I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 32.


__ADS_3

"aduh yang bener dong. sakit ini.." kata Indri ketika dia secara tidak sengaja di senggol oleh orang lain.


"aduh.." Indri mengusap usap paha nya karna saat di senggol barusan paha Indri mengenai tiang besi.


hari ini kami bertiga sore sekali datang ke rumah sakit. ini sudah pukul 17.20.


tadi hujan reda pukul 14.15. namun kami memang pulang dulu ke rumah untuk berganti pakaian, karna Lusi juga tidak nyaman dengan rok nya yang basah tadi.


"itu dokter yang suka sama lu kemana ve." kata Lusi.


"fauzi." jawab ku.


"iya itu. kemana dia.. perasaan ko ga ketemu." lanjut Lusi.


iya, padahal kami sudah ada di Lantai dua. dan tadi juga kami bertiga sudah melewati ruangan Fauzi. namun dia memang tidak ada di ruangan itu.


mungkin dia sedang berada di ruangan pasien untuk memeriksa nya..


aku membuka pintu secara perlahan..


terlihat dari dalam Gania sudah mengintip kedatanganku.


"hai.." sapaku.


"kakak.." ucap Gania.


aku Indri dan Lusi saling bergantian untuk memeluk Gania.


"eh ini kakak ada hadiah lagi buat kamu." kata Indri.


"taaaraaaa.." kata Indri sambil mengeluarkan cerita bergambar.


Gania sepertinya sangat senang dengan apa yang di berikan oleh Indri. saat Gania memeluk Indri aku melihat Indri mengusap matanya.


aku tau, dia menangis..


"terharu gue." kata Lusi.


karna hari sudah malam, kami tidak bisa mengajak Gania untuk pergi jalan jalan hari ini.


aku juga meminta maaf dan menjelaskan kepada Gania kenapa aku Indri dan Lusi datang nya sangat sore.


"aku nyusahin kakak ya.." tanya Gania..


"eh, engga ko sayang."


"engga cantik."


"jangan ngomong gitu yah."


"kami semua sayang sama gania."


itu lah respon cepat dari kami bertiga saat Gania berkata seperti itu.


kami tidak merasa di repotkan, dan kami bertiga senang bisa menemani Gania disini.

__ADS_1


hari semakin malam, kami bertiga berpamitan kepada Gania untuk pulang.. dan berjanji akan datang kesini lagi besok.


saat sampai di kosan, ada panggilan masuk pada Ponsel ku.


Fauzi..


"hallo.." ucapku..


Fauzi menanyakan, apakah tadi aku datang ke rumah sakit atau tidak. setelah aku beri tahu bahwa aku datang kesana Fauzi meminta maaf.


karna tadi dia memang sedang memangani pasien yang lain..


"udah gapapa ko. aku juga ngerti." jawabku.


setelah sambungan terputus aku pergi ke ruangan depan untuk makan malam, karna tadi sebelum pulang ke kosan aku sempat mengajak Indri dulu untuk menemani ku membeli makan malam..


selesai dengan makan. aku mengunci pintu dan langsung merebahkan diri di atas kasur. karna masih ada 3 hari lagi untuk ujian jadi aku tidak boleh tidur terlalu larut malam.


pagi tiba, seperti biasa aku melakukan aktivitas rutin ku di setiap pagi. dan tidak lupa, setelah itu aku juga membeli sarapan kedepan.


terdengar suara motor berhenti di depan kosan ku. pasti itu Indri.


"udah siap.." tanya Indri.


tentu. tentu saja aku sudah siap..


"eh ini ndri, masukin ke bagasi." ucapku sambil memberikan jas hujan yang kemarin aku pinjam dari Indri.


tidak lama kami sampai di sekolah. dan seperti biasa, kami bertiga jalan bersama menuju Lantai dua. dan berpisah di kelas masing masing..


aku keluar dari kelas dan menuju ke kantin, sambil berjalan aku mengirimkan pesan kepada Indri dan Lusi. bahwa aku sudah selesai dengan Jam pertama dan saat ini aku sedang ke kantin.


saat aku selesai mengirim pesan itu, ada yang menepuk pundak ku.


