I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
Lusi kemana?


__ADS_3

Setelah Drama Lusi menangis di dalam kelas, ahirnya semua murid keluar pagi ini. Untuk menjalani upacara.


Saat sedang upacara, Ve merasakan kepalanya sakit. Dan entah kenapa, rasa sakit itu datang secara tiba-tiba.


Lusi yang menyadari temannya itu sedang tidak baik-baik saja, menepuk pundaknya.


Belum sempat Lusi bertanya, Ve ambruk. Tidak sadarkan diri.


Lusi langsung berteriak meminta pertolongan, dan guru langsung berlari menuju kerumunan yang sedang mencoba untuk membangunkan Ve.


Siang Hari, Ve mencoba membuka matanya dengan keadaan kepalanya yang masih sakit.


Seperti sebelumnya, Indri dan Lusi ada di samping nya.


"Ve.." Ucap Indri saat Ve mencoba untuk duduk.


"Lah?" Ve merasa heran, karna dia ada di ruang UKS.


"Ko, gue disini?" Tanya Ve.


Setelah mendapat penjelasan dari Indri dan Lusi bahwa tadi saat upacara dia pingsan Ve bsru mengingatnya. Bahwa tadi dia memang merasakan sakit di kepalanya.


"Lu udah sarapan belum sih tadi?" Tanya Indri.


"Udah ko, mungkin ini badan gue nya aja lagi kecapean" Jelas Ve.


Bell Masuk berbunyi, dengan terpaksa Indri dan Lusi harus kembali ke kelas. Karna harus kembali mengikuti pelajaran selanjutnya, sedangkan Ve dia masih di ruang UKS. Dan kali ini dia sendiri.


Selang beberapa lama, ada yang mengetuk pintu. Dan masuk kedalam. Karna ruang tidur yang terhalang tirai, Ve belum mengetahui siapa yang masuk.


"Indri?"


"Lusi?"


Ve sedikit berteriak memanggil orang yang masuk tersebut. Dan menerka-nerka apakah itu Indri atau Lusi.


Tidak ada jawaban, hanya suara langkah kaki saja yang semakin mendekat. Saat tirai tersibak, Ve heran melihat Vino yang masuk ke ruang UKS ini.


"Ngapain lu disini?" Tanya Ve.


Vino tidak menjawab pertanyaan dari Ve, dia duduk di bangku yang ada di sebelah tempat tidur Ve.


"Lu gapapa?" Tanya Vino.


Ve tidak menghiraukan kehadiran Vino, dan lebih memilih untuk merebahkan badannya kembali. Dan memunggungi Vino.

__ADS_1


Sekolah selesai, Indri dan Lusi mengantarkan Ve ke Kosannya. Karna mereka takut Ve kenapa-napa.


Setelah sampai di kosan, Indri dan Lusi langsung pamit pulang. Ve mengerti, kedua temannya itu memiliki kesibukan lain. Dan Ve juga tidak apa-apa di tinggalkan sendiri disini.


Apalagi melihat Lusi yang memang sedang murung saat ini, dia belum bisa menerima kenyataan bahwa dia telah putus dengan pacarnya.


Sore Hari, Fauzi mencoba untuk menghubungi Ve. Dan dia beruntung, kali ini telponnya di jawab. Setelah sedikit mengobrol, Fauzi langsung meminta Ve untuk memberikan titik Lokasi nya saat ini.


"Baik. Kamu tunggu disitu saya kesana sekarang." Fauzi menyimpan Jas kerja nya dan langsung membawa beberapa Obat-obatan.


Saat di telpon tadi, terdengar suara Ve yang sedikit lemah. Dan sesekali dia juga mengalami batuk, setelah Fauzi bertanya beberapa kali. Ahirnya Ve bilang dia sedang sakit. Dan dia juga sempat pingsan tadi saat di sekolah.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, kini Fauzi sudah ada di depan Kosan Ve. Setelah dia mencocokan kembali titik lokasi yang Ve berikan, Fauzi mengetuk pintu.


Dan terlihatlah, Ve dengan wajahnya yang sedikit pucat disana.


Di tempat lain, Lusi terus memohon kepada pacarnya untuk tidak putus dengannya. Dengan segala cara dia membujuk pacarnya itu.


"Yang, itu kemarin si Eza adik kelas aku. Aku juga ga tau kalau dia ada disana" Jelas Lusi.


