
sore ini seperti yang sudah di rencanakan tadi siang. kami bertiga pergi ke Cafe baru itu.
saat aku Indri dan Lusi sampai disana. ternyata Cafe ini sudah rame.
dan Ruangan Outdor Cafe ini juga penuh.
padahal kami bertiga ingin sekali duduk di Outdor. namun karna penuh, mau tidak mau kami jadi duduk di dalam.
"pesen apa.?" tanya Indri.
kami melihat lihat menu yang ada di Cafe ini.. ternyata menu nya tidak terlalu banyak. dan menu yang ada pun hampir sama seperti di Cafe Cafe lain.
mungkin yang membuat tempat ini rame karna yang tadi sudah aku bilang.
Konsep dari Cafe ini yang membuat Pelanggan jadi tertarik. akupun begitu, tertarik kesini karna Konsepnya.
saat sedang memesan makanan Ponselku berbunyi. nama Ivan tertara di Layar.
aku mengangkat telpon dari Ivan..
"kenapa.?" tanya Lusi.
saat sambungan telpon dengan Ivan sudah terputus aku memberi tahu pada Lusi dan Indri, bahwa Ivan ingin kesini.
"yaudah ve, sharelok aja." kata Indri.
iya, aku langsung mengirimkan Lokasiku saat ini kepada Ivan.
15 Menit berlalu. pesanan kami sudah datang semua. kami mencicipi setiap makanan yang kami pesan, dan menurutku selain tempatnya yang enak.. makanan nya disini juga enak.
Worth it. sama tempatnya.
Ponselku kembali Berdering. Ivan kembali menelponku, dia bilang dia sudah ada di depan Cafe.
aku pamit sebentar kepada Indri dan Lusi untuk kedepan..
"hai.." ucapku saat bertemu Ivan.
"ko kamu bisa ada disini.." tanya Ivan.
aku tidak langsung menjawab pertanyaan darinya. namun mengajak Ivan untuk masuk terlebih dahulu.
biar aku jelaskan saja nanti di dalam sambil makan.
aku dan Ivan sampai di dalam, Ivan menyapa Lusi dan Indri.
"pesen dulu gih." ucap Indri.
Ivan mengangkat tangannya sebagai Kode untuk memanggil Waiters.
setelah pesan, kami berempat mengobrol. dan membahas rencana Hangout bareng itu.
Lusi sepertinya sudah tidak sabar dengan itu. karna dia yang paling bersemangat membahas Planing Hangout ini.
"keburu ujian loh. ayolah.." kata Lusi.
iya, Lusi benar. ujian tinggal beberapa hari lagi.
"jadi gimana.?" tanya Ivan.
__ADS_1
"ndri, lu gimana.." tanyaku pada Indri.
kami ber Diskusi tentang rencana Hangout ini. karna mengingat sebentar lagi Ujian, apakah kita akan pergi sebelum Ujian atau sesudah Ujian selesai..
karna masih belum menemukan jalan terbaik, ahirnya kami memilih untuk mendiskusikannya lain waktu.
kami mengalihkan Topik pembicaraan pada hal lain. dan banyak sekali hal yang di bahas.
Ivan pun yang kadi satu satunya laki laki di meja kami jadi ikut nimbrung mengobrol dengan kami.
padahal kami bertiga sedang bergosip..
"gue ke toilet bentar." kata Indri.
"gue kedepan bentar ya ve. ada telpon." ucap Lusi.
seperti biasa, kini tinggal aku dan Ivan di meja ini.
aku tau, Indri dan Lusi hanya beralasan saja..
merek berdua sengaja meninggalkan aku dan Ivan berdua disini.
"kamu ko kemarin ga bales chat aku.." tanya Ivan.
aku menjelaskan bahwa kemarin aku tidak sempat untuk membuka Whatsapp. karna menemani Indri.
dan rasanya tidak enak dengan Indri dan Lusi, karna saat mengobrol kemarin di kamar Indri tidak ada yang memegang Ponsel. benar benar hanya mengobrol.
"oh gitu." Ivan mengangguk..
tiba tiba Ivan memegang tanganku, dan itu sedikit membuatku terkejut.
