
rasanya seperti aku masih sekolah saja, hari ini aku Indri dan Lusi bermain seharian dengan Gania.
ada sesuatu yang membuatku sedih, raut wajah Gania.
entah hanya perasaan ku saja, atau memang Gania nampak lebih pucat dari waktu terahir aku bertemu dengan nya.
"kamu kenapa ngga bilang mau main ke bandung, kan bisa aku jemput." ucap Fauzi.
main.. iya, aku tidak tahu ke Bandung itu untuk main atau untuk kembali menetap disini.
"kenapa?" tanya nya.
aku menceritakan semuanya kepada Fauzi. dan tahu kah apa respon darinya, dia kegirangan ketika mendengar mungkin aku akan kembali menetap di Bandung.
"ko seneng banget?" tanyaku.
"iya, jadi kalo aku kangen aku ga harus jauh jauh ke jakarta." ucap nya.
ada ada saja dokter ini, dia selalu saja membuat candaan kangen lah, suka lah sama aku..
"ve..pulang ngga?" tanya Indri.
aku melihat jam di ponsel ku, iya ini sudah mau malam sepertinya aku memang harus pulang.
aku berpamitan kepada Fauzi untuk pulang.
"lu mulai kerja kapan?" tanyaku pada Indri.
"gatau ve, sebenernya mau mulai dari kapan pun gue bisa langsung kerja" jelas Indri.
jadi, gue harus ngapain?" tanyaku.
"lah, mana gue tau. udah ah tidur udh malem.."
pagi ini Indri pergi ke tempat bibi nya, karna tadi bibi nya menelponnya.
jadi, aku sendirian di kamar Indri.
pergi nya Indri membuatku berfikir kembali, bagaimana denganku?
aku mencoba mencari kontak bu Rima. ketemu.
aku melakukan panggilan..
setelah panggilan terputus, aku bersiap siap untuk pergi ke Restoran hari ini,
aku memesan Ojek Online kembali, ini benar benar menjadi nostalgia bagiku. hanya kurang baju kerja saja.
"mba vani?" tanya abang ojek.
"ve!" jawabku singkat.
"tapi disini vani mba.." ucapnya memperlihatkan nama pemesan di aplikasi.
"iya itu saya, tapi jangan panggil vani. ve aja" jelasku.
"udah udah, ayo." lanjutku sambil naik.
di perjalanan kadang aku tersenyum sendiri, mengingat tadi aku yang kembali mendebatkan nama panggilan ku dengan abang ojek.
__ADS_1
entah kenapa rasanya, kemauan ku untuk kembali tinggal di Bandung semakin kuat.
"makasih bang" ucapku saat sampai di depan restoran.
seperti biasa, aku berjalan memutar menuju pintu karyawan, walaupun aku bisa saja lewat depan karna aku bukan karyawan disini lagi.
tapi aku tidak mau menganggu karyawan lain, karna aku memang tidak akan memesan jika datang lewat depan juga.
aku hanya akan bertemu dengan bu Rima.
"ve?"
mba Rita memeluk ku saat aku baru saja masuk, dia mencium pipi ku dan sedikit menekan nya.
"aduh mba sakit.." kataku.
"maaf maaf, mba kangen banget sama kamu" ucapnya.
aku memeluk balik mba Rita dan bilang padanya bahwa aku juga kangen padanya.
aku melihat kedepan, Tika dan Ega sedang sibuk disana, dan sepertinya ada karyawan baru.
"mba aku ke ruangan bu rima dulu ya" ucapku.
aku sampai di ruangan bu Rima, tidak lupa aku mengucap salam terlebih dahulu saat masuk tadi.
bu Rima tersenyum melihat kedatangan ku..
"apakabar?" tanyanya.
"baik bu, baik sekali." jawabku.
"jadi apa kamu sudah menemukan pilihan kamu?" tanya bu Rima.
aku menjelaskan secara detail pada bu Rima, bahwa untuk pilihan awalnya aku memang sudah menentukannya.
namun ketika aku ingat kota Bandung, aku merindukan nya. dan Ayah juga memberi saran padaku kenapa tidak di Bandung saja.
