I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 12.


__ADS_3

aku menatap sekitar. semua teman teman Vino masih menatapku.


"mulut lu yah.." ucapku kepada Indri.


Indri reflek menutup mulutnya dengan tangan dan meminta maaf kepadaku. yasudah lah tidak apa apa.


"jelasin.." ucap Indri ketika kami sampai di kelas.


"apaan.?" tanyaku.


Indri tetap meminta penjelasanku tentang yang tadi pagi.


tentang bagaimana bisa ada Dokter itu di kosanku sepagi itu.


aku menjelasankan pada Indri, dan juga Lusi. bahwa dia tadi pagi datang.


dan aku menjelaskan awalnya aku kira yang datang itu Indri. ternyata bukan.


tapi aku tidak memberitahu Indri dan Lusi tentang kejadian saat aku tidak sengaja memperlihatkan dada ku.


"oh jadi gitu.." ucap Indri dan Lusi.


pelajaran pagi ini selesai. kami bertiga pergi ke kantin, di lorong aku melihat ada Vino dan teman temannya.


mereka.. seperti sengaja melihat kami.


"permisi." ucapku saat aku mencoba melewati mereka.


"ve. kita harus bicara." ucap Vino sambil menarik tanganku.


aku yang sedikit di tarik oleh Vino ahirnya mengikuti langkahnya.


sedangkan Indri dan Lusi pergi duluan ke kantin. aku hanya berdua saja dengan Vino.


"ngapain kesini.?" tanyaku.


Vino membawaku kebelakang sekolah..


"lu, tidur sama laki laki.." tanya Vino.


awalnya aku tidak mau memberi penjelasan apa apa, karna menurutku tidak penting juga dia tahu atau tidaknya kejadian tadi.


memangnya dia siapa..


tapi setelah ku pikir ulang, aku tidak mau kalau sampai kabar ini menyebar ke seluruh siswa di sekolah ini. dan membuat namaku tercoreng.


jadi mau tidak mau aku memberi penjelasan kepada Vino.


setelah mendengar penjelasanku dia tetap tidak membiarkan ku pergi.


"gue suka sama lu ve." ucapnya.


aku mengernyitkan keningku..


maksudnya, dia nembak aku gitu.?


aku hanya diam tidak memberikan jawaban apa apa..


"gue laper, mau makan." ucapku sambil pergi meninggalkannya.


"ve, lo bakal jadi milik gue." teriaknya.

__ADS_1


aku tidak perduli, aku tidak mempunyai rasa apa apa kepada dia. dan aku tidak suka dengan orang yang so jagoan seperti dia.


"abis ngapain." tanya Lusi.


perkataan dari Lusi membuat ku berfikir, apakah Lusi dan Indri mengira aku mempunyai hubungan dengan Vino.?


dan menurut mereka aku sudah berbuat apa..


"mana makanan gue." tanyaku mengalihkan pembicaraan.


Indri menyodorkan semangkuk bakso kepadaku.


saat Indri membuka mulutnya, aku menaruh jariku di bibirnya..


"diem, gue laper mau makan. bentar lagi istirahat selesai." jelasku.


"tapi lu gak habis ngapa ngapain kan sama vino.." kata Indri.


aku menaruh sendok ku, aku menatap Indri dan Lusi bergantian.


"percaya sama gue. gue gak mungkin ngapa ngapain sama si vino itu. dan gue sama sekali gak punya hubungan apa apa sama dia. dan gak akan pernah mau. jelas.?" kataku.


akhirnya aku kembali memakan makananku sebelum waktu istirahat selesai.


jam pelajaran hari ini sudah selesai, aku berjalan menuruni tangga untuk ke parkiran.


saat aku sampai di parkiran, aku melihat ada satu mobil yang sangat aku kenal terparkir di luar sekolah ku.


fauzi.. iya, itu mobil nya Fauzi.


"ve.." ada seseorang yang berteriak kepadaku.


aku mencari arah suara tersebut sambil memakai helm yang indri berikan kepadaku.


aku melihat arah yang Indri tunjukan. disana ada Fauzi yang tersenyum sambil berjalan ke arahku.