"eh.." ucapku.
tidak, aku tidak apa apa. hanya kaget saja dengan tindakannya saat ini.
waktu sudah sore, aku berjalan sendirian di Komplek Perumahan ini. karna tadi Lusi memberi tahu bahwa dia dan Indri sudah pulang duluan.
sedangkan Ivan, dia juga tadi pamit untuk pulang terlebih dahulu.
aku sendiri telat menyadari bahwa Indri dan Lusi sudah pulang duluan, jadi aku kini berjalan kaki sendiri.
aku sampai di rumah Indri, kedua temanku itu tersenyum melihatku.
aku melepas Sandal yang aku pakai dan melemparkannya kepada mereka berdua.
"sial lu berdua ya, kebiasaan." cetusku sambil melempar Sandal.
"wuih, ve ngamuk si." ucap Indri sambil berdiri ketika dia menyadari ada Sandal melayang ke arah mereka.
"maaf ve, maaf banget ya. maaf." kata Lusi..
"gaada." jawabku.
aku mengambil Sandalku yang tinggal sebelah dan memegangnya kembali..
"anjir." kata Lusi.
"ayo ndri kabur.." lanjutnya.
__ADS_1
mereka berdua berlari di teras rumah Indri. dan aku sendiri tidak tinggal diam saat melihat mereka berdua berlari.
aku langsung Reflek mengejar mereka.
"sini lu." kataku sambil berusaha mengangkap Indri dan Lusi.
mungkin sikap kami sekarang terlihat seperti kekanak kanakan. tapi yang perlu di ketahui, kami bertiga Bahagia..
aku Indri dan Lusi duduk di teras sambil mengipaskan sebelah tangan kami.
karna setelah kejadian kejar mengejar tadi kami menjadi berkeringat kembali..
"eh tadi gimana sama ivan.." tanya Lusi.
aku menceritakan semuanya kepada kedua temanku ini. tadi saat Ivan memegang tanganku dia terlihat seperti ingin berbcara sesuatu..
namun tidak sempat, karna ada Panggilan masuk di Ponselnya. makannya Ivan tadi langsung pulang duluan.
dan aku yang telat menyadari Indri dan Lusi sudah pulang juga, duduk sendiri di Cafe menunggu mereka berdua.
obrolan di teras kami sudahi, karna waktu juga sudah mau malam. ahirnya kami kembali kedalam.
malam ini aku dan Lusi kembali menginap di rumah Indri. nanggung biar besok saja pulangnya.
selesai bersih bersih, aku dan Lusi juga meminjam baju tidur Indri.
"cantik, cantik.. ayo makan malam dulu. papa udah nunggu tuh." ujar tante Ela.
kami bertiga berjalan ke Ruang Makan. dan disana sudah ada om Dani, ayahnya Indri.
"malam om, tante.." ucapku.
"malam om, tante..." kata Lusi.
dua hari menginap disini aku baru bertemu dengan om Dani. karna beliau katanya baru selesai Tugas di Luar Kota.
"bagaimana kabar ve sama lusi.. kalian sehat sehat kan." tanya om Dani.
"sehat om.."
"alhamdulillah sehat om."
basa basi di ahiri. karna tante Ela menyuruh kami untuk makan terlebih dahulu.
ketika melihat suasana seperti ini, aku teringat kedua orangtua di Jakarta.
sudah 1 Bulan ini aku tidak menelpon mereka. hanya mengabari lewat chatt saja.
tiba tiba aku merasa kangen kepada kedua orangtuaku, dan rasanya aku ingin bertemu dengan mereka..
selesai makan aku pergi ke kamar terlebih dahulu, sedangkan Indri dan Lusi pergi ke Ruang TV.
aku mengambil Ponselku dan mencoba untuk Menghubungi orangtua ku.
telpon terhubung. rasanya bahagia sekali mendengar suara mama dari sebrang sana..
aku bertanya tentang bagaimana kabar mereka disana, dan bagaimana keadaan mereka disana.
mendengar kabar mereka baik baik saja hatiku rasanya tenang. namun itu tetap saja tidak bisa mengobati rasa rinduku.
__ADS_1
perlahan pipiku basah, tanpa aku sadari aku menangis..
mah, pah.. nanti Ve bakal pulang ke Jakarta. Ve rindu sama kalian..