I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 15.


__ADS_3

aku terbangun dan melihat Ponselku. sudah jam 5.15 pagi.


selain itu, aku juga melihat ada banyak sekali Notifikasi yang masuk.


sebelum aku beres beres, aku membalas chatt yang masuk terlebih dahulu.


cukup lama bermain Ponsel, aku langsung beres beres dan pergi mandi.


karna aku takut kesiangan. belum lagi aku harus sarapan dulu..


saat baru saja selesai mamakai seragam. Indri datang.


aku belum sempat sarapan.


"tunggu gue sarapan dulu." ucapku.


"telat kita nanti.." ucapnya.


aku melihat jam, ternyata benar. sudah hampir jam setengah 7.


ah sudahlah, mungkin aku sarapan di kantin saja.


aku berangkat kesekolah. saat sampai di parkiran terasa sepi.


wajar saja, karna Vino dan teman temannya yang selalu berada di parkiran pagi pagi. mendapat sangsi skors dari Guru.


aku menitipkan tasku kepada Indri. sedangkan aku akan ke kantin terlebih dahulu untuk membeli sarapan.


ya, mungkin makan roti saja. untuk mengganjal perut.


belum sampai di kantin, Bell sudah berbunyi.


tapi aku lapar...


aku berlari menuju kantin dan mengambil dua bungkusan roti.


"bu bayarnya nanti ya, udah bell saya belum sarapan." ucapku sambil kembali berlari menuju kelas.


untung saja ketika sampai di kelas belum ada Guru disana.


aku langsung duduk dan makan roti itu dengan sedikit terburu buru. karna takut Guru akan masuk kelas.


sial, aku lupa membeli minum. dan roti yang aku makan tidak tertelan.


tenggorokanku kering.


aku terbatuk batuk..


Indri dan Lusi menepuk nepuk punggungku.


"pelan aja kali." ucap Indri.


"air. air..." kataku.


"air darimana, emangnya gue anak sd bawa botol air." cetus Lusi.


benar juga kata mereka, mana mungkin mereka membawa air di tasnya.


Indri dan Lusi mencoba meminta air kepada seluruh teman sekelasku.


namun sayang sekali. tidak ada yang membawanya.


aku berlari keluar kelas dan kembali ke kantin.


di lorong, aku sempat bertemu dengan Guru yang akan mengajar di kelasku.


aku beralasan bahwa aku sudah tidak tahan ingin ke kamar mandi..

__ADS_1


saat aku sedang duduk di kantin sambil minum, ada yang menepuk pundak ku.


saat aku berbalik, ternyata itu Guru..


"kamu bolos.?" tanya Guru.


"emm, engga pa.." belum selesai aku berbicara, aku di suruh ikut ke ruang Guru.


sial sekali pagi ini, aku terkena hukuman lagi. dan harus berdiri di lapangan sampai jam pelajaran selesai.


"minum." ucap Eza menyodorkan satu botol air mineral.


"ko kamu ada disini.." tanyaku.


"iya, tadi mau ke toilet ga sengaja liat ke lapangan eh ada kamu. lagi di hukum ya.. kenapa.?" tanyanya.


aku tidak menjawab pertanyaannya dan melanjutkan hukumanku.


berdiri di lapangan sambil hormat kepada bendera..


untunglah pagi ini cuaca tidak terlalu panas.


namun aku juga berharap, jangan sampai hujan.


bisa bisa aku kebasahan.


Eza berdiri di sampingku. padahal aku sudah bilang padanya untuk kembali ke kelas saja.


namun dia tidak mau, dan bilang mau menemani ku. sampai hukumanku selesai.


ah sudahlah, biarkan saja dia berbuat semaunya saja.


Bell istirahat berbunyi. Guru menghampiriku.


dan tentu saja, Guru itu juga merasa heran. kenapa ada Eza di sampingku..


"saya kena hukuman juga pak.." ujar Eza.


aku menatap Eza, aku tahu dia tidak terkena hukuman apa apa..


aku berjalan ke kantin, disana sudah ada Indri dan Lusi juga.


mereka bertanya aku pergi kemana, kenapa tidak masuk kelas lagi.


ketika aku menjelaskan yang terjadi, mereka menertawakanku.


