwa aku ada di ruangan Fauzi, dan meminta maaf jika aku tidak kembali ke taman juga.
selain itu aku juga menanyakan bagaimana dengan Gania.. dan sukurlah ternyata Gania masih bersama mereka berdua di taman.
"nanti gue turun kalo fauzi udah bangun.." perkataanku sepertinya membuat Indri kaget.
sangat terdengar jelas Indri berbicara dengan nada yang sedikit naik. dan bertanya apakah aku tidur bersama Fauzi.?
ah, tentu saja tidak. biarlah nanti saja aku jelaskan..
aku menutup telpon dan mengirim pesan kepada Indri. biar nanti saja aku jelaskan saat bertemu.
waktu berlalu, sudah hampir 1 Jam sejak Fauzi tidur di paha ku, dan dia masih terlihat lelap.
sepertinya dia benar benar sedang kelelahan..
Jam sudah pukul 14.25. aku mencoba membangunkannya dengan menepuk nepuk wajah nya secara pelan..
dia tidak bangun juga, aku merasa pegal dengan posisiku saat ini. lama dalam kondisi duduk begini bisa bisa aku kesemutan.
aku mencoba untuk mengubah posisi ku dengan menggesernya secara perlahan, ini benar benar membuat ku kesemutan.
saat aku masih mencoba untuk menggeser posisi ku, tiba tiba terdengar suara ketukan di pintu. dan itu membuatku kaget.
reflek aku berdiri dan membuat kepala Fauzi yang di pahaku terhempas..
"ada yang mengetuk pintu." ucapku saat Fauzi terbangun.
"gapapa, sini." kata Fauzi sambil menarik ku untuk duduk kembali.
"ih kamu ini ya.. itu ada yang mau masuk." kataku kesal.
Fauzi tetap tidak memperdulikan nya dan kekeh berusaha membuatku kembali duduk.
pintu di ketuk kembali, dan ada suara panggilan dari luar..
"ve.." ternyata itu suara Lusi.
aku sedikit berlari menuju pintu dan merapihkan rok ku yang sempat kusut.
saat aku membuka pintu Lusi menantapku dari atas sampai ke bawah..
"hayo lu lagi ngapain." tanya Lusi.
aku tau, pasti Lusi berpikiran yang tidak tidak sekarang ini. bagaimana lagi, memang kondisi pintu terkunci dan aku hanya berdua saja di dalam dengan Fauzi.
"ssstttt." kataku menyuruh Lusi diam..
aku membawa Lusi masuk ke dalam, Lusi sedikit terdiam saat melihat Fauzi masih tertidur di Sofa.
Lusi menarik ku kembali ke depan pintu..
dan berkata dia akan kembali ke taman saja.
saat dia akan pergi Lusi berbisik padaku..
"rok lu kusut tuh." ucap Lusi sambil berjalan pergi..
__ADS_1