
malam ini aku sudah rapih, dan sedang menunggu Fauzi untuk menjemputku.
mungkin malam ini juga aku akan bilang padanya bahwa aku akan pulang ke Jakarta dan menetap disana, bersama orangtua ku.
Ponsel ku berdering. Fauzi melakukan panggilan.
"hallo.."
"iya, aku kedepan sekarang."
aku berjalan kedepan, karna Fauzi bilang dia sudah ada di depan..
"hai.." ucapnya.
"hai.." kataku sambil masuk ke mobil.
malam ini aku dan Fauzi akan pergi ke danau yang waktu itu Fauzi sempat membawa ku kesana.
dalam perjalanan, aku hanya diam saja. dan terlarut dalam pikiranku sendiri.
mungkin esok lusa aku sudah tidak tinggal di kota ini lagi, dan aku akan merindukan tempat ini.
seperti biasa, mobil di parkir di luar, dan aku berjalan sebentar menuju Cafe itu.
"kamu mau makan apa.?" tanya Fauzi.
aku melihat lihat menu makanan yang ada disana, dan memesan..
selama ini Fauzi baik sekali kepadaku, dan sekarang aku menjadi bingung bagaimana cara aku menyampaikan keputusan ku ini padanya.
"kamu kenapa.?" tanya Fauzi menyadari aku hanya diam saja sedari tadi.
"engga aku gapapa." jawabku singkat.
"kamu ngga terlihat baik baik saja, kenapa.?" tanya nya lagi.
"nanti saja aku ceritain." kataku.
selesai makan aku berjalan ke depan, ke bibir danau..
dan duduk di pinggir.
Fauzi menghampiriku dan duduk di sebelahku. aku tau, dia menatap ku sekarang ini, bisa aku lihat dari ekor mataku.
"cuaca bagus banget malam ini." katanya.
iya, cuaca memang bagus. namun tidak dengan suasana hati ku..
"apa yang mau kamu bicarain tadi.?" tanya nya.
aku menarik nafas dalam, mungkin ini waktu yang tepat aku harus bilang padanya..
saat ini aku sedang dalam mobil, untuk pulang ke kosan. namun mobil tidak kunjung melaju juga, dan Fauzi terlihat diam saja sedari tadi.
"kamu yakin.?" tanya Fauzi.
iya, sepertinya aku mengerti apa yang dia maksud. dan iya, ini keputusan ku.
Fauzi menatap ku..
"ve, aku suka sama kamu." katanya lagi.
__ADS_1
aku hanya diam saja, pandangan ku seakan terkunci olehnya saat ini.
mata kami saling bertemu, dan perlahan Fauzi semakin mendekat.
aku memejamkan mataku..
mungkin untuk sekali ini aku akan membiarkan ini terjadi.
pelan dan penuh perasaan, Fauzi mencium bibir ku dengan sangat lembut...
saat sampai di kosan, aku langsung mengunci pintu. Fauzi juga langsung pulang.
aku menatap ruangan ini yang sekarang sudah tidak ada barang barangku. karna aku sudah merapihkan nya, dan memasukan semua barangku kedalam koper dan tas.
kecuali untuk seragam, aku akan memakainya sekali lagi besok untuk melihat hasil ujian ku di sekolah.
pagi tiba, aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. aku sudah memberi tahu Indri, bahwa aku sudah memesan Taksi Online.
Indri datang ke kosan ku, dan menyimpan motornya disana. kami berdua ke sekolah naik Taksi Online yang sudah aku pesan.
"pak, ke sekolah dulu ya sebentar. habis itu kita ngambil barang barang kesini lagi." kataku.
semalam, selain mengabari Indri, aku juga sudah memberitahu Lusi. dan dia juga akan ikut mengantarkan ku ke Jakarta. bersama Indri.
orangtua ku juga sudah aku hubungi semalam. dan hari ini mereka akan menunggu ku di rumah.
"udah siap.?" tanya Lusi.
"iya, lu bawa baju ganti kan.?" tanyaku.
Lusi dan Indri akan menginap beberapa hari di rumahku nanti, jadi Lusi dan Indri juga membawa pakaian dan perlengkapan lainnya.
