
"ve, bagaimana tentang rencana hangout itu." tanya Ivan di motor.
iya, aku belum memberitahu kepada Ivan kalau selain Indri dan Lusi, aku juga sudah menyetujui rencana itu.
"iya, aku ikut. untuk waktunya nanti belum di atur, dan tempatnya juga belum di tentuin." jelasku.
saat sampai di kosan aku berterimakasih kepada Ivan untuk hari ini karna sudah mengajak ku kerumahnya.
menyenangkan bisa mengobrol dengan mama Ivan yang jago masak itu.
mungkin lain waktu aku akan belajar masak dari mamanya..
sepulangnya Ivan aku langsung mengunci pintu kosan, aku matikan ponselku berganti pakaian dan langsung tidur.
pagi tiba, kali ini aku bangun lebih cepat dari biasanya. 4.40. entah kenapa saat ini aku ingin sekali sedikit Berolahraga di Taman.
rasanya memang sudah cukup lama aku tidak melakukan peregangan badan. apakah itu yang membuatku gampang mengantuk belakangan ini.?
seletah cuci muka aku memakai Jaket dan celana training. tidak lupa aku juga menggunakan sepatu Running.
sepatu ini.. sudah lama aku tidak memakainya, aku mengelapnya sedikit karna memang ada debu yang menempel di sepatu ini.
mungkin efek sudah lama tidak aku pakai, dan memang sudah lama tidak aku cuci juga.
taman di pagi hari sangat sejuk. selain aku, banyak juga orang disini yang melakukan pemanasan sama seperti ku.
enak sekali rasanya badanku terasa jadi lebih segar.
aku melihat jam di Ponselku. sudah hampir pukul 5.30. aku bergegas kembali ke kosan, karna aku juga belum beres beres di kosan.
tidak apalah walau hanya sebentar, besok aku akan ke Taman lagi.
aku melanjutkan aktivitas biasa ku di setiap pagi. setelah itu aku langsung mandi dan pergi keluar untuk membeli sarapan.
saat sedang sarapan, Ponselku berbunyi, aku melihat ada panggilan masuk dari Indri.
Indri memberi tahu kepadaku kalau dia tidak masuk sekolah hari ini karna demam.
dan meminta maaf kepadaku tidak bisa kesekolah bersama hari ini.
kenapa Indri malah meminta maaf. padahal tidak apa apa, aku akan menemani sahabatku nanti sepulang sekolah.
aku memesan ojek online. karna baru saja di confirm orderan dariku. aku mengira akan cukup lama untuk ojek itu datang kesini.
ternyata aku salah, hanya sekitar 5 menit Abang ojek sudah ada di depan. dan saat ini belum memakai Make up.
"mba vani." ucap Abang ojek.
"vani, vani.. ve. bukan vani." jelasku.
ketika Abang itu ingin berbicara lagi aku memotongnya terlebih dahulu, dan bertanya, bisa apa tidak jika menunggu sebentar. karna aku belum siap..
untunglah Abang itu baik hati. dia mau menungguku, jadi aku memesankan kopi untuknya kedepan, sambil menunggu aku siap untuk berangkat.
__ADS_1
6.20. kini aku sudah siap. aku berjalan kedepan dan memanggil abang ojek yang sedang sarapan di warung.
"ayo mba." ucapnya sambil menaruh piring di bangku.
"eh bang. abisin dulu makannya." kataku.
"gapapa mba, ayo.." ucapnya.
aku tidak mau berangkat. aku ingin Abang ini menghabiskan sarapannya terlebih dahulu.
lagian aku tidak akan telat pergi ke sekolah hanya karna menunggu abang ini selesai sarapan.
"makasih mba kalau mau menunggu." ucapnya.
ahirnya aku menunggu sampai Abang ojek selesai sarapan. aku memainkan ponselku dan melihat lihat sosmedku.
rasanya sudah lama aku tidak membuka sosmed. banyak sekali permberitahuan.
aku menutupnya kembali, karna aku malas untuk melihat lihat Notifikasi apa saja yang masuk itu.
"ayo mba.." ucapnya naik ke motor dan memberikan helm kepadaku.
