
hari Kamis ini kami bertiga akan pergi ke sekolah, walaupun tidak ada kegiatan mengajar tapi kami rindu jajan di kantin.
"pesennya ini aja." ucap Indri.
"gaada. gue mau ini.." kata Lusi.
aku melihat mereka berdua yang sedang berdebat tentang makanan apa yang akan kami pesan.
selalu saja seperti ini hal kecilpun akan menjadi perdebatan bagi Lusi dan Indri.
aku pergi ke warung dan meninggalkan mereka yang masih berdebat.
"mba, nagi goreng satu 2. bakso 3." ucapku.
aku memesan 3 Porsi Bakso dan 2 Porsi Nasi Goreng.
aku mengambil gambaran menu yang sedang mereka debatkan, dan berkata kepada mereka bahwa aku sudah memesankan apa yang Indri dan Lusi mau.
saat pesanan datang Indri dan Lusi terlihat kaget. karna masing masing dari mereka aku pesankan 2 porsi.
"gimana ngabisinnya ini.." kata Indri.
"gila, ve gila." sambung Lusi.
aku berkata kepada mereka, untuk menghabiskan apa yang mereka mau. dan memberi tau kalau makanan jangan sampai terbuang.
"yang bener aja ve. banyak gini.." ucap Lusi di setujui dengan anggukan oleh Indri.
"tadi kalian ngedebatin makanan itu kan.." tanyaku.
"jadi sekarang makan tuh. inget harus abis." lanjutku.
saat kami sedang makan, aku merasakan di belakangku kini ada yang sedang berdiri.
aku yakin itu..
aku menaruh sendok kedalam mangkuk dan menoleh kebelakang.
dan dugaanku benar, ada Eza disana..
"boleh gabung.?" tanya Eza.
Indri dan Lusi yang mendengar suara Eza langsung menengok kebelakang. mengikuti pandanganku.
kini kami duduk berempat, dengan Eza tentunya.
saat Eza meminta untuk bergabung tadi Indri memperbolehkan nya. dan ya sudahlah. selama tidak mengangguku itu tidak jadi masalah.
"kamu hari ini ada waktu ngga ve.?" tanya Eza.
"ngga, hari ini aku sibuk." jawabku ketus.
aku memang tidak ada kegiatan hari ini, sepertinya sepulangnya dari sekolah aku akan di kosan saja.
__ADS_1
tapi aku sengaja bilang pada Eza kalau hari ini aku sibuk. karna aku memang tidak mau jalan dengannya.
tidak lama setelah mendengar jawaban dariku Eza pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun..
selesai makan kami bertiga berjalan ke lapangan sekolah. karna disana banyak murid laki laki yang sedang bermain bola.
jadi aku Lusi dan Indri ke lapangan sekolah untuk melihatnya. ya lumayan lah. ada yang bisa aku lihat.. daripada berdiam diri di kelas tanpa ada kegiatan.
tiba tiba Ponselku berbunyi. nama Fauzi tertera di layar. aku meminta Izin kepada Lusi dan Indri untuk menjawab telpon terlebih dahulu.
aku berjalan menjauhi lapangan dan menjawab telpon dari Fauzi..
dia bilang dia ingin bertemu denganku. dan dia akan main ke kosan sore ini.
jam 12.00 tepat. aku pulang ke kosan di antarkan oleh Indri. seperti biasanya.
kali ini Indri langsung pulang, karna katanya dia juga mau langsung tidur saja.
kosan rasanya jadi berbeda ketika aku tinggalkan 2 hari kemarin. rasanya banyak debu..
karna masih siang aku langsung melepas tas sekolah dan berganti pakaian.
aku akan beres beres hari ini, karna kemungkinan besok juga sepertinya aku akan pergi bekerja.
pertama tama aku mengambil semua pakaian yang di gantung di kamar. setelah itu aku merendamnya terlebih dahulu.. termasuk seragam sekolah, aku juga akan mencucinya..
sambil merendam pakaian aku lanjut menyapu dan mengepel lantai, tidak lupa aku juga membuka jendela dan pintu.
"permisi mba.." saat aku sedang mengepel lantai teras depan ada seseorang menghampiriku.
dan dia bilang dia di suruh untuk mengantarkan paket kepadaku..
