I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
Perebut Mie Goreng


__ADS_3

Malam ini Ve akan pergi keluar bersama Indri, karna ini malam minggu. Dan mumpung Ve pulang kerja masih sore. Jadi terdapat waktu untuknya, untuk menikmati malam ini.


Indri datang, dengan pakaian lengkap Khas Ootd anak perempuan jaman sekarang. Tidak lupa dia juga membawa Kamera Polaroid, untuk mengabadikan momen malam ini bersama sahabatnya.


"Lu udah siap Ve?" Tanya Indri.


"Sebentar" Ucap Ve yang masih memakai sepatu nya. Tidak lama, mereka pergi.


Karna malam Minggu, jalan begitu rame. Di penuhi anak-anak seusianya yang memang memiliki tujuan yang sama dengan mereka. Menikmati malam minggu.


Mereka Menyimpan motor di parkiran, dan berjalan ke tengah alun-alun. Ve memejamkan matanya saat dia merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.


"Sejuk sekali" Gumamnya.


Tidak lama, mereka kembali mengendarai motor dan berpindah ke tempat selanjutnya. Indri mengatakan akan membawa Ve ke tempat yang memang belum pernah Ve kunjungi sebelumnya.


Ve yang notaben nya memang perantau di Bandung ini hanya menangguk saja, dan mengikuti kemana Indri akan membawanya saat ini.


"Ayo" Ajak Indri setelah menyimpan motornya di parkiran.


Saat ini mereka berdua berada di sebuah danau yang terletak di pinggiran kota. Lengkap dengan sebuah Cafe kecil di pinggir nya.


Saat Ve melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini, dia membelalakan matanya. Dan merasa tidak percaya ada tempat seperti ini di tengah padatnya Kota Bandung.


"Ko lu baru ngasih tau gue sekarang sih ada tempat sebagus ini?" Tanya Ve kepada Indri.


Indri tersenyum dan diam-diam mengambil gambar Ve dari samping. "Ini" Ucap Indri memperlihatkan poto dirinya.


5, Juni.


Ve kembali dengan aktivitas di hari libur sekolahnya. Yaitu bekerja. Sama seperti kemarin tidak ada yang terlewat. Ve membersihkan dulu Kosan nya ketika dia akan berangkat bekerja.


"Teh, Nasi satu ya"


"Bungkus neng?" Tanya Teteh penjaga warung.


Setelah membeli Nasi Ve kembali ke Kosan nya, sambil makan dia melihat ponsel nya. Karna memang saat dari kemarin keluar dengan Indri, Ve tidak mengecek ponsel nya sama sekali.


Dan terlihatlah di layar ponsel nya, seperti biasa. Banyak panggilan tidak terjawab. Ve mengernyitkan keningnya ketika dia tahu panggilan itu berasal dari siapa.


Siang Hari, Ve tidak terlalu sibuk siang ini. Karna pelanggam yang datang tidak serame hari kemarin. Dan mungkin hanya belum saja.


Ve bercengkrama dengan kedua teman kerja nya, yaitu Tika dan Ega. Usia mereka 1 Tahun di atas Ve, dan mereka adalah pegawai tetap di restoran ini.


"Sekolah lu gimana Ve?" Tanya Ega.

__ADS_1


"Iya gitu-gitu aja sih." Jawab Ve.


"Kapan ujian?" Sambung Tika.


Iya, tentang sekolahnya. Ve sebentar lagi akan melakukan Ujian Ahir. Dan itu juga akan menjadi penentu apakah dia akan pulang ke Jakarta Untuk melanjutkan Pendidikan nya disana. Atau menetap di Bandung dengan menjadi karyawan tetap di Restoran ini.


Malam Tiba, setelah hari yang melelahkan di restoran, Ve berjalan gontai di pinggir jalan. Dia belum memesan Ojek online, karna dia ingin berjalan-jalan sebentar di kawasan dekat restoran ini.


Saat dia sedang berjalan, ada sebuah suara Klakson dari mobil di belakangnya.


"Perasaan gue di pinggir deh" Batin Ve.


Saat dia menoleh, ternyata ada seseorang yang keluar dari mobil tersebut. dan Itu Fauzi.


"Dokter? sedang apa disini?" Tanya Ve keheranan melihat dokter itu ada di hadapannya sekarang.