"abang udah minum dulu.?" tanyaku.
"belum sih mba. gapapa mba nanti saja, nanti mba telat ke sekolahnya." ujarnya.
aku turun kembali, aku tidak ingin pergi..
"abang minum dulu gapapa loh, nanti keselek." ucapku.
saat sampai di parkiran aku melihat Lusi disana. aku melambaikan tangan padanya.
"makasih bang." ucapku sambil membayar ongkosnya.
"indri kemana.?" tanya Lusi.
aku menjelaskan Indri sakit dan tidak bisa masuk hari ini.
Lusi tidak tau Indri sakit karna Ponsel Lusi mati. dan mungkin bukan tidak tahu, hanya saja Lusi belum menyalakan ponselnya.
"kamu ko naik ojek, kenapa ga bilang kan aku bisa jemput." ucap Eza.
aku mengabaikan pertakaan Eza dan langsung mengajak Lusi untuk pergi ke kelas saja.
di kelas sudah ada Ivan, dia menyapa dan tersenyum kepadaku.
Bell berbunyi, kelas akan di mulai.
namun hari ini Guru sepertinya datang terlambat. dari waktu Bell berbunyi ini sudah lewat 15 menit dan belum ada Guru yang masuk ke kelasku.
sama sepertinya. ketika guru masuk pasti kelas akan rame. dan begitulah suasana kelasku sekarang.
sekitar 25 menit. ahirnya guru masuk. namun ini bukan guru yang akan mengajar pelajaran pagi ini.
__ADS_1
aku tau itu..
Guru itu menyuruh kami diam dan memperhatikan..
Guru memberi pengumuman jika sekolah di bebaskan untuk beberapa hari kedepan.
karna guru sudah akan mulai rapat untuk ujian ahir.
dan di mulai dari hari ini semua kelas 12 sudah di bebaskan.
seketika suasana menjadi riuh kembali.
guru juga memberi kebebasan jika ingin pulang boleh pulang. dan yang mau tetap di sekolah juga di perbolehkan.
karna tidak ada kegiatan di sekolah ahirnya aku mengajak Lusi untuk pergi ke rumah Indri untuk menemaninya.
Lusi setuju, aku dan Lusi langsung keluar dan berangkat ke rumah Indri.
tidak lupa aku mampir ke Minimarket dulu untuk membeli susu dan roti, buat Indri.
"udah semua ve.?" tanya Lusi.
"udah ayo." jawabku.
saat sampai di rumah Indri, kebetulan ada mamanya yang sedang menyapu.
Aku dan Lusi masuk..
"tante.." ucapku.
"eh, vani.. lusi. ko udah pulang jam segini padahal masih pagi.." ucap mama Indri.
aku menjelaskan kalau kelas 12 mulai hari ini sudah di bebaskan dari pelajaran karna senin depan sudah mulai ujian.
setelah mengobrol sebentar dengan mama Indri, aku dan Lusi langsung masuk ke kamar Indri.
"hai.." ucapku sumbringah bertemu dengan Indri.
Indri telihat kaget dengan kedatanganku dan Lusi, sampai dia mengira bahwa aku dan Lusi bolos sekolah.
kembali aku menjelaskan semuanya kepada Indri.
"ini gue bawa roti." ucapku.
aku dan Lusi menaruh kantung kresek yang kami bawa.
"terus lu berdua mau kemana." tanya Indri.
"nemenin lu lah disini kemana lagi.. ya ngga ve." iya, aku akan menemani Indri disini sampai dia sembuh.
"aaaa kalian.." ucap Indri sambil merentangkan tangannya. aku dan Lusi tentu saja langsung menyambutnya.
"eh eh, roti gue.." kata Lusi sambil melihat pasrah rotinya yang larut kedalam segelas susu hangat.
__ADS_1
iya, susu dan roti yang aku dan Lusi bawa dan niatnya untuk di berikan kepada Indri. ketika sampai di rumah Indri. kami kami juga yang memakannya.
kami bertiga tertawa bersama melihat kebodohan Lusi yang hanya diam saja ketika roti itu larut..