
malam ini kami bertiga tidak langsung pulang, aku Indri dan Lusi pergi sebentar ke taman dekat kosan ku untuk makan malam..
"ve.." kata Lusi.
"hmm.." ucapku.
"jujur deh sama gue." lanjutnya.
aku berhenti mengunyah makanan ku dan menatap Lusi.
"jujur apaan.?" tanyaku.
Lusi bertanya, sebenarnya apa yang terjadi denganku dan Fauzi di ruangan tadi.
aku harus menjawab apa, padahal tadi aku sudah menjelaskan di telpon kepada Indri.
"tapi rok lu kusut." kata Lusi.
"yang bener ve.. ngga di keluarin di dalem kan.? hati hati lu." sambung Indri.
ah, mikir apalah kedua temanku ini. padahal aku memang tidak melakukan apa apa.
aku mencoba menjelaskan kepada mereka berdua kenapa rok ku bisa kusut..
"tadi tuh fauzi tidur di paha gue. jadi rok gue kusut karna tertindih kepalanya." kataku.
saat sedang mengobrol Ponsel ku berdering. ada panggil Video masuk disana. dan itu dari Fauzi..
aku menjawab dan terlihat di layar ada Gania.
"hai kak.. gania kangen sama kakak." ucapnya.
Indri dan Lusi yang mendengar suara Gania langsung menghampiriku dan berdiri di belakangku.
setelah panggilan di tutup, berhubung sudah malam juga ahirnya kami memutuskan untuk pulang.
besok adalah hari terahir ujian, dan hari senin berikutnya akan menjadi penentuan bagi seluruh murid kelas 12. apakah lulus atau tidak.
aku sendiri tidak berharap mendapatkan nilai yang tinggi, yang penting aku lulus. itu saja sudah cukup bagiku..
aku pulang ke kosan berjalan kaki, karna taman ini memang dekat dengan kosan ku dan indri langsung pulang.
sampai di kosan seperti biasa aku langsung mengunci pintu, namun tidak langsung tidur.
aku ingin mandi terlebih dahulu karna rasanya gerah sekali malam ini. mungkin akan turun hujan..
selesai mandi benar saja, dari atap terdengar suara rintik hujan yang mulai turun..
sudah lah tidak apa apa, aku juga akan pergi tidur sekarang.
saat bangun pagi, suara hujan masih terdengar.. apakah hujan ini memang dari semalam tidak reda.?
aku bangun dan melihat ke luar, ternyata benar. hujan sangat deras bagaimana aku akan pergi ke sekolah kalau begini.
semoga saja hujan reda sebentar lagi..
sambil menunggu hujan reda aku lanjut membereskan tempat tidurku, dan melakukan aktivitas lainnya.
selesai mandi aku melihat keluar ternyata hujan belum reda juga. hujan sederas ini walaupun memakai jas hujan rasanya pasti tetap akan basah juga..
__ADS_1
aku belum sarapan saat ini, karna hujan tidak kunjung reda. mungkin nanti saja aku membeli sarapan di sekolah.
Indri menelponku dan menanyakan apakah hujan disini deras atau tidak, iya tentu saja. sama.. deras.
ayolah, tolong berhenti dulu hujannya. seengga nya hingga aku sampai di sekolah.
ini hari terahir aku menjalani ujian..
aku duduk di kursi sambil melihat keluar, tiba tiba Ponsel ku berbunyi. Fauzi menelpon ku.
"hallo.." ucapku.
di telpon Fauzi menanyakan apakah aku sudah berangkat sekolah atau belum..
"gimana mau ke sekolah hujan nya deras gini." jawabku.
Fauzi bilang dia akan menjemputku ke kosan dan mengantarkan ku sampai ke sekolah.
baiklah, sepertinya masalah berangkat ke sekolah sudah selesai.
aku membawa dua jaket. satu aku pakai, yang satu untuk cadangan kalau jaket yang aku pakai basah.
"kita ke rumah indri dulu ya, ngga jauh ko." ucapku pada Fauzi di mobil.
ahirnya kami menuju ke rumah Indri dulu sebelum berangkat ke sekolah.
setelah menjemput Indri aku juga menjemput Lusi.