"vino." ucapku ketika menoleh kebelakang. ternyata Vino yang menepuk pundak ku itu.


"mau kemana." tanya Vino.


"ke kantin.." jawabku sambil kembali berjalan.


baru saja beberapa langkah berjalan, Vino menahan tangan ku..


"satu kali ini. ikut sebentar ya.." katanya sambil berjalan.


aku yang tidak mau ada kejadian seperti waktu itu yang menimpa Ivan ahirnya menuruti kemauan Vino.


"lepasin dong tangannya gak enak di liat yang lain." kataku, karna Vino masih saja menggenggam tangan ku.


aku tahu. saat ini dia akan membawaku kemana aku tahu.. ke belakang sekolah.


"ve.." ucapnya.


"kenapa vin." tanyaku.


"tolong jelasin foto ini.." kata Vino memperlihatkan sebuah foto. dan di foto tersebut ada Eza yang sedang memegang tangan ku di parkiran sekolah.

__ADS_1


foto ini, iya.. ini saat Eza mengajak ku untuk pulang bareng.


"dapat dari mana.?" tanyaku.


Vino tidak menjawab pertanyaanku, dan tetap menyuruh ku untuk menjelaskan kenapa bisa Eza sampai memegang tanganku.


"emang penting ya.?" tanyaku lagi..


"iya, ini penting banget." kata Vino.


rasanya, tidak ada yang perlu aku jelaskan kepada Vino. karna memang foto ini hanya saat Eza mengajak ku untuk pulang bersama saja.


dan mungkin memang ada yang mengambil gambar ini dengan sengaja. di momen yang pas.


momen saat Eza memegang tangan ku..


aku berbalik dan meninggalkan Vino sendirian.


aku tau, Vino saat ini sedang marah karna bisa aku lihat dari raut wajahnya.


"eh eh, tadi ngirim chat katanya di kantin. ko baru sampe lewat mana lu.. nyasar.?" tanya Lusi ketika aku sampai di kantin.


"barusan gue ke toilet dulu." elak ku.


aku tidak ingin memberitahu mereka berdua bahwa barusan aku bertemu dengan Vino. karna itu menurutku tidak penting.


selesai makan, aku Indri dan Lusi kembali ke kelas masing masing. dan seperti biasa, janjian dulu untuk saling menunggu nanti ketika pelajaran hari ini selesai.


jam pelajaran selesai, aku mendapati sebuah pesan di Ponsel ku. baru 5 menit yang lalu..


ternyata Indri selesai lebih cepat duluan..


aku berjalan ke parkiran sekolah dan mendapati Indri sudah ada disana.


"lusi mana." tanyaku.


Indri bilang, kalau Lusi masih belum selesai, karna saat Indri berjalan melewati kelas Lusi disana masih sedang mengerjakan ujian.


oke, ahirnya aku dan Indri menunggu Lusi dulu sebentar.


sekitar 10 menit Lusi datang..


"hallo." ucapnya heboh. huh, anak ini..


"gas ke rumah sakit.?" tanya Lusi.


iya, inilah kegiatan kami bertiga sekarang. sepulang sekolah kerumah sakit sampai sore..


untuk apalagi kalau bukan untuk menemani Gania bermain.


siang ini kami tidak berganti pakaian terlebih dahulu, seperti hari kemarin. karna cuaca cerah sekali tidak apa lah tidak ganti baju dulu juga..


hari ini bagian ku untuk membeli sesuatu buat Gania. walaupun tidak seberapa, setidaknya ini bisa membangkitkan semangat Gania untuk sembuh dari penyakit yang mengerogoti tubuhnya itu.


aku Indri dan Lusi sangat berharap bahwa Gania bisa sembuh dan sehat seperti anak anak yang lainnya..

__ADS_1


__ADS_2