
"makasih ve." ucap Ivan.
tidak, tidak seharusnya di berterima kasih kepadaku.
aku yang salah, dan aku yang sudah membuatnya menjadi seperti ini.
sekolah selesai, Bell berbunyi. Indri dan Lusi datang ke uks sambil membawakan tasku.
"jadi ini gimana.?" tanya Lusi.
"gapapa biar gue pulang sendiri." kata Ivan.
tidak bisa. aku tidak bisa membiarkannya untuk pulang sendiri, sedangkan tangan kanan nya saja terluka.
bahkan untuk mengankat sendok saja dia masih merasa sakit. bagaimana dia akan membawa motor.?
"engga. aku anterin kamu pulang. sini kunci motor kamu." ucapku.
akhirnya aku mengatarnya pulang. sebelum pulang semua lukanya sudah di obati.
pihak sekolah sempat akan memberi tahu orang tua Ivan. namun Ivan melarangnya dan membiarkan masalah ini selesai disini, tanpa harus melibatkan orangtuanya.
aku mengatar Ivan, di ekori oleh Indri dan Lusi. karna setelah mengantar Ivan sampai rumah aku akan ikut motor Indri.
"sampe sini aja gapapa." ucap Ivan.
aku menatapnya, dan sekali lagi mengucapkan kata maaf padanya. aku benar benar merasa tidak enak.
"bener bener ya si vino." ucap Lusi.
"gue gak mau suka lagi sama dia. dia udah nyakitin sahabat gue." jelas Indri.
ahirnya, kedua temanku kini sudah sadar.
"tapi tangan lu tadi gapapa kan ve.?" tanya Indri.
iya, Indri yang sangat melihat jelas ketika tanganku di cengkram oleh Vino.
aku melihat pergelangan tanganku. sedikit berbekas. tidak apalah, nanti juga pasti hilang.
tapi dengan kejadian ini aku benar benar menjadi benci kepada Vino dan teman temannya itu.
bisa bisanya ketika Vino salah, temannya malah membantu Vino mukulin Ivan.
"mungkin beberapa hari kedepan gue bakal deket sama ivan, sampe dia sembuh." jelasku.
Indri dan Lusi setuju. mereka berdua juga akan membantuku untuk sedikit merawat Ivan sampai dia sembuh.
aku Indri dan Lusi tidak langsung pulang. kami berada di Taman saat ini.
membeli minuman dingin sambil membahas kejadian tadi.
"ve.." ucap Eza.
aku Indri dan Lusi mengengok ke arah suara.
Eza berjalan mendekati kami bertiga. mungkin lebih tepatnya ke arahku.
awalnya aku merasa heran ketika melihat Eza bisa ada disini.
"dia tadi gak ikut mukulin ve, gaada dia tadi." ucap Lusi dan di benarkan oleh Indri.
pantas saja Eza bisa ada disini dan tidak terkena hukuman.
aku tidak memperhatikan siapa saja tadi teman temannya Vino yang ikut.
"aku, suka sama kamu." ucap Eza ketika sampai di depanku.
aku menatapnya sambil mengangkat sebelah alisku.
__ADS_1
"aku janji ve, kalau kamu jadi pacar aku. aku berhenti ikut vino dan akan menjadi siswa yang baik di sekolah." jelasnya.
kini aku menatap Lusi dan Indri bergantian.
apalah adik kelasku ini..
aku berdiri, mendekati Eza..
"mau kamu jadi anak baik sekalipun itu tidak akan membuat aku jatuh cinta sama kamu."
"kita tidak saling kenal, dan aku tidak tertarik denganmu. sekarang aku tahu, kamu menjadi baik kalau ada maunya saja." jelasku.
aku pergi dari Taman, di ikuti Indri dan Lusi untuk menuju ke kosanku.
tiba tiba Ponselku bernyunyi. nama Fauzi tertera di layar Ponselku.
aku ingin menjawab telponnya. namun moodku sedang kurang baik saat ini.
karna jujur saja, aku masih tidak bisa melupakan kejadian tadi pagi. dan setiap kali aku teringat dengan tindakan Vino yang memukul Ivan.
aku merasa emosi ku memuncak..
aku mematikan layar Ponselku.
"kenapa.?" tanya Indri.
"ga mood." jelasku.