"makasih ya.." ucapku saat sampai di sekolah.
"sampai nanti.." kata Fauzi.
ternyata memang benar, ini hujan dari semalam. dan sampai pagi ini masih belum berhenti juga..
"untung ada pacarnya ve." sambung Indri.
aku menatap Indri dan berkata padanya bahwa aku dan Fauzi tidak berpacaran.
"tapi kemarin lu ti..." aku membekap mulut Lusi dengan tanganku.
"mulut lu tuh ya kebiasaan." bisik ku kepada Lusi.
untung saja Lusi belum sempat menyelesaikan kalimatnya. jika saja kalimatnya selesai. ah aku tidak tahu siswa yang mendengar kami mengobrol di koridor ini akan menggosip kan ku seperti apa.
kami berpisah di koridor, dan menuju kelas masing masing.
pelajaran pertama selesai, aku menuju ke kantin. karna Indri dan Lusi sudah menunggu ku disana.
tadi pagi kami bertiga tidak sempat sarapan, jadi sepertinya aku akan memesan nasi goreng siang ini.
kami bertiga mengobrol sambil menunggu pesanan kami di antarkan.
Vino menghampiriku, lagi.
"ve.." kata Vino.
aku menatapnya dan mengangkat sebelah alisku..
"kenapa.?" tanyaku.
__ADS_1
"ngobrol yu sebentar." ucapnya langsung menarik tanganku.
kenapa dia ini. selalu seperti ini..
sampai di belakang sekolah Vino hanya diam saja sambil menatap ku.
aku masih menunggu apa yang ingin dia bicarakan denganku..
"vino, gue belum makan. lu mau bicara apa cepetan deh." ujarku.
Vino hanya diam saja. tidak ada sepatah kata pun keluat dari mulutnya. dan ini sudah beberapa menit dia seperti ini.
karna kesal aku memutuskan untuk pergi saja dan kembali ke kantin.
saat aku membalikan badan ku Vino memeluk ku dari belakang dan itu benar benar membuatku kaget.
"vino apaan sih. lepasin." aku mencoba melepaskan tangan Vino yang melingkar di Perutku.
Vino hanya menggelengkan kepalanya..
"lepasin ga." ucapku tegas.
"gue gabakal lepasin lu ve. gue suka sama lu." perlahan kepala Vino mendekati leherku.
ada sedikit rasa geli, ketika nafasnya berhembus tepat di leherku.
namun aku tetap mencoba untuk melelepaskan pelukan nya itu.
"engga ve. lu gabakal gue lepasin sebelum lu mau jadi pacar gue."
saar ini Vino terlihat sangat agresif sekali..
Vino menciumi leherku..
"vin.." aku tidak bisa menyelesaikan perkataanku, karna entah kenapa ada rasa yang lain saat bibir Vino terus terusan menciumi leherku secara perlahan.
aku terdiam sejenak, dan saat Vino membalikan tubuhku untuk menghadapnya aku langsung mendorong tubuh Vino.
"lu keterlaluan." ucapku.
"ve.." ucap nya mencoba mendekati ku.
"berhenti disitu atau gue teriak." ancamku.
mendengar acaman dariku Vino tidak melanjutkan jalan nya dan berhenti mendekatiku.
"gue benci sama lu." ucapku sambil mundur perlahan.
aku meninggalkan Vino sendiri di belakang sekolah. aku berjalan kembali ke kantin dalam rasa emosi yang sangat tinggi.
"ve, lama banget lu." kata Indri.
"ayo ve keburu masuk. makan dulu dikit." ujar Lusi.
entahlah saat ini aku kehilangan nafsu makanku, tindakan Vino barusan benar benar masih teringat di pikiran ku.
bell berbunyi aku kembali masuk ke kelas. di kantin tadi aku benar benar tidak menyentuh makanan ku sama sekali.
untuk pertama kalinya aku membuat makanan mubazir..
__ADS_1
ini semua gara gara Vino...