I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 21.


__ADS_3

waktu sudah sore. aku berdiam lantai kosanku. di luar.


karna cuaca cerah hari ini, jadi aku ingin sedikit menikmati hangatnya terpaan sinar matahari sore hari.


Indri dan Lusi sepulang nongkrong tadi langsung pulang.


jadi saat ini aku sendirian..


tiba tiba ada suara motor yang mendekatiku. semakin lama semakin terdengar. hingga benar saja motor itu berhenti di depan kosan ku.


ini motornya Ivan..


Ivan melepas helm nya dan turun.


"hai." sapa ku.


"hai juga.." ucapnya.


aku mengajak Ivan untuk masuk ke dalam. karna tidak mungkin aku membiarkan Ivan tetap di luar.


"mau minum apa.." tanyaku.


Ivan bilang dia ingin minum kopi saja. setelah mendengarnya aku langsung Izin sebentar kepada Ivan untuk pergi kewarung. membeli kopi untuknya.


saat sedang menunggu kopi yang sedang di seduh aku mengecek Ponselku.


tidak ada Notifikasi atau kabar dari Ivan sebelumnya.


jadi dia datang kesini tanpa mengabariku terlebih dahulu.


"makasih." ucapnya ketika aku menyimpan kopi di meja..


"kamu ko ngga ngabarin dulu." tanyaku.


Ivan berkata alasan dia tidak mengabari ku terlebih dahulu karna dia rindu kepadaku.


jadi dia langsung kesini, tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


aku sedikit tersipu ketika Ivan bilang rindu..


"tapi ngga papa kan, aku main kesini." tanya Ivan.


tentu saja tidak apa apa, memangnya siapa yang akan melarangnya. aku sendiri pun tidak pernah melarang teman teman sekolahku untuk main kesini.


waktu sudah malam, Ivan pamit kepadaku untuk pulang.


sebelum pulang, Ivan juga bilang. boleh atau tidak juga dia menjemputku kesini dan pergi ke sekolah bersama..


untuk pertanyaannya yang itu, aku belum menjawabnya.


sepulangnya Ivan aku pergi ke Taman untuk membeli makan malam.


kali ini aku makan mie, karna aku rindu dengan mie..


"boleh duduk.." kata seseorang.


karna aku sedang menyuapkan mie jadi aku tidak melihat siapa yang bertanya dan langsung mengangguk saja ketika dia bicara seperti itu.


aku tidak memperdulikan siapa orang di sebelahku, dan tetap fokus menyuapkan mie itu kedalam mulutku.


lama kelamaan aku penasaran juga siapa di sebelahku ini. karna dia ternyata tidak memesan mie. hanya diam saja sedari dia datang tadi.

__ADS_1


Uhukk Uhukkk.. Uhukk


aku terbatuk ketika melihat siapa di sebelahku. Vino. sedang apa dia disini..


"pelan pelan aja makannya." ucapnya sambil menyodorkan segelas air.


aku menerima air tersebut karna memang aku sedang tersedak.


"kenapa.?" tanya Vino. saat aku menantapnya..


tidak kenapa napa dan tidak apa apa, justru aku bingung kenapa dia ada disini.


selesai makan Vino menemani ku berjalan sebentar di sekitar Taman.


aku tau, ini salah. karna aku memang marah kepadanya atas kejadian di sekolah.


namun sikapnya saat ini membuatku tidak ingin marah padanya. dan ini sudah kedua kali nya, aku melihat Vino yang berbeda dari yang aku tau.


"aku nyesel." ucap Vino.


"untuk.?" tanyaku.


kami berdua duduk di bangku taman, Vino bilang dia menyesal telah menuruti emosinya dan telah memukuli Ivan.


dan saat ini dia menyesali semuanya. karna Imbasnya dia tidak bisa ikut ujian akhir.


aku ingin mengungkapkan semua rasa marahku kepadanya, tapi ini di taman. dan rasanya jika aku mengungkapkan kemarahanku, moodku akan rusak.


jadi, lebih baik aku pendam sendiri saja.


"aku pulang duluan ya udah malem, mau tidur." ucapku sambil berdiri dari bangku dan berjalan pelan meninggalkannya.


ini salah, yang aku lakukan ini salah. seharusnya aku tidak menerima dia duduk di sampingku.


seolah, aku berbicara dengan Vino yang bukan Vino...


pagi tiba, kali ini sebelum indri sampai Fauzi sudah ada disini terlebih dahulu.


tadi saat aku bangun dia menelponku dan bilang bahwa dia ada di depan kosanku.


tidak mungkin aku tega membiarkan dia kedinginan di cuaca pagi yang matahari pun belum menunjukan sinarnya.


kami tadi sempat mengobrol, dan Fauzi meminta maaf jika belakangan ini dia tidak mengabariku.


karna ada pasien yang butuh tindakan cepat, dan kondisinya harus selalu di pantau oleh Dokter.


iya, tidak apa apa aku tidak mempermasalahkannya. karna aku sendiri juga tau bagaimana pekerjaannya.


"ve.." ucap Indri dari depan.


aku membuka pintu.


"sini." ucapku.


"ada, dokter ya.?" tanya Indri.


iya mungkin dia bisa menebaknya dari adanya mobil yang parkir di sebelah kosanku.


ahirnya Indri pergi duluan dan membiarkanku kali ini berangkat sekolah di antarkan oleh Fauzi.


"nanti sore senggang ga.?" tanya Fauzi saat aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah.

__ADS_1


"gatau deh, mungkin main sama teman temanku." jawabku.


Fauzi bilang dia ingi. mengajak ku ke suatu tempat. namun aku juga tidak janji padanya bisa atau engga nya aku pergi dengannya nanti sore.


"dah, makasih yah." ucapku.


aku keluar dari mobil dan berjalan masuk ke sekolah. di parkiran Indri dan Lusi sudah menungguku.


karna memang tadi aku sempat memberi kabar kepada mereka lewat chatt, untuk menunggu ku di parkiran.


"ve, siapa itu.?" tanya Eza saