I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 22.


__ADS_3

pagi ini benar benar beda dari pagi biasanya. benar benar membuatku kaget, ternyata gosip aku dan Ivan berpacaran sudah tersebar dari hari dimana aku menemani Ivan di uks.


aku bertanya kepada Indri dan Lusi, siapa orang yang pertama kali menyebarkan gosip ini.


namun mereka bilang tidak tau. karna mereka juga mendengar dari orang orang yang kebetulan berpapasan dengan mereka.


"terus, kenapa lu berdua diem.?" tanyaku.


"gue ngeliat lu kayanya seneng deket sama ivan." jelas Indri.


baiklah, aku tidak boleh menyalahkan kedua temanku atas beredarnya gosip ini.


selain itu, yasudahlah. tidak apa apa. aku tidak akan ambil pusing tentang hal seperti ini.


"eh nanti sore lu jadi ke rumah ivan.?" tanya Indri.


iya, mungkin nanti sore aku akan memenuhi permintaan Mama nya Ivan untuk makan bersama.


"lu berdua ikut ya." kataku mengajak Indri dan Lusi.


namun ternyata mereka tidak bisa ikut. mereka beralasan tidak ingin mengganggu acara yang memang di siapkan untuk ku.


padahal aku sama sekali tidak keberatan. malahan aku akan lebih senang bila kedua sahabatku ini bisa menemaniku.


tapi aku juga tidak akan memaksa mereka untuk ikut denganku..


Bell istirahat telah selesai, aku Indri dan Lusi kembali ke kelas untuk melanjutkan sisa pelajaran hari ini.


saat Guru sedang menjelaskan materi. penyakitku mendadak kambuh.


yaitu mengantuk. aku yang mendengar Guru menjelaskan secara pelan seperti ini membuatku benar benar terasa sedang di bacakan sebuah dongeng.


"ve.." bisik Indri.


aku menatap Indri. dan bertanya ada apa..


aku mengikuti arah pandangan mata Indri, dan ternyata Guru sudah ada di sebelahku.


"vani veriska. keluar dari kelas saya sekarang." ucap gGru.


"tapi bu.." belum sempat aku melanjutkan perkataanku Guru memotongnya dan tetap menyuruhku keluar.


aku berjalan di koridor untuk menuju ke lapangan. seperti biasa, hukuman yang sangat sangat menyiksaku.


saat berjalan aku berfikir, perasaan aku tadi tidak menutup mata. kenapa Guru menyuruh ku keluar.


ini sudah ketiga kalinya terkena hukuman seperti ini. astaga, aku hawatir nilai ku akan jelek nanti.


tapi aku juga tidak bisa menyalahkan Guru. karna memang aku yang salah, dan kenapa aku selalu mengantuk di kelas..


"ve, kamu kena hukuman lagi.?" tanya Guru lain.


aku hanya tersenyum sambil mengangguk. ah, aku malu sekali..


"sini." ucap Guru.

__ADS_1


"sini.." katanya lagi.


aku berjalan ke arah Guru..


"udah, disini aja. disana panas." katanya.


aku tersenyum lebar mendengar perkataan dari Guru yang satu ini. benarkah ini.?


ah kenapa tidak dari tadi. panas sekali rasanya di tengah lapangan ini.


aku mengucapkan terimakasih kepada Guru tersebut.


kali ini aku tidak di tengah lapangan, tapi di pinggirnya. itupun aku di perbolehkan untuk duduk saja tanpa harus berdiri.


sukurlah, ada Toleransi dari Guru yang lain..


Bell pulang sudah berbunyi, aku berjalan ke toilet karna malu dengan yang lain jika ketahuan aku sedang terkena hukuman.


sambil berjalan aku mengirim pesan kepada Indri untuk menungguku di parkiran.


saat aku sedang mengetik pesan, aku menabrak orang di depanku.


aku tidak melihat siapa yang aku tabrak. aku hanya meminta maaf sambil terus mengetik pesan.


"ve." ucapnya. suara ini..


aku berbalik dan melihatnya. Eza..


apa tadi aku menabrak Eza.?