"Emm, saya kesini mau jemput kamu" Jawabnya.


Ve kembali mengernyitkan keningnya karna belum memahami apa maksud dari dokter ini.


"Apa kita saling kenal?" Tanya Ve mengingat dia memang rasanya pernah melihat wajah dokter itu sebelumnya.


"Iya" Jawab dokter, sambil menghembuskan Nafasnya.


"Dimana?" Tanya Ve menelisik.


Ketika mendengar jawaban dari dokter itu, Ve langsung mengingatnya. Iya! Dokter ini. Dia yang telah merebut makanan Ve waktu itu.


"Ah! pantas saja rasanya aku pernah bertemu dengan dokter!" Ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kenapa dokter merebut makanan saya waktu itu?" Tanya Ve lagi.


Ve meluapkan kekesalan nya yang sempat tertunda waktu itu. Tidak main-main, banyak sekali kata-kata yang Ve keluarkan untuk meluapkannya.


Dokter yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan meminta maaf padanya, "Saya kan udah minta maaf." Bela dokter itu.


"Gabisa!" Jawab Ve sambil kembali berjalan meninggalkan dokter Fauzi yang masih terdiam di tempatnya.


5, Juni.


Pagi ini Ve bangun dengan sedikit Ogah-ogahan. Mungkin karna efek lelah setelah bekerja selama 2 hari ini. Dan dia juga kurang tidur. Karna selalu pulang larut malam.


Dengan rasa terpaksa Ve bangun dan mulai aktivitas bersih-bersihnya.


Setelah semua selesai Ve kini sedang menunggu Indri datang untuk menjemputnya.

__ADS_1


"Yu" Ajak Indri.


Setelah sampai di parkiran sekolah seperti biasa, ada Vino disana. Dan kumpulan anak-anak Badboy lainnya.


Ve memalingkan wajahnya ketika Vino memberikan senyuman.


Karna tidak ingin berlama-lama di tatap oleh Vino, ahirnya Ve meninggalkan Indri dan berjalan terlebih dahulu menuju lantai 2.


"Ve.." Teriak Indri dari belakang sambil berlari.


"Lu kebiasaan ya ninggalin gue" Cetusnya.


Ve hanya tersenyum melihat Indri yang mencoba untuk mengatur Nafasnya setelah berlari dari parkiran, menuju ke lantai 2.


Saat sampai di kelas, Lusi sudah ada disana. Kali ini dia terlihat murung, tidak seperti biasanya. Dan ini bukan Lusi yang Indri dan Ve kenal.


"Kenapa?" Tanya Ve duduk di bangku Lusi.


Tiba-tiba saja, Lusi menangis. Padahal dia belum menjawab pertanyaan dari Ve.


Sontak Indri dan Ve kaget melihat Lusi yang Tiba-tiba seperti ini.


"Wah kerasukan ni anak" Ucap Indri sambil menjauh.


Sementara Ve masih duduk di bangku Lusi sambil memperhatikannya, di meja itu ada ponsel Lusi. Dan masih dalam keadaan menyala.


Ve mengambil ponsel Lusi, dan melihat isi pesan yang baru saja masuk.


"Lu putus?" Tanya Ve.


Lusi tidak menjawab, dan hanya menangguk saja.


"Yaelah, gue kira kesurupan" Indri kembali mendekat dan duduk di samping Lusi.


"Kenapa?" Tanya Ve.


Lusi kemudian menjelaskan kenapa dia bisa putus dengan pacarnya. Dan itu semua ulah Eza, adik kelasnya.


"Ko Eza?" Tanya Indri.


"Iya, gue kemarin lagi beli martabak. Nah disitu gue ga sengaja ketemu sama Eza. Eh pas gue lagi nunggu pesenan gue jadi Tiba-tiba ada pacar gue di sebelah gue"


"Dan karna gue emang duduk sebelahan sama Eza, dia ngira nya gue selingkuh" Jelas Lusi sambil sesegukan.


Indri yang mendengar penjelasan dari Lusi bukannya merasa Iba dengan keadaan temannya saat ini. Dia malah tertawa.

__ADS_1


"Anjir lu, temen lagi sedih di ketawain" Ucap Lusi.


__ADS_2