I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 30.


__ADS_3

hari kedua ujian, rasanya berbeda karna disini tidak ada kedua teman ku Lusi dan Indri.


kelas selesai, sebelum pulang aku ke kantin terlebih dahulu. untuk membayar makanan yang tadi pagi aku beli..


tadi aku tidak sempat membayarnya, jadi aku baru membayarnya sekarang.


"mau kemana kita.." kata Lusi.


"gatau." jawab Indri.


kami bertiga berjalan di koridor sekolah menuju ke parkiran..


iya karna Vino dan teman temannya sudah sekolah kembali, jadi parkiran terlihat ramai lagi.


tentunya karna ada Vino dan teman temannya disana..


"ve, aku anterin pulang yu.." ajak Vino.


tidak, tentu saja aku tidak akan mau. aku bersikap baik padanya hanya karna aku melihat dia yang menyesali perbuatannya.


itu saja, tidak lebih.


"maaf, aku pulang sama indri." jawabku.


hari ini aku tidak langsung pulang ke rumah, aku ingin menemui Gania di rumah sakit.


dan kali ini aku juga di temani Indri dan Lusi..


aku sudah menceritakan semuanya tentang Gania kepada Indri dan Lusi.


dan tentu saja respon kedua sahabatku ini ingin cepat cepat bertemu dengannya.


sebelum ke rumah sakit aku membeli Bucket Bunga terlebih dahulu, Indri dan Lusi mereka patungan untuk membeli sebuah boneka.


katanya untuk menemani Gania tidur..


aku tidak memberitahu kepada Fauzi bahwa aku akan ke rumah sakit. dan ketika aku sampai di Lantai dua. aku langsung mengentuk pintu ruangannya.


"masuk.." ucap Fauzi dari dalam.


aku membuka pintu, terlihat Fauzi yang masih sibuk dengan kertas kertas di hadapan nya. bahkan dia tidak melihatku ketika aku masuk..


"sibuk banget ya pak.." kataku.


Fauzi menghentikan aktivitasnya..


"eh, ve.. kirain siapa. maaf ya.." katanya.


aku tersenyum, tidak apa. aku mengerti dengan semua kesibukannya.


"kamu kesini sama siapa.." tanya nya.


aku memanggil kedua teman ku untuk masuk ke dalam.


setelah sedikit mengobrol dengan Fauzi kami mendapatkan Izin untuk masuk ke ruangan Gania.


saat kami masuk ada suster disana yang sedang memberi Gania makan..


"saya aja sus." kataku.


aku mengambil alih piring yang suster pegang dan menggantikan nya untuk menyuapi Gania..

__ADS_1


"selamat siang sayang.." kataku.


"makan dulu ya, aaaa.." lanjutku.


Indri dan Lusi terlihat sangat bahagia ketika ahirnya mereka dapat bertemu langsung dengan Gania.


walaupun mereka baru tau tadi tentang Gania saat di sekolah, namun saat ini mereka terlihat dangat bahagia ketika dapat bertemu langsung.


Indri dan Lusi mengajak Gania untuk berkenalan, tidak lupa mereka juga memberikan boneka yang tadi di beli.


"wah kakak terimakasih." ucap Gania senang mendapat hadiah boneka itu.


aku meletakan Bucket Bunga yang aku beli di sebelah Gania..


"mau jalan jalan ga.?" tanyaku.


"mauuu." ucap Gania antusias.


di sepanjang koridor aku memperhatikan Lusi dan Indri yang terus saja tersenyum. jarang sekali aku melihat mereka berdua seperti ini.


"ve, gue dong." kata Indri.


ahirnya aku bergantian dengan Indri mendorong kursi roda Gania..


sampai di taman Gania terlihat sangat senang sekali. ketika dia melihat pemandangan orangtua dan anaknya yang sedang bermain.. Gania terus tersenyum.


"ayo main sama kakak.." ajak Lusi.


"ve boleh di gendong ngga sih.?" tanya Lusi.


iya sepertinya boleh saja, asalkan Lusi kuat menopangnya saja.


