I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
KELUARGA VE.


__ADS_3

"eh ve, besok kita jalan jalan dong.?" tanya Lusi.


iya tentu saja, aku akan membawa bereka jalan jalan disini. walaupun aku sendiri tidak terlalu tau bagaimana Jakarta sekarang.


"mandi dulu gih." ucapku pada Lusi dan Indri.


"masa lu nyuruh gue mandi berdua sama lusi.?" tanya Indri.


aku tertawa, iya benar juga. aku menjawab pertanyaan Indri dan mengoreksi kata kataku.


"iya maksud gue salah satu dulu aja." jawabku.


ahirnya Lusi masuk duluan untuk mandi, sementara itu Indri dan aku mengeluarkan semua pakaian dari dalam tas dan koper.


"eh ve, kenapa sih lu hidup sendiri. padahal hidup lu disini enak." tanya Indri saat kami sedang merapihkan baju kedalam lemari.


iya, mungkin nanti akan aku ceritakan pada mereka berdua kenapa aku memilih tinggal dan sekolah sendiri di Bandung.


Lusi keluar dari kamar mandi, Indri langsung masuk..


"ve gue duluan ya, gerah banget." kata Indri sedikit teriak.


iya sudah tidak apa apa, nanti aku belakangan saja.


kamar ku kini sudah rapih, dan semua barang barang kami bertiga sudah tersimpan pada tempatnya.


mungkin nanti sore aku akan mengajak Indri dan Lusi untuk ke taman belakang rumah ku itu.


karna disini aku memang memiliki taman, tidak besar. hanya seukuran halaman rumah. dan aku selalu bermain di taman itu ketika aku masih SMP.


"ve.." panggil Ibu.


"bentar deh, gue di panggil." ucapku Lusi.


"kenapa bu.?" tanyaku pada Ibu.


"tidak apa apa, ibu hanya masih belum percaya kalau kamu sudah pulang." ucap Ibu.


aku tersenyum dan mendekati Ibu..


"bu, ve disini." aku memeluk Ibu.


aku kembali kemar untuk mandi terlebih dahulu, karna aku sendiri juga merasa gerah.


saat aku kembali ternyata Indri juga sudah selesai mandi. aku langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku ini.


selesai mandi kami bertiga saling menolong untuk mengeringkan rambut di kamar.


Lusi bilang padaku kalau dia ingin melihat lihat lingkungan sekitar, namun Indri menolaknya karna menurutnya perjalanan tadi cukup melelahkan dan lebih baik istirahat.

__ADS_1


"lu aja tidur. gue mah mau ke depan." kata Lusi.


"besok aja sih. masih cape juga." balas Indri.


"mumpung masih sore ini." jawab Lusi.


selalu seperti ini, mereka selalu meributkan hal hal kecil, dan ini jadi salah satu hal istimewa bagiku.


"kita ke taman belakang rumah aja gimana.?" usul ku.


Indri dan Lusi bertanya dimana taman itu. lalu aku mengajak mereka untuk melihatnya dari salah satu jendela kamarku yang mrmang menghadap ke taman.


"wah gila sih, punya taman sendiri." Indri menggelengkan kepalanya.


kami bertiga berjalan menuruni tangga dan menuju pintu belakang untuk ke taman.


taman ini tidak ada yang berubah, masih sama. seperti nya Ayah dan Ibu memang masih merawat taman ini.


"ve.." bibi menghampiri kami bertiga dan membawa nampan berisikan tiga minuman dingin.


aku berterima kasih kepada bibi..


"ve ayo ceritain." kata Indri.


kami bertiga ahirnya duduk di bangku yang ada di taman, dan aku mulai menceritakan semuanya. tidak ada yang akan aku tutupi aku akan menceritakan semuanya.


"gue anak tunggal, dan dari dulu gue terbiasa di manja sama ayah dan ibu." kataku membuka pembicaraan.


"terus suatu hari saat gue pulang sekolah, waktu itu keadaan lagi hujan. dan di luar mobil yang gue naikin ada anak seusia gue yang badannya sudah basah kuyup." lanjutku.


