
kami bertiga sampai di ruangan Gania. ternyata dia sedang tidur. ada suster juga disana..
"sus gania tidur ya." tanyaku.
suster menceritakan kepada kami bertiga bahwa barusan Gania mengalami sakit di punggung nya.
dan Gania baru saja selesai dengan penangan dari dokter. makannya dia sekarang tertidur.
mendengar cerita dari suster itu membuat aku Indri dan Lusi seketika menangis.
aku tidak bisa membayangkan, bagaimana rasa sakit yang dia alami barusan.
dan untunglah, Gania masih bisa bertahan.. andai aku yang mengalaminya, belum tentu aku sekuat Gania.
sepergi nya suster kami bertiga diam di ruangan Gania. kami sebisa mungkin untuk tetap dalam keadaan hening.
bahkan semua Ponsel di matikan terlebih dahulu..
hari sudah sore, Gania tidak kunjung bangun..
"nyenyak banget ya bobo nya.." kata Indri melihat Gania yang sedang tertidur di atas brangkar.
"iya.." jawabku.
pintu ruangan terbuka, Fauzi masuk. aku memberi isyarat padanya untuk diam.
ahirnya Fauzi kembali keluar. dan mengajak kami bertiga untuk keluar juga..
"gimana kondisinya.?" tanyaku.
saat ini aku Indri dan Lusi sudah ada di ruangan Fauzi.. mungkin nanti saja kami kembali kesana ketika Gania sudah bangun.
"tadi kondisinya menurun secara drastis. tapi untuk sekarang sudah kembali membaik." jelas Fauzi.
setelah mendengar penjelasan dari Fauzi ahirnya aku Indri dan Lusi kembali ke ruangan Gania. dan menyimpan mainan yang tadi aku beli.
karna hari sudah mau malam, jadi kami bertigs memutuskan untuk pulang saja. dan kembali lagi besok hari.
karna besok hari Jum'at jadi besok hanya ada satu mata pelajaran saja. dan kami bertiga bisa datang lebih cepat kesini.
sebelum pulang Fauzi mengajak kami bertiga untuk makan malam bersama terlebih dahulu.
mau makan dimana.?" tanya Fauzi ketika kami akan masuk ke mobil.
"udah sih di depan rumah sakit aja makannya, ngga usah bawa mobil." kataku.
"kenapa.?" tanya Fauzi.
"nanti kalau gania bangun gimana..? udah ngga usah jauh jauh dari rumah sakit." jelasku.
Indri dan Lusi menyetujui perkataanku. dan ahirnya kami berempat kembali keluar dari mobil dan berjalan kaki keluar, sekitar rumah sakit.
"gimana ujian nya.?" tanya Fauzi saat kami sedang makan.
"lancar." jawabku singkat.
__ADS_1
"sampai kapan.?" tanya nya lagi.
"hari sabtu, tinggal dua hari besok sama sabtu." jelasku.
selesai makan kami bertiga pamit pulang kepada Fauzi. dan tidak lupa aku juga menitipkan pesan padanya, jika terjadi apa apa kepada Gania tolong untuk mengabari ku.
bagaimanapun, aku tidak tega melihat anak sekecil itu harus berjuang melawan penyakit seganas itu.
dan selama aku bisa, aku akan terus menjadi Support Sistem bagi Gania.
sampai di kosan seperti biasa, aku langsung mengunci pintu berganti pakaian dan pergi tidur.
aku ingin hari segera berganti, aku ingin ujian ini cepat selesai. dan aku ingin cepat bertemu dengan Gania besok hari..
pagi tiba, aku menelpon Indri untuk segera datang ke kosan ku.
padahal saat ini aku belum sarapan sama sekali, hanya baru selesai mandi saja.
"ve.." ucap Indri membuka pintu.
"kenapa ve, ada apa.?" tanya Indri.
tidak, tidak ada apa apa.. hanya saja aku masih merasa cemas dengan kondisi Gania.
"yu berangkat sekarang." kataku sambil memakai sepatu.