"jadi akan kuliah di bandung?" tanya bu Rima.
"saya masih mempertimbangkan nya bu. entah saya akan kuliah, atau kembali bekerja disini." kataku.
seperti yang sudah pernah aku bilang, kapanpun aku mau.. bu Rima akan dengan senang hati menerima aku kembali bekerja disini.
setelah mengobrol dengan bu Rima aku keluar dari ruangannya, namun tidak langsung pulang.
aku duduk sebentar di sebelah mba Rita yang sedang menyiapkan pesanan.
"itu, karyawan baru ya mba?" tanyaku.
"iya, tapi katanya dia kenal sama kamu loh" ucap mba Rita.
kenal padaku, siapa..
"namanya eca." ucap mba Rita.
Eca, siapa Eca.. kenapa dia mengenal ku.
"kenal ngga?" tanya mba Rita.
__ADS_1
aku mencoba mengingat nama Eca, namun aku benar benar lupa siapa itu Eca.
"gatau mba, aku lupa" jawabku.
kini aku sudah pulang dari restoran. aku ingin makan siang dulu di taman.
"makasih bang." ucapku ketika aku sudah sampai di taman.
aku pergi ke tempat soto, namun masih tutup..
aku berjalan kembali, untunglah mie goreng kesukaan ku sudah buka.
selesai makan, aku menyebrang ke warung tempat aku membeli susu.
"teh, susu satu ya"
aku duduk sambil meminum susu..
aku berjalan menuju kosan lama ku, dan kebetulan sekali ada Ibu kos disana sedang menyapu.
aku menghampiri dan menyapa Ibu kos.
"ada yang mau nempatin ya bu?" tanyaku pada Ibu kos karna dia sedang membersihkan kosan kosong di sebelah kamar kosku yang dulu.
"tidak neng, hanya di bersihkan saja.." aku melihat lihat kedalam kosan yang sedang di bersihkan itu.
"bu, apa kamar kosan aku yang lama udah ada yang nempatin?" tanyaku.
sedikit kecewa mendengar jawaban dari Ibu kos, karna memang ternyata sudah ada yang menghuni nya.
padahal perasaan ku baru beberapa hari yang lalu aku pindah.
"bu, ini saya aja." Ucapku sambil melihat lihat kamar mandi nya.
"neng mau ngekos disini lagi?" tanyanya.
"iya, bu sepertinya saya akan kerja di bandung. jadi saya ngekos disini deh udah nyaman juga." entah kenapa, aku tiba tiba saja mengambil kamar kos kosong ini.
sore ini juga aku langsung serah terima kunci dengan ibu kos, dan langsung melakukan pembayaran untuk 6 bulan kedepan.
"neng nota pembayaran nya nanti ibu anterin ya.." ucapnya.
Ibu kos pulang, aku masih mengamati kamar kosan baru ku.
aku mencoba menelpon Indri, namun dia tidak menjawabnya. dan aku juga belum tau, apakah dia sudah pulang atau belum saat ini.
aku bersandar, dan entah harus berbuat apa. tiba tiba aku bingung sendiri..
aku menelpon Fauzi, dan memberi kabar padanya bahwa aku akan kembali menetap di Bandung.
"kamu dimana sekarang?" tanya Fauzi.
aku mengalihkan panggilan pada panggilan video.
"ini, tempat yang lama. tapi kamar kosan yang di sebelahnya. soalnya yang bekas aku udah ada yang ngisi." kataku.
"emang udah pindah kesitu?" tanya Fauzi.
"udah aku bayar tadi buat 6 bulan. aku tinggal ngambil barang barang aku aja ke jakarta." ucapku.
__ADS_1
rasanya ada sedikit penyesalan, kenapa aku harus langsung membawa semua barang barangku ke jakarta saat itu, jadi sekarang aku repot kembali membawanya ke Bandung lagi.