Indri dan Lusi hanya mengangguk, dan pasti mereka juga mengerti kenapa aku seperti ini.
hari sudah sore, Indri dan Lusi berpamitan untuk pulang.
ketika mereka pulang aku juga mematikan Ponselku.
saat ini aku sedang tidak ingin di ganggu. dan aku takut rasa emosi ku membuat orang lain ikut terkena marah olehku.
jadi lebih baik aku menyendiri dulu saat ini.
aku mau mandi dulu, setelah itu mungkin aku akan langsung tidur saja.
karna aku tidak bernafsu untuk makan..
setelah aku selesai bersih bersih, aku merebahkan badanku.
dan mencoba untuk tidur..
namun setelah beberapa lama mencoba untuk tidur, tetap saja aku tidak bisa.
yasudahlah, waktu masih sore juga..
aku hanya bengong sambil tiduran di atas kasur. Ponselku masih belum aku nyalakan.
mungkin besok saja..
lama bengong di atas kasur, ahirnya rasa ngantuk itu datang juga.
sebelum tidur aku menutup jendela kosanku, dan menyalakan lampu.
karna hari kini memang sudah malam..
aku langsung kembali merebahkan badanku, dan menutup mataku.
namun tidak lama, rasanya baru saja aku menutup mata.
aku merasa lapar.. kini aku ingin makan.
aku bingung melihat jam, jam berapa sekarang aku tidak tahu.
dengan sedikit terpaksa aku harus menyalakan Ponsel ku untuk melihat jam.
__ADS_1
ketika Ponselku menyala ternyata ini baru jam 9 malam.
berarti aku tidur hanya sebentar barusan..
karna masih jam 9. aku memutuskan untuk keluar, ke Taman.
membeli makanan..
setelah mencuci muka dan menggunakan Jaket, aku pergi ke taman. tidak lupa aku juga mengunci pintu.
karna mungkin aku akan makan di tempat saja, tidak di bungkus.
setelah sampai di Taman, aku ingin membeli mie goreng langgananku.
namun sial, malam ini aku kurang beruntung. karna Abang penjual mie goreng sepertinya tidak berjualan malam ini.
gerobaknya tutup. tenda tempatnya berjualan kosong.
aku kembali berjalan, untuk mencari makanan lain..
"ini aja deh.." gumamku sambil masuk ke dalam tenda Abang tukang soto bandung.
"bang. satu ya pedes." ucapku.
"oh iya neng. makan disini apa di bungkus.." tanya Abangnya.
"disini aja bang.." jawabku.
beberapa menit aku menunggu ahirnya pesananku sudah jadi.
aku mencicipi kuahnya dulu sedikit. ternyata, ini enak sekali..
dan itu membuat nafsu makan ku meningkat.
aku langsung menyantapnya dengan lahap. bahkan kuahnya sampai habis tidak tersisa.
tempat soto bandung ini akan menjadi salah satu tempat Favoritku.
"makasih bang." ucapku sambil keluar.
sebelum pulang ke kosan aku juga ingin membeli minuman yang hangat.
mungkin enak minum sesuatu yang hangat malam begini..
aku berjalan lebih jauh sambil melihat lihat minuman apa yang bisa aku dapatkan.
namun saat aku berjalan, aku menguap.. rasa kantuk itu datang kembali.
dan itu membuatku mau tidak mau harus pulang ke kosan.
aku memutar badan, dan berjalan menuju kosanku.
karna tidak mendapatkan minuman disini, mungkin aku membeli susu hangat saja di warung sebelah kosanku.
"teh, susu di seduh satu ya." ucapku ketika aku sudah keluar dari area Taman.
dan kini aku sudah berada di dekat kosanku juga.
baiklah, sebelum kembali ke kosan aku duduk di bangku yang tersedia di depan warung sambil meminum segelas susu..
pas sekali, tubuhku terasa lebih segar dan enak setelah meminum susu tersebut.
"makasih teh." ucapku sambil memberikan kembali gelas. dan membayar.
aku kembali ke kosan, setelah sampai di kamar. aku melihat layar Ponselku sedang menyala.
disana banyak sekali Notifikasi dari Fauzi. ada beberapa panggilan tidak terjawab juga.
karna aku mengantuk, aku menghiraukan nya. dan lebih memilih untuk langsung tidur.
__ADS_1
biar besok saja aku jelaskan..