I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 16.


__ADS_3

hujan belum juga reda. padahal hari sudah sore.


Ponselku aku matikan, dari pertama kali aku mendengar suara petir.


karna aku takut tersambar..


aku Indri Lusi dan Ivan duduk di ruang tamu.


aku mentap ke luar, hujan masih deras. padahal sudah lama hujan ini turun.


namun tidak ada tanda tanda hujan akan reda.


"makasih ya ve." ucap Ivan tiba tiba..


"buat apa.?" tanyaku.


Ivan berterimakasih karna katanya aku sudah mau menjenguknya hari ini.


dan karna sudah mau menemaninya seharian kemarin di ruang uks.


ah, padahal itu bukan apa apa jika di bandingkan dengan kesalahanku yang membuatnya jadi seperti ini.


kini, Ivan lebih banyak mengobrol denganku. dia bertanya banyak hal kepadaku.


sedangkan Indri dan Lusi, memilih untuk duduk di sofa yang berbeda dengan aku dan Ivan.


ya, intinya membiarkan kami mengobrol berdua saja.


pertanyaan pertanyaan dari Ivan aku jawab semua, dan jawaban dariku ya apa adanya.


aku juga menceritakan bahwa aku di Bandung tinggal sendiri di kosan.


dan aku juga bekerja penuh waktu di hari sabtu dan minggu di salah satu Restoran di Bandung ini.


pokonya, banyak sekali hal yang aku ceritakan padanya.


jam sudah lewat 18.00. hujan belum reda, namun kini tidak deras lagi seperti tadi sore..


hanya gerimis saja.


ini menjadi kesempatan untuk ku mengajak Indri dan Lusi untuk pulang.


bukan apa apa, yang aku takutkan itu. jika kami menunggu hujan benar benar reda. bagaimana jika sampai malam.?


dan bagaimana jika hujan malah menjadi deras lagi..


aku berpamitan kepada Ivan dan Mamanya untuk pulang.


sebelum pulang Ivan juga meminjamkan ku satu Jaket. katanya biar aku gak kedinginan di jalan..


iya, dengan senang hati aku terima Jaket itu. karna aku juga tidak mau sampai seragamku basah.


karna masih ada satu hari lagi besok aku untuk sekolah.


di jalan udara benar benar dingin. mungkin ini efek dari hujan barusan. dan memang masih ada sedikit rintik yang masih turun..


"ve gue langsung pulang ya.." ucap Indri ketika sudah mengantarku sampai ke depan kosan.


aku mengucapkan terimakasih kepada Indri karna sudah rela mengantarku sampai hujan hujanan seperti ini.


saat aku akan masuk aku mendengar sebuah suara dari belakang.


"kemana saja sih kamu, tiap aku kesini kamu ngga ada." ucapnya.

__ADS_1


aku membalikan badanku..


Fauzi. sejak kapan dia disini, dan darimana datangnya aku benar benar tidak melihatnya.


"baru pulang sekolah..?" tanyanya.


aku tidak mau berbohong. walaupun dia bukan siapa siapa bagiku.


aku mengajaknya untuk masuk, dan memberinya satu gelas kopi.


bisa aku tebak, dia juga sepertinya sempat terkena hujan karna kemeja yang dia pakai sedikit ada bekas air hujan.


setelah berganti pakaian, aku menemu Fauzi yang menungguku di ruang depan.


dia bilang sudah menungguku sejak tadi sore disini.


"dimana." tanyaku.


"itu saya di warung nunggu kamu."


"saya sudah coba buat hubungin kamu, tapi nomor kamu tidak aktif." jelasnya.


aku meminta maaf kepadanya, jika aku sudah membuatnya menunggu begitu lama.


aku juga menjelaskan kenapa nomorku tidak aktif. dan kenapa aku baru pulang jam segini.


