
"yuk lah kita nongkrong dulu di warung depan." ajak Lusi.
sepulang sekolah aku Indri dan Lusi nongkrong dulu, tidak langsung pulang.
di kosan juga aku tidak ada kegiatan, paling tidur.
"jajan apa.." tanya Indri.
kami bertiga duduk sambil memesan minuman dingin. hari ini cuaca panas. dan rasanya kepalaku juga ikut panas..
"pesen makan juga ngga sih.?" tanya Indri.
aku mengangguk, karna aku memang merasa lapar, jadi pesanan makanan juga untuk teman mengobrol.
layaknya perempuan umumnya di usia kami. berbagai obrolan keluar dari mulut kami. dari A sampai Z rasanya tidak ada yang terlewat..
tiap awal pembahasan pasti awalnya itu adalah kata kata yang keluar dari mulut kami. dan itu seolah menjadi topik baru untuk melanjutkan obrolan.
sampai tidak terasa ternyata sudah sore. aku mengajak indri dan lusi untuk pulang.
karna cuaca yang begitu panas ini telah melelehkan semangatku. rasanya lebih baik aku pulang dan tidur saja di kosan.
seperti biasa aku di antarkan pulang oleh Indri. karna rumah Lusi memang tidak satu arah dengan aku dan indri.
"makasi ya." ucapku.
aku berjalan menyusuri Taman. padahal bisa saja Indri mengantarku sampai ke kosan. tapi aku lebih memilih di antarkan sampai taman saja..
supaya aku sedikit berjalan, dan ya sambil melihat lihat ada cemilan apa sore sore di Taman.
aku berhenti di sebuah tukang gorengan. enak mungkin sore sore makan gorengan di temani teh hangat..
"bang, mau ya 10rb." ucapku.
"apa aja teh.." tanya Abang penjual gorengan.
"campur aja bang." sambil menunggu gorengan di bungkus, aku duduk sambil melihat lihat rame nya taman. banyak sekali anak seusiaku disini.
"ini teh.." ucapnya.
aku mengucapkan terimakasih dan mengambil bungkus gorengan itu.
sambil berjalan pelan aku mengambil satu gorengan untuk menemaniku jalan..
"tadi saya kesekolah tapi sudah tidak ada orang."
aku menengok kesebelah..
kini sudah ada Fauzi di sebelahku. sejak kapan dia disini, dan darimana datangnya.
"iya, kan sekolah pulang jam 12." kataku.
"saya kesekolah jam 12 lebih." jelasnya.
aku mengobrol sambil berjalan, dan tentunya sambil memakan gorengan juga.
aku menyodorkan plastik gorengan kepadanya..
__ADS_1
"kamu mau.." ucapku.
dia menggelengkan kepalanya. karna ada Fauzi. rasanya mungkin aku tidak langsung pulang. aku menghentikan langkahku..
"kenapa.?" tanya Fauzi.
aku menunjuk salah satu bangku kosong di Taman dan mengajaknya untuk mengobrol disana saja.
aku duduk bersamanya di bangku Taman. karna dia selalu bertanya tentang bagaimana kehidupanku dan kenapa aku tinggal sendiri akhirnya aku balik bertanya kepadanya..
ada beberapa hal yang aku tanyakan kepadanya. tidak banyak, hanya poin penting nya saja.
tentang kenapa dia yang selalu mengikutiku, dan bagaimana dia bisa terus menerus menemukan keberadaanku.
"iya intinya saya mau sama kamu." ucapnya.
aku menatapnya.
"kenapa.? saya masih anak SMA." kataku.
"kan banyak yang seumuran sama kamu dan mempunyai tingkatan yang sama dengan kamu. bahkan kamu bisa mendapatkan yang lebih dari itu. kenapa harus saya.." tanyaku.