"tawa hayo yang puas." ucapku.


saat sedang makan aku berbicara kepada Indri, dan mengajaknya untuk menemani ku ke rumah Ivan nanti sepulang sekolah.


karna Ivan memang tidak masuk hari ini, dan aku tahu mungkin keadaannya belum membaik.


atau tangannya masih sakit.


Indri mengangguk, dan mau menemaniku kesana.


Lusi juga akan ikut..


"udah ayo masuk." ucap Lusi.


aku Lusi dan Indri kembali ke kelas. tidak lupa sebelum kembali ke kelas, aku membeli satu botol air mineral.


karna kejadian tadi pagi, aku jadi berfikir mungkin aku harus selalu menyediakan air minum.


saat sekolah selesai, aku Indri dan Lusi langsung mampir ke warung untuk membeli makanan..


bukan untuk kami. tapi untuk di bawa ke rumah Ivan.

__ADS_1


tidak lupa, dalam perjalan aku juga membeli dulu sedikit buah buahan.


"lu deh yang ketok." ucap Indri.


saat ini kami bertiga sudah sampai di depan rumahnya Ivan.


aku sedikit lupa dengan rumahnya. untung saja Indri dan Lusi mengingatnya.


tapi, kami bertiga sama sama malu untuk mengetuk pintu.


hingga, saat kami sedang berbicara dan berunding tentang siapa yang akan mengetuk pintu. pintu itu terbuka..


"permisi tante, saja teman nya ivan." ucapku saat ada seorang perempuan membuka pintu.


mungkin ini orangtuanya Ivan..


kami di persilahkan untuk masuk. dan langsung di tuntun untuk ke kamarnya Ivan.


karna Ivan memang sedang berbaring, jadi orangtuanya menyuruh kami untuk langsung masuk ke kamarnya saja.


"misi..." ucap Lusi membuka pintu kamar Ivan.


Ivan yang melihat kedatangan kami bertiga langsung duduk dan mempersilahkan kami untuk masuk.


"ve.." ucap Ivan ketika aku duduk di sebelahnya.


"emm, gimana keadaan kamu.?" tanyaku.


"aku ngga papa ko ve. cuma memang sengaja tidak sekolah dulu istirahat satu hari ini. besok juga masuk lagi.." jelasnya.


aku melihat wajahnya. masih ada beberapa bekas luka pukulan disana.


ternyata dalam juga bekas lukanya, sampai sudah lewat satu hari saja bekasnya masih ada.


"maaf van.." ucapku.


"ve, udah berapa kali aku bilang. ini bukan salah kamu, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah dan terus terusan meminta maaf seperti ini." jelasnya.


ya tetap saja, aku merasa bersalah. karna perkelahian itu tidak akan ada andai aku menuruti kemauan Vino untuk mengikutinya.


aku Lusi dan Indri memberikan bungkusan yang di dalamnya berisi makanan ringan dan botol minuman dingin.


tidak lupa dengan buah nya juga.


namun Ivan menolaknya. dan malah menyuruh kami untuk makan bersama.


ahirnya kami berempat mengobrol di kamar Ivan, sambil memakan cemilan yang kami beli tadi.


saat sedang mengobrol tiba tiba terdengar suara petir. dan itu cukup kencang..


aku Indri dan Lusi saling bertatapan.


"hujan ya.?" tanya Indri.


benas saja, tidak lama setelah suara petir itu. hujan turun begitu deras.


"duh gimana nih.." tanya Lusi.


iya, aku juga memikirkan hal yang sama dengan lusi. bagaimana untuk pulang jika hujan begini.


"udah disini aja dulu." ucap Ivan.


tidak lama Mama nya Ivan masuk ke kamar, dan mengajak kami untuk makan bersama.


"ayo tante.." ucap Indri.


"wah kebetulan." timpal Lusi.

__ADS_1


aku hanya tertunduk, melihat tingkah mereka..


__ADS_2