"kamu sudah makan belum.?" tanyanya.


aku sudah makan, tapi itu tadi sore di rumah Ivan.


ahirnya Fauzi mengajak ku ke Taman untuk membeli makanan.


awalnya dia mengajak ku untuk ke Restoran, namun aku menolaknya dan aku mengajaknya untuk makan di sekitar taman saja..


aku teringat, di cuaca yang dingin seperti ini pasti rasanya enak sekali makan soto yang waktu itu.


aku mengajak Fauzi untuk makan soto..


"tumben ngga mie." ujarnya ketika aku dan Fauzi sedang menunggu pesanan kami.


aku dan Fauzi makan di tempat, karna di kosanku memang tidak terlalu banyak peralatan dapur.


dan biar aku juga tidak harus mencuci piring juga.


"iya, ini enak.. pas sih kayanya lagi dingin gini." jelasku.


setelah makan, aku mengajak Fauzi untuk berkeliling mencari minuman yang hangat.


karna waktu itu aku belum sempat mencari dan membeli..


karna tidak menemukannya, akhirnya aku dan Fauzi memilih untuk membrli mimuman di warung dekat kosanku saja.


taman malam ini sedikit sepi dari pedagang. banyak yang tutup, mungkin efek hujan yang deras dari tadi sore.


aku dan Fauzi duduk di bangku warung sambil memesan minuman hangat.


aku memesan satu gelas susu. sedangkan Fauzi hanya teh manis hangat saja.


"kemarin malam ponselnya aktif tadi panggilan dari saya tidak di jawab, dan chat juga tidak di balas." tanya nya kepadaku.


aku menjelasankan kenapa aku kemarin tidak mengangkat telpon dari nya atau membalas chatnya.


aku beralasan bahwa moodku kemarin sedang kurang baik.

__ADS_1


dan aku tidak ingin sampai aku marah tidak jelas kepada orang lain.


namun ada satu hal yang aku tutupi darinya. sejak tadi aku menutupi kejadian Ivan.


dari saat aku menjelaskan kenapa aku pulang telat hari ini.


dan sampai penjelasan barusan tentang aku tidak menjawab dan membalas chatnya.


aku hanya beralasan kemarin moodku kurang baik.


dan hari ini aku habis menjenguk teman yang sedang sakit.


itu saja...


karna waktu sudah malam, Fauzi berpamitan kepadaku untuk pulang.


aku mengiyakan, karna aku juga mau tidur. rasanya badanku sedikit tidak enak terkena angin tadi saat di jalan pulang dengan Indri.


aku mengunci kosanku dan pergi ke kamar, sebelum itu aku juga berganti pakaian lagi.


dengan yang sedikit lebih tebal dari yang aku pakai sekarang.


setelah itu aku tidur..


saat aku terbangun, rasanya tengorokanku sedikit sakit.


dan badanku juga tidak enak..


tapi aku memaksakan diri untuk tetap bangun dan bersekolah hari ini.


karna ini hari Jum'at, jadi sekolah tidak akan lama.


mungkin tenggorokanku sakit hanya karna aku kurang minum saja.


atau efek tersedak roti kemarin.?


iya, saat tersedak roti memang tenggorokanku sedikit sakit. karna aku memaksakan untuk menelannya..


selesai beres beres, rasanya malas sekali untuk mandi.


bahkan air di bak pun rasanya dingin sekali pagi ini.


seperti air hujan kemarin saja..


namun aku memaksakan diriku untuk tetap mandi.


tidakupa aku juga menggantung jaket Ivan di kamar mandi untuk aku cuci.


biarlah nanti saja sepulang sekolah aku cucinya.


selesai mandi tiba tiba aku menjadi bersin bersin.


mungkin dengan sarapan itu akan membuat keadaanku lebih baik..


ahirnya aku membeli sarapan kedepan, tidak lupa dengan segelas susu hangat juga dari warung.


selesai sarapan seperti biasa aku memoles tipis wajahku.


ketika aku melihat pantulan wajahku di cermin, rasanya aku pucat sekali.


aku pergi ke warung depan untuk membeli masker..


baiklah sekolah hari pakai masker saja. selain pucat hidungku sedikit merah..

__ADS_1


__ADS_2