"dari siapa bang.." tanyaku.
orang itu tidak memberi tahu siapa pengirimnya. karna dia di suruh untuk merahasiakan namanya.
baiklah tidak apa apa..
aku membawa paket itu ke dalam dan duduk sambil membuka paket itu.
saat paket terbuka, aku melihat di dalamnya ada sebuah Bucket Bunga..
dan setelah melihat ini, sepertinya aku tahu siapa pengirimnya.
waktu sudah hampir sore, aku juga selesai dengan urusan beres beres kosan ku..
kini aku bersiap siap untuk mandi, karna sebentar lagi pasti Fauzi akan kesini.
aku menutup pintu dan jendela. tidak lupa aku juga mengunci dulu kosan ku ini. karna aku akan mandi..
selesai dengan urusan mandi, aku lanjut memoles tipis wajahku. dan untuk pakaian, aku hanya memakai kaos biasa saja.
karna tadi di telpon Fauzi juga tidak bilang akan mengajak ku untuk keluar jadi aku hanya memakai kaos saja.
__ADS_1
tidak lama, ada suara pintu di ketuk.. Fauzi sudah datang. aku kedepan dan membuka pintu.
"hai selamat sore.." ucapnya.
senyumnya.. kenapa rasanya hari ini senyuman Fauzi begitu berbeda.
"yuk masuk.." ajak ku.
"mau minum apa.." tanyaku.
seperti biasa, Fauzi hanys meminta kopi saja. aku kedepan sebentar untuk membeli kopi..
"kamu baru pulang dari rumah sakit ya." tanyaku sambil menyimpan segelas kopi di depan Fauzi.
"iya, aku baru pulang. sebenarnya nanti malam juga aku harus ke rumah sakit lagi. karna masih ada pasien yang harus benar benar tidak boleh telat di periksa kondisinya." jelasnya.
"karna kalau pulang ke rumah aku kejauahan, jadi aku kesini deh. sambil numpang istirhat.. gapapa kan." lanjutnya.
aku baru sadar, selama aku kenal dengannya. aku tidak tahu dimana rumahnya Fauzi..
Fauzi melepas Jas dinas nya dan bersandar sambil memainkan Ponselnya.
"ini aku mau pesen makan, kamu udah makan belum." tanya Fauzi.
"belum sih.." jawabku.
ahirnya Fauzi juga memesankan makanan untuk ku. aku bertanya kepada Fauzi kenapa tidak membeli dari depan saja..
padahal aku bisa saja pergi ke depan untuk membelikan makanan untuk nya jika dia meminta nya.
namun katanya dia tidak ingin merepotkanku. jadi memesan secara online saja..
sambil menunggu pesanan datang Fauzi bercerita kepadaku, kenapa belakangan ini dia tidak dapat mengabariku.. dia juga menceritakan bahwa ada salah satu pasiennya yang saat ini benar benar membutukan Support Sistem.
makanan datang. kami menunda obrolan kami, dan makan terlebih dahulu..
selesai makan Fauzi meminta Izin kepadaku apakah dia boleh beristirahat sebentar disini, sebelum nanti malam dia kembali ke rumah sakit.
tentu saja boleh. aku tidak akan melarangnya. namun tindakan Fauzi membuatku kaget, setelah mendapatkan Izin dariku dia merebahkan badannya..
dan menaruh kepalanya tepat di paha ku..
jujur saja aku kaget dengan tidakan nya ini. namun aku tidak berbicara apa apa, karna aku melihat dia yang sudah menutup mata..
mungkin dia benar benar sedang kelelahan..
aku membuka mata, dan menyadari sepertinya tadi aku ketiduran. Fauzi sudah tidak ada disini..
aku melihat jam ternyata sudah malam, aku mengecek Ponselku disana ada chat masuk dari Fauzi..
dia bilang dia sudah pergi lagi ke rumah sakit. dan dia juga meminta maaf kepadaku karna gara gara dia, aku sampai tertidur dalam keadaan duduk.
aku tersenyum membaca pesan darinya. sudah lah tidak apa apa.. aku tidak keberatan.
__ADS_1