Fauzi berbeda 8 tahun dariku. aku masih berumur 18 tahun, dan dia sudah 26. tapi aku tidak akan berbohong memang paras Fauzi ini tidak terlihat seperti berumur 26. masih terlihat muda sekali..
setelah mengobrol di Taman, karna hari sudah mau malam aku ahirnya pulang. dan tentu saja Fauzi mengantarkanku sampai ke depan kosan.
aku sempat mengajaknya untuk masuk dulu, ya setidaknya aku bisa membuatkan kopi terlebih dahulu untuknya..
namun dia menolaknya karna katanya masih harus kembali ke Rumah sakit.
sebelum berganti pakaian aku mandi terlebih dahulu, untuk membersihkan badanku yang rasanya lumayan lengket dan bau sinar matahari.
sebelum tidur, aku membersihkan kosanku terlebih dahulu. ya agar terlihat lebih rapih saja.
setelah itu aku mengunci pintu dan langsung berbaring.
aku melihat Ponsel sebentar sambil menunggu aku benar benar mengantuk.
saat aku sedang melihat lihat video tiba tiba Ponsel itu jatuh pas di wajahku.
"aduuh." ucapku mengusap dahi bawah dan hidung yang terkena Ponsel.
karna kesal, aku menaruh Ponselku dan menyampingkan badan untuk tidur..
pagi tiba, seperti biasa aku melakukan aktivitas yang setiap pagi aku lakukan.
dari menyapu, mengepel. mandi dan pergi kedepan untuk membeli sarapan..
saat aku sedang berganti pakaian, belum sempat aku mengancingkan seluruh kancing di seragamku ada yang mengetuk pintu kosanku.
siapa lagi kalau bukan Indri. tapi aku tidak mendengar ada suara motornya.
atau mungkin hanya perasaanku saja.
aku berjalan kedepan sambil membuka pintu.
"selamat pagi." ucapnya.
__ADS_1
"ehh.." aku terkejut dan reflek menutup dadaku karna memang belum terkancingkan.
tadinya kupikir itu Indri. makanya aku langsung kedepan tanpa mengancingkan bajuku terlebih dahulu.
aku malu dan langsung berbalik badan.
"masuk aja, tunggu di ruang depan, aku mau rapihin baju dulu." ucapku sambil berlari kecil ke arah kamar.
setelah merapikan seragamku aku kembali kedepan.
"maaf saya gak tahu.." ucapnya.
aku tersenyum.
"iya gapapa, tadi aku pikir yang datang itu indri. ternyata kamu."
aku sedikit malu, karna pasti. dan itu sangat pasti, bagian dadaku tadi terlihat olehnya. walaupun sedikit tapi pasti dia melihatnya.
yasudah lah, aku tidak mempermasalahkan itu. kami sama sama tidak sengaja.
aku yang tidak sengaja mengira itu Indri. dan dia yang tidak sengaja melihatku seperti itu.
aku pergi kedepan sebentar untuk membeli kopi.
karna memang aku tidak mempunyai kopi di kosan, dan aku juga jarang sekali meminum kopi.
"berangkat jam berapa.?" tanyanya saat aku menyuguhkan segelas kopi di hadapannya.
aku melihat ke arah jam..
"sebentar lagi." kataku.
aku kembali ke kamar untuk merias wajahku sebentar. tadi aku belum meriasnya, hanya baru memakai lipbalm tipis.
saat aku sedang berkaca, terdengar ada suara motor berhenti. nah yang ini sudah pasti Indri..
dia berteriak masuk kedalam sambil memanggil namaku.
namun tidak lama dia tiba tiba meminta maaf. dan aku yakin dia meminta maaf karna dia melihat ada Fauzi.
aku keluar menemui Indri dan melemparkan senyuman padanya.
aku berangkat sekolah bersama Indri, sedangkan Fauzi pergi ker rumah sakit.
mungkin tadinya Fauzi juga ingin mengantarku, namun karna Indri datang dia tidak jadi mengantarku.
mungkin itu juga..
"itu.. dokter itu kan.?" tanya Indri di motor.
aku menyuruh Indri untuk fokus mengendari motor saja. biar nanti aku cerita di sekolah.
saat sampai di parkiran, Indri langsung memintaku untuk membahasnya..
"ko bisa sih dokter itu pagi pagi ada di kosan lu ve." tanya Indri.
"lu tidur sama dia ve.." lanjut Indri.
__ADS_1
pertanyaan Imdri di dengar oleh Vino dan teman temannya termasuk Eza.
dan itu reflek membuat mereka semua menatapku..