I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
RENCANA PULANG KE JAKARTA.


__ADS_3

pulang sekolah ini aku tidak pergi ke rumah sakit. dan memilih untuk langsung pulang.


entah kenapa, rasanya mood ku hancur sekali hari ini. mungkin aku akan mengurung diri di kamar, sendiri..


"ve.." teriak Indri.


"gue duluan ya ndri, maaf. gue lagi ga enak badan." kataku.


setelah Indri mengantarkan ku ke kosan aku langsung mengunci pintu, dan merebahkan badanku di kasur.


aku memegang leherku yang tadi sempat di cium oleh Vino..


ini udah ngga bener..


aku kembali beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi, aku harus mandi. dan membersihkan bekas kecupan Vino di leherku.


selesai mandi aku mematikan Ponsel ku. karna pintu sudah aku kunci, aku memejamkan mata ku.


saat aku sedang tertidur, ada suara ketukan dari depan. iya, sepertinya ada orang di depan kosan ku.


aku ingin melihat Jam berapa sekarang, namun aku telah mematikan Ponsel ku.


suara ketukan itu masih terdengar, dan aku tidak tau ada siapa di luar. karna hanya ada suara ketukan tanpa panggilan.


aku beranjak dari tempat tidurku, dan berjalan kedepan, karna suara ketukan di pintu ini benar benar mengganggu tidurku.


aku melihat dari jendela, untuk memastikan dulu siapa yang datang ini.


saat aku mengintip dari jendela, seperti nya orang yang ada di luar itu menyadari aku ada depan.


"ve.." ucapnya.


Fauzi.. iya, ini suara Fauzi.


aku memutar kunci dan membuka pintu..


"lagi tidur ya.?" tanya nya.


iya, aku bilang pada Fauzi bahwa sedari aku pulang sekolah tadi aku langsung tidur.


"pantesan ngga ada ke rumah sakit. gania nanyain kamu.." kata Fauzi.


aku menyuruh Fauzi untuk menunggu sebentar, sementara aku pergi ke warung depan untuk membelikan nya kopi terlebih dahulu.


"udah beres ujian nya sekarang.?" tanya Fauzi.


"udah, tinggal nunggu hasil nya aja hari senin." jawabku.


aku dan Fauzi mengobrol, tanpa mengetahui Jam berapa sekarang. namun bisa aku pastikan ini belum lewat tengah malam karna warung di depan masih buka.


"besok kamu kerja ngga.?" tanya Fauzi.


aku menjelaskan kepada Fauzi bahwa aku tidak akan bekerja dulu sementara waktu, jadi besok aku tidak akan pergi untuk bekerja.

__ADS_1


"besok kan hari minggu nih. gimana kalo kita jalan.?" ajaknya.


"kemana.?" tanyaku.


"terserah, kamu mau nya kemana.. apa ada tempat yang mau kamu datengin.?" katanya.


entahlah, jika di tanya seperti itu aku bingung. dan memang aku tidak tahu jika harus pergi, ya pergi kemana..


karna memang selama ini di hari sabtu dan minggu itu aku bekerja.


"gimana kalau ke tempat yang waktu itu.?" tanya Fauzi.


tempat waktu itu, iya. sepertinya dia mengajak ku ke Cafe yang terdapat danau itu.


"boleh." kataku.


tidak lama, Fauzi pulang dan aku kembali ke tempat tidurku.


sebenarnya aku belum makan malam, tapi aku memang tidak mempunyai nafsu untuk makan hari ini.


dan mengingat perbuatan Vino tadi siang, sepertinya aku akan pulang dan menetap di Jakarta saja.


tindakan Vino benar benar sudah keterlaluan..


pagi tiba, aku terbangun dalam keadaan lapar. iya, aku lapar sekali pagi ini..


aku mencuci muka dan mengenakan jaket, dan langsung pergi kedepan untuk membeli makanan.


padahal aku belum beres beres kosan, tapi tidak apa lah. biar nanti saja setelah sarapan aku beres beresnya.


saat sedang rebahan, Indri datang ke kosan.