"fauzi gimana.?" tanya Indri.
dia hanya bilang, maaf karna dia tidak bisa mengantarkan ku ke Jakarta. namun di lain hari dia akan datang untuk menemui ku kesana.
aku menatap sekolahku ini, sekolah yang selama 3 tahun ini memberikan banyak kenangan padaku.
aku pasti akan merindukannya, merindukan tempat ini.
"ve ayo.." ucap Indri dari kaca mobil.
aku kembali berjalan masuk ke mobil, hasil ujian sudah aku ketahui dan aku lulus.
aku kembali ke kosan, dengan Indri dan Lusi untuk mengambil semua barang barangku.
Indri juga pulang terlebih dahulu untuk menyimpan motor nya.
"makasih ya bu.." ucapku kepada pemilik kosan sambil memberikan kunci kosan itu padanya.
Indri sudah datang kembali di antarkan oleh Ojek Online..
kami bertiga masuk ke dalam mobil..
"pak jalan." kataku.
sepanjang jalan Indri dan Lusi memeluk ku, aku di himpit di tengah oleh kedua temanku ini di kursi belakang.
"gue pasti bakal kangen banget nanti sama lu ve." kata Lusi.
"iya, sama gue juga." sambung Indri.
__ADS_1
iya, aku juga pasti akan merindukan kedua sahabat ku ini.
waktu berlalu, ahirnya aku tiba juga di Jakarta.
"yang mana ve rumahnya.." tanya Indri.
Lusi dan Indri celingak celinguk melihat lihat keluar.
"pak depan sana belok kiri, masuk pagar biru." kataku pada supir.
"klakson aja pak, nanti ada yang bukain." kataku saat sampai di depan pagar rumahku.
tiba tiba suara pintu gerbang terbuka, itu pak amin, supir keluarga ku.
"bibi..." teriak ku.
"eh ve.." ucapnya sambil kembali masuk ke dalam setelah membuka pagar.
mobil masuk kedalam..
"ayo turun." ajak ku pada Indri dan Lusi.
saat aku turun, sudah ada Ayah dan Ibu ku di depan.
aku mengeluarkan koper dan tas ku terlebih dahulu..
"biar bibi aja yang bawain." kata bi imah.
aku tersenyum melihat kedua orangtua ku, dan aku langsung berlari menghampiri mereka..
"ayah, ibu.." aku memeluk mereka berdua.
aku sangat merindukan mereka berdua, 3 tahun ini aku tidak bertemu dengan mereka dan hanya mengetahui kabarnya lewat Video Call saja.
"ahirnya kamu pulang juga ve." ucap Ayah.
"ve kangen banget sama ayah dan ibu." aku menangis di pelukan mereka, rasanya sekarang rindu yang benar benar terobati.
setelah berpelukan dengan Ayah dan Ibu. aku Indri dan Lusi masuk ke rumah dan kami langsung makan bersama..
"yang ini namanya siapa.." tanya Ayah pada Indri.
"saya indri om.." ucap Indri.
"kalau yang ini.." tanya Ibu.
"kalau saya lusi." jawab Lusi.
aku menceritakan kepada Ayah dan Ibu bahwa Lusi dan Indri lah yang menemani ku selama tiga tahun ini.
dan mereka sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri..
"makasih ya, udah mau temenan sama ve.." kata Ibu.
Indri dan Lusi mengangguk, dan kami semua berlanjut untuk makan terlebih dahulu..
selesai makan kami bertiga naik ke Lantai 2 dulu. untuk menuju kamarku.
saat aku masuk ke dalam, kamar ini masih terlihat sama, tidak ada yang berbeda.
"ini kamar gue." kataku pada Lusi dan Indri.
__ADS_1
"gue ngga ngerti, ekonomi lu sebaik ini dan lu ngekos di tempat kecil.?" kata Indri.
iya, sepertinya Indri menyadarinya. ini semua bukan harta milik ku tapi ini harta orangtua ku. dan ada alasan lain mengapa aku memilih sekolah di Bandung..