Namun sampai Lusi memelaspun, Gio pacarnya. Tidak mau menerima penjelasan dari Lusi. Dan tetap menunduhnya telah berselingkuh.


Lusi menangis di dalam kamarnya, dan meluapkan semua kekesalannya dengan membating apa saja yang ada di meja riasnya.


Malam Hari, Setelah mendapatkan pemerikasaan secara Pribadi dari Fauzi. Kini Keadaan Ve mulai membaik, selain itu dia juga di berikan beberapa Obat. Seperti obat penambah darah, dan obat untuk maagh.


6, Juni.


Indri datang pagi-pagi untuk menjemput ve. Namun karna keadaan Ve yang masih terlihat pucat, ahirnya Indri berangkat sendiri.


Saat sampai di parkiran sekolah dia juga tidak melihat ada motor Lusi disana.


Indri mencoba menghubungi Lusi, namun nomornya tidak aktif.


Indri tau, salah satu temannya itu sedang patah hatim Dan kemungkinan dia juga tidak akan masuk sekolah hari ini.


Karna hari kemarin saja, di kelas Lusi banyak melamun.


Siang Hari, sepulang sekolah Indri mencoba untuk menemui Lusi ke rumahnya. Namun beberapa kali memencet Bell. Tidak ada jawaban dari dalam rumah.


Ahirnya Indri pergi dan menuju ke Kosan Ve.


"Gue barusan dari rumah Lusi" Kata Indri.


"Gaada orang" Lanjutnya.

__ADS_1


Ve yang tidak mengerti dan belum mengetahui bahwa Lusi tidak masuk sekolah hari ini, hanya terdiam saja. Kebingungan dengan apa yang Indri ceritakan padanya.


"Masalahnya apa?" Tanya Ve.


Indri kemudian menceritakan bahwa Lusi juga tidak masuk sekolah hari ini. Dan ponsel nya tidak dapat di hubungi.


"Serius lu?" Ucap Ve sambil berjalan mengambil ponsel nya di meja rias.


Ve mencoba menguhubungi Lusi, dan ternyata benar. Nomornya tidak aktif.


"Ko banyak obat?" Tanya Indri yang baru menyadari ada beberapa obat di samping tempat tidurnya Ve.


"Iya, kemarin tuh. Dokter itu datang kesini meriksa gue. Dan inilah hasilnya" Ve menunjuk semua obat yang dokter itu berikan kemarin.


"Ko bisa dia kesini?" Tanya Indri.


"Nah iya! Lu ngasi nomor gue ke dokter itu kan?" Tanya Ve.


Memang sejak Indri mendapat telpon dan dokter itu menanyakan nomor ponsel milik Ve. Indri belum menceritakan itu semua pada Ve.


"Tapi lu ga marah kan sama gue?" Tanya Indri.


"Ga lah! Santai aja. Berguna juga sekarang gue ada dokter pribadi" Candanya.


Sore Hari, saat Indri masih mengobrol dengan Ve tiba-tiba ada panggilan masuk pada ponsel nya. Dan itu dari mama nya Lusi.


"Hallo Tante?" Ucap Indri.


"Indri, apa Lusi sedang sama kamu?" Tanya Mama Lusi.


Mendengar itu, Indri sudah bisa menebak. Bahwa Lusi tidak ada di rumah.


"Engga tante, lah saya pikir Lusi sakit. Dia kan ga masuk tadi juga" Jelas Indri.


Beberapa Saat kemudian sambungan terputus. Dan Indri memberi tahu Ve bahwa Lusi kabur dari rumah.


"Serius lu?" Tanya Ve kaget.


Ve dan Indri langsung keluar untuk mencari keberadaan Lusi. Pertama, mereka mendatangi warung tempat biasa mereka berkumpul. Tidak ada. Lusi tidak ada disana..


"Anjir nyari kemana ya?" Kata Indri.


"Pacarnya, lu kenal?" Tanya Ve.


Indri menggelengkan kepalanya, karna memang dia tidak mengenal pacar Lusi, hanya tau namanya saja dan tidak tahu lebih lanjut lagi.

__ADS_1


"Coba tanya Eza gimana?" Saran Ve.


Ahirnya Indri dan Ve menuju ke rumah Eza..


__ADS_2