"maaf za, aku gak liat." ucapku.


selesai dari kamar mandi aku langsung berjalan ke arah parkiran. karna Indri sudah menunggu disana.


"lama banget anjir, disini panas." kata Indri.


"sori sori. kebelet gue.." jawabku.


aku pulang ke kosan di antarkan oleh Indri, sedangkan Lusi sudah pulang terlebih dahulu. kata Indri Lusi di mendapat telpon dari orangtuanya untuk pulang langsung.


sampai di kosan Indri tidak langsung pulang. kami mengobrol sebentar sambil minum sebentar.


karna memang cuaca hari ini panas sekali..


sepulangnya Indri, aku mendapatkan pesan dari Ivan. dan menanyakan apakah aku jadi untuk kerumahnya sore ini atau tidak.


aku membalas pesan Ivan, bahwa aku jadi. nanti aku akan mengabari nya lagi setelah aku siap.


dan sekarang aku akan siap siap dulu.


aku bergegas pergi ke kamar mandi dan membersihkan diriku.


rasanya sedikit banyak keringatku yang keluar hari ini. ini karna aku sempat di hukum pas matahari sedang naik naiknya.


selesai mandi aku memilih baju, dan mencari baju apa yang cocok.

__ADS_1


selesai dengan baju aku menelpon Ivan. bahwa aku sebentar lagi siap, dan Ivan boleh menjemputku sekarang.


aku sedikit memoles wajahku agar terlihat Fresh kembali.


ada suara motor berhenti di depan, itu pasti Ivan. untunglah aku sudah selesai semuanya.


dan sekarang tinggal berangkat saja.


"hai." ucap Ivan.


"udah siap.?" tanya Ivan.


aku mengangguk. dan langsung pergi ke rumah Ivan.


saat sampai di rumahnya jantungku rasanya berdebar lebih cepat. dan aku tidak tau kenapa.


apakah aku sedang gugup saat ini. atau ada alasan lain yang membuat debar jantungku jadi secepat ini..


Mama Ivan datang kedepan menyambutku dan mengajak ku untuk langsung ke ruang makan.


sedangkan Ivan pergi ke kamarnya terlebih dahulu untuk menyimpan helm dan melepas jaket.


di meja makan, aku merasa canggung. karna hanya ada kami bertiga.


aku Ivan dan Mama nya. beda dengan waktu ada Indri dan Lusi.. kali ini aku sedikit malu. untuk menyuapkan makanan saja rasanya mulutku kaku.


"gimana masakan tante.." tanya Mama Ivan.


"enak tante, tante jago masak ya.." pujiku.


mama Ivan bercerita bahwa dia dulu pernah bekerja di Restoran di luar kota. dan dulu dia adalah chef.


karna semakin banyaknya obrolan di antara aku dan mama nya Ivan ahirnya rasa canggung itu perlahan hilang. dan aku mulai merasa nyaman dengan suasana ini.


"ve nanti selesai sekolah mau di lanjutkan kemana." tanya Mama Ivan.


"belum tau tante, ve belum tau mau lanjut kuliah atau langsung bekerja." jelasku.


iya, minggu depan menjadi minggu terahir sekolah biasa. dan setelah itu ujian ahir.


dan aku memang masih belum menentukan pilihan ku untuk melanjutkan pendidikan dengan kuliah, atau langsung bekerja.


selesai makan aku di ajak Kama Ivan ke ruang tv untuk menonton sambil mengobrol. aku mengikutinya saja..


"dulu, waktu seusia kamu. tante kuliah di luar kota. dan tante tinggal sendiri juga." katanya.


aku mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya hingga tidak terasa waktu sudah malam.


aku meminta Izin kepada Mama Ivan untuk pulang. karna aku tidak mau terlalu malam di jalan.


"jangan kapok main kesini ya sayang.." kata Mama Ivan.


aku bersalaman dengan mamanya sebelum pulang.


"udah siap.?" tanya Ivan.

__ADS_1


"ve pulang dulu ya tante.." ucapku.


rasanya aku ingin langsung tidur ketika sampai di kosan nanti...


__ADS_2