"emang lu udah sarapan.?" tanya Indri.
aku hanya diam..
"gue tau, lu hawatir sama kondisi gania. gue tau itu ve.. karna gue juga ngerasain hal yang sama. tapi lu harus tenang jangan gini. nanti siang kita langsung ke rumah sakit." lanjutnya.
aku diam mencerna perkataan dari Indri, iya dia benar. aku tidak boleh panik seperti ini. di rumah sakit juga ada dokter dan suster..
aku harus tenang. disana ada yang merawat Gania..
"yaudah, gue mau beli sarapan dulu kedepan." kataku.
aku berjalan kedepan membeli sarapan, tentunya untuk Indri juga.
aku tidak tahu Indri sudah sarapan atau belum.. namun bisa aku pastikan sepertinya dia juga belum sarapan, karna dia datang kesini memang masih sangat pagi.
"yu ndri makan." ajak ku sambil memberikan satu bungkus nasi kuning padanya.
"nah gitu dong.. ini baru ve yang gue kenal. orangnya kalem." kata Indri.
aku tersenyum dan meminta maaf kepada Indri karna telah merepotkannya pagi ini dengan permintaanku.
untunglah, Indri tidak pernah marah kepadaku dan dia selalu mencoba mengerti denganku.
selesai sarapan kami berangkat ke sekolah, di parkiran sudah ada Lusi yang menunggu kami.
"pagi.." kata Lusi menyapa kami berdua.
"pagi.."
__ADS_1
"pagi juga.."
saat aku sedang menunggu Indri memarkir kan motornya, Vino menghampiriku..
"jelasin." katanya cuek.
aku tidak mengerti apa yang di maksud oleh Vino dan apa yang harus aku jelaskan padanya aku tidak tahu.
"foto itu." lanjutnya.
ternyata dia masih ingin membahas tentang foto yang kemarin itu.
"ayo si." ajak ku kepada Lusi. aku tidak ingin membahas apapun dengan Vino. dan biarlah Indri menyusul saja.
"maksud si vino itu apa sih ve.." tanya Lusi.
"udah ngga usah di bahas. ngga penting." jawabku.
aku berjalan pelan di koridor, sambil menunggu Indri datang.. tidak lama, ada suara orang sedang berlari, aku tahu. itu pasti Indri.
"ah sialan, ninggalin gue.." kata Indri.
aku meminta maaf kepada Indri karna sudah meninggalkan nya. aku juga memberitahu Indri alasan aku meninggalkan nya. karna ada Vino.
"oh pantesan." kata Indri setelah mendengar penjelasan ku.
ahirnya seperti biasa, kami bertiga berpisah di Lantai dua dan menuju kelas masing masing.
sepanjang pelajaran aku benar benar tidak bisa fokus untuk menjawab soal ujian. aku masih terpikirkan bagaimana kondisi Gania saat ini.
tidak ada kabar dari Fauzi, aku sudah berulang kali mengecek Ponsel ku namun tidak ada Notifikasi yang masuk darinya..
ahirnya ujian hari ini selesai, aku bergegas keluar dan mencari Indri dan Lusi, namun ternyata kelas mereka belum bubar.
aku menunggu beberapa menit sampai Indri dan Lusi selesai.
"ayo." kataku menggenggam tangan Indri.
"bentar dih, Lusi ketinggalan." kata Indri.
aku menengok kebelakang, ternyata benar. Lusi belum keluar dari kelasnya.. hanya baru sebagian saja yang baru keluar dari kelas Lusi..
tidak lama Lusi keluar, aku langsung mengajaknya untuk langsung berangkat.
"ve."
"ve.."
"sabar sayang." kata Indri.
aku menatapnya..
"kan tadi pagi udah di bahas ve. tenang aja, lu jangan panik gini.. kita akan ke rumah sakit sekarang." kata Indri.
"sebelum itu kita beli makanan dulu untuk gania, seperti biasa." sambung Lusi.
__ADS_1
iya.. aku terlalu panik untuk saat ini.