"ve.." ucapnya sambil mengetuk pintu.


aku beranjak dari tempat tidurku, dan membuka pintu.


"wah, masih muka bantal." kata Indri.


iya, mungkin memang benar apa yang di katakan oleh Indri, karna daritadi aku hanya rebahan saja.


kebetulan ada Indri ke kosan, sepertinya aku akan menceritakan niatku untuk pindah ke Jakarta padanya.


"ndri, kayak nya gue ke jakarta sekalian pulang deh." ucapku


"maksud lu.?" Indri menatapku.


"iya, kayanya gue lanjut kuliah aja di jakarta."


Indri hanya diam saja mendengar perkataanku..


"tunggu tunggu.. kenapa.? kok tiba tiba gini." tanya Indri.


aku hanya beralasan bahwa aku akan melanjutkan pendidikan ku di Jakarta dan tinggal bersama kedua orangtua.

__ADS_1


Indri tidak boleh tau tentang apa yang dilakukan Vino kemarin. iya, Indri tidak boleh sampai tahu..


"ah kok lu gitu sih ve." kata Indri.


"udah kuliah di bandung aja." ajaknya.


aku menjelaskan kepada Indri bahwa sejauh apapun aku, Indri tetap sahabatku. dan sesekali pasti aku akan pergi main ke Bandung untuk bertemu dengan Indri.


"sumpah ga asik lu. apaan sih ko mau ninggalin gue." Indri terlihat cemberut dan bisa kulihat, matanya berkaca kaca..


aku memeluk Indri dan meyakinkan dia bahwa aku tidak akan lupa dengannya.


mana mungkin aku melupakan orang yang sudah menemani ku selama tiga tahun ini.


"tapi lu beneran kan bakal balik lagi ke bandung buat ketemu gue.?" tanya Indri.


ahirnya setelah menjelaskan panjang lebar Indri mengerti tentang kemauanku.


tapi aku juga bilang padanya untuk tidak memberitahu siapapun dulu. termasuk Lusi..


biarlah nanti saja aku bilang langsung kepada Lusi.


aku dan Indri kini sedang rebahan di tempat tidur ku, dan ya karna aku tidak akan kemana mana jadi sampai sudah siang seperti ini pun aku masih belum mandi.


"lu kapan berangkatnya.?" tanya Indri.


entah, aku belum tau akan pulang kapan ke Jakarta, namun sepertinya setelah nilai kelulusan di umumkan aku akan langsung pulang.


"boleh gue ikut.?" tanya Indri lagi.


"boleh, nanti gue kabarin ya kalo gue mau berangkat." jelasku.


iya, seperinya hari senin siang atau selasa pagi aku akan langsung pulang saja ke Jakarta. biarlah, nanti kosan ini tidak aku perpanjang lagi kontraknya.


aku sudah tidak ingin disini, Vino membuat hidup ku tidak tenang.


bisa saja aku menghindarinya, namun rasanya jika masih satu kota itu percuma saja.


apa dia benar benar terobsesi olehku.?


"ivan gimana.?" tanya Indri.


"ivan.?" tanyaku balik.


"lu tau kan, kalau kita memang satu kelas. sama ivan. dan memang temenan kan.?" kataku.


padahal aku pernah bilang pada Indri bahwa aku menjadi lebih dekat dengan Ivan waktu itu karna rasa bersalah ku yang membuat Ivan jadi bahan pukulan Vino dan teman temannya.


selain itu aku juga berteman baik dengan Ivan, hanya saja mungkin kemarin jadi sedikit lebih dekat.


waktu sudah sore, aku dan Indri pergi ke warung depan untuk membeli susu hangat.


biar tidak rebahan terus, jadi pergi ke warung sebentar.

__ADS_1


"rame banget." kata Indri.


iya, sore ini jalan rame banget, mungkin ini efek hari minggu dan mungkin karna memasuki masa liburan juga..


__ADS_2