"apa hubungannya sama lu.?" tanya Lusi.


iya, anak itu sama sekali tidak ada hubungan nya denganku. namun dengan melihat pemandangan seperti itu membuatku tersadar, bahwa aku harus lebih bersyukur lagi dengan kehidupan ku.


"terus alasan lu sekolah di bandung dan ngekos sendiri.?" tanya Indri.


aku menceritakan pada Indri dan Lusi, bahwa pemandangan yang aku lihat saat melihat anak seusiaku basah kuyup di jalan dan dia sedang mengamen itu benar benar merubah cara pandangku.


"darisitu gue mulai mikir, ko hidup gue enak banget ya. sedangkan anak itu buat nyari uang harus sampai basah basahan segala." kataku.


iya, setelah aku melihat itu aku benar benar merubah cara pikirku, dari situ mulai timbul niatan untuk bisa hidup mandiri, dan bisa mencari uang dengan caraku sendiri.


aku memang di manjakan oleh kedua orangtua ku, namun aku tidak berlebihan dalam hal apapun itu.


aku tidak pernah meminta hal atau barang dan apapun itu yang tidak terlalu aku butuhkan.


"dan dari dulu gue ngga pernah pilih pilih soal makanan." kataku.


"pantesan, kayanya lu marah banget kalo gue atau indri ngga ngabisin makanan itu." ucap Lusi.

__ADS_1


dulu saat aku memilih ingin meneruskan sekolah di Bandung dan tinggal sendiri, tentu saja kedua orangtua ku tidak menyetujui keinginanku.


karna mungkin mereka hawatir, dengan keadaanku jika aku tinggal sendiri.


namun setelah berusaha meyakinkan mereka, ahirnya aku mendapatkan izin dan inilah aku sekarang.


aku menjelaskan dan memberitahu semuanya kepada Lusi dan Indri.


dan aku tidak akan berubah, walaupun aku nanti akan jauh dari mereka berdua. Vani tetaplah Vani yang mereka kenal..


lama mengobrol tidak terasa, waktu sudah hampir malam. kami bertiga memutuskan untuk kembali ke kamar dan ber istirahat.


karna besok ada rencana kami akan jalan jalan, ya mumpung kami masih bisa bersama dan belum punya kesibukan masing masing.


jadi aku ingin menghabiskan waktu selama mungkin dengan sahabat ku ini.


"besok kita kemana.?" tanya Lusi.


iya, untuk besok akan pergi ke mana aku juga belum tahu. karna belum memikirkan itu. hanya pergi liburan saja, hanya itu.


"ve.." Indri menatapku.


"lah, gue juga ngga tau besok kita akan kemana.." jawabku.


"idih, yang bener aja lu ve. nanti kita nyasar gimana.?" ucap Lusi.


"gamungkin lah." jawabku.


"kan ada maps si." sambung Indri.


padahal kami sudah mau istirahat, tapi tetap saja terjadi perdebatan kecil di antara kedua temanku ini.


andai bisa, biarlah mereka tinggal disini untuk menemani ku. rasanya aku tidak mau jauh dari kedua sahabatku ini.


"ve, ponsel ku mati ya.?" tanya Indri.


iya, aku belum mengecek Ponsel ku hari ini..


"gatau sih." jawabku sambil mengambil Ponsel.


"ini.." Indri memperlihatkan layar Ponsel nya. disana terdapat Dirrect Message di Instagram nya.


Fauzi mengirim DM pada Indri menanyakan bagaimana keadaanku, dan kenapa Ponsel ku tidak aktif.


aku menyalakan Ponsel ku dan langsung menghubungi Fauzi..


"hallo.." ucapku saat sambungan telpon terhubung.


aku melakukan sedikit percakapan dengan Fauzi, dan menjelaskan padanya bahwa seharian ini aku baru mengecek Ponsel dan baru menyadari bahwa Ponsel ku mati.

__ADS_1


"yaudah aku mau tidur dulu, daah." ucapku memutus sambungan telpon.


kenapa Fauzi menghawatirkan keadaanku, dan sampai menanyakan keadaan ku kepada Indri..


__ADS_2