"teman teman kamu suka sama anak kecil ya.." aku menoleh, ternyata sudah ada Fauzi berdiri di belakangku.


"mereka itu unik, yang satu pecicilan dan satu lagi kalau bicara tidak pernah di saring." kataku.


"kalau kamu sendiri gimana." tanya Fauzi sambil duduk di sebelahku.


"aku.."


aku menceritakan kepada Fauzi bagaimana aku, dan seperti apa aku. tapi tetap saja.. jika sedang bersama kedua sahabatku itu, aku tertular juga.


hari sudah sore, aku Indri dan Lusi pulang.


"kasian ya.." ucap Lusi.


iya, aku mengerti apa yang di maksud kan oleh Lusi. dan aku pun sama seperti Lusi..


"besok kita main lagi sama gania." kata Indri.


iya, aku Indri dan Lusi kini memiliki kegiatan yang sama saat pulanh sekolah sampai sore, yaitu menemani Gania di rumah sakit.


"dah ve.." kata Indri.


aku melambaikan tangan kepada Indri, setelah itu aku masuk kedalam.


rasanya aku ingin mandi sore ini, karna tadi di taman aku cukup lama dan posisi nya masih lumayan siang. jadi aku cukup mengeluarkan keringat hari ini.


aku mengunci pintu, dan melepas seragamku. dan bergegas ke kamar mandi..


selesai mandi aku berjalan ke taman, untuk membeli makan malam. sebenarnya ini belum terlalu malam, tapi karna aku ingin tidur lebih cepat jadi sebaiknya aku makan dulu sekarang.

__ADS_1


"bang soto satu ya. pedes." aku membeli soto bandung. karna aku baru selesai mandi mungkin enak makan makanan yang berkuah hangat.


"makasih bang." ucap ku setelah selesai makan. sebelum pulang aku ke warung terlebih dahulu untuk membeli susu..


"ikutan ya.." katanya.


aku melihat kesebelahku.. Eza.


"teh kopi item satu." kata Eza..


dia duduk di sebelahku. biarlah, tidak apa apa lagian sebentar lagi aku juga akan masuk ke kosan.


"ve.."


"ve.."


"ve.."


Eza memanggilku berkali kali, aku menatapnya dan bertanya ada apa..


namun dia hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaanku.


"ve, liat sini dong." kata Eza lagi.


"apasih eza.." tanyaku.


Eza bilang kepadaku bahwa dia kangen karna sudah dua hari tidak bertemu denganku.


iya, selama aku ujian dua hari ini aku tidak bertemu dengan Eza di sekolah. karna dia anak kelas 11 dan sedang di liburkan.


"gajelas." ucapku.


saat aku ingin pergi, Eza menahan tanganku. dan dia menyuruhku untuk duduk kembali.


katanya dia ingin aku menemani nya sebentar, sampai kopi yang dia minum habis.


padahal aku sudah bilang ingin pulang ke kosan karna aku mau tidur. namun karna Eza sedikit memohon, ya sudah lah aku turuti kemauannya sebentar saja.


"udah kan.?" tanyaku ketika kopi yang Eza minum sudah habis.


aku kembali ke kosan dan langsung mengunci pintu.


tidak lupa aku pasang alarm supaya aku tidak kesiangan besok untuk pergi ke sekolah.


tengah malam aku terbangun karna mendengar Ponsel ku berbunyi..


aku meraba raba dimana Ponsel ku.. dan melihat siapa yang menganggu Jam tidurku.


ternyata Fauzi..


"hallo.." ucapku dengan suara yang serak khas orang bangun tidur.


entah apa yang sedang di bicaran olehnya. yang jelas selama dia berbicara aku mendengarkan saja.


dan mataku juga tertutup, ah aku ingin sekali tidur kembali.. namun Fauzi belum juga menutup sambungan telponnya.


"iya, night too." kataku sat Fauzi mengahiri telponnya.


aku melihat Jam di Ponsel ku, masih pukul 11.35. ah pantas saja aku masih sangat mengantuk, ternyata masih malam.


aku menyimpan Ponsel ku dan tidur kembali.

__ADS_1


__ADS_2