"bentar." ucapku kepada Indri.


aku menghampiri Fauzi.


"hai." sapanya.


"hai.." balasku.


"sibuk ngga.?" tanya Fauzi.


"ve.. gue mendadak ada acara keluarga nih. gue harus pulang duluan." ucap Indri yang sudah ada di sebelahku.


belum sempat aku menjawab perkataan Indri, dia sudah melajukan motornya. meninggalkan ku di parkiran..


"eh.." ucapku.


"yaudah yu.." ucap Fauzi sambil memegang tanganku.


aku mengikutinya menuju ke mobil. tidak lupa sebelum masuk ke mobil aku juga melepas helm yang tadi sempat aku pakai.


sudah beberapa hari ini aku terus bertemu dengannya. dan aku sudah lupa ini pertemuan keberapa bersamanya..


"mau langsung pulang..?" tanya Fauzi.


aku sedikit berfikir, ya kemana lagi sih kalau bukan pulang.

__ADS_1


"jalan dulu mau ngga.?" lanjutnya.


iya sepertinya tidak ada salahnya juga.. lagian di kosan juga aku tidak ada kesibukan lain selain rebahan dan tidur.


"boleh." jawabku.


"tapi ke kosan dulu ya, aku ganti baju dulu." lanjutku.


akhirnya mobil menuju ke kosan dulu. tidak sampai kosan, tepatnya Fauzi menunggu di depan. sedangkan aku masuk untuk berganti pakaian dulu.


"yuk.." ucapku sambil menutup pintu mobil.


"kamu ada tempat atau apapun gitu hari ini yang mau kamu datangin..?" tanyanya.


aku tidak berfikir lama, karna memang aku tidak tau harus kemana dan rasanya tidak ada yang terlalu aku inginkan untuk hari ini..


ahirnya aku dan Fauzi memilih untuk makan terlebih dahulu. selanjutnya entah kemana biar di pikirkan nanti saja.


aku memesan beberapa makanan, namun dalam porsi yang sedikit. karna aku takut tidak bisa menghabiskannya.


setelah makan kami kembali kedalam mobil, dan membicarakan tujuan selanjutnya mau apa dan mau kemana..


ah aku benar benar tidak tau harus kemana, karna memang tidak ada rencana hari ini.


saat kami sedang mengobrol di mobil, tiba tiba ada telpon masuk kepada Fauzi.


dan itu dari Rumah sakit.


Fauzi harus datang ke Rumah sakit sekarang juga karna ada satu pasien yang harus segera mendapat penanganan.


"yaudah ayo tunggu apalagi, aku temenin kamu ke rumah sakit." ucapku.


ahirnya mobil menuju Rumah sakit, saat sampai Fauzi sedikit berlari. dan aku hanya berjalan saja sambil melihat lihat Taman di Rumah sakit ini.


aku melihat Fauzi berhenti dan berbicara kepada suster sambil menunjuk ku.


kenapa dia menunjuk ku...


tidak lama Fauzi kembali berlari dan suster yang tadi berbicara dengannya kini menghampiriku.


"lewat sini mba.." ucapnya.


"kemana.." tanyaku.


"ayo saya antar."


aku hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya. sedangkan aku sendiri tidak tahu suster ini akan membawa ku kemana..


saat sampai di lantai atas aku baru menyadarinya. ternyata dia membawaku ke ruangan Fauzi. iya, ruangan ini tempat aku mengambil hasil tesku pada waktu aku di rawat.


"tadi dokter bilang supaya mba menunggu nya di ruangan ini saja." jelas suster.


aku mengangguk, dan suster itu pun pergi.


aku melihat lihat meja kerja Fauzi. rapih sekali disini. ada beberapa buku catatan tentang pasien juga di meja nya.


aku membukanya, dan membaca setiap halaman..


ini semua hasil dari pemeriksaan pasien yang di tangani olehnya.. cukup banyak, dan aku merasa kagum dengannya.


karna menurutku dia pintar sekali, sampai di usia segini bisa menjadi seorang dokter.

__ADS_1


aku melihat jam, sudah mau sore.. dan Fauzi belum juga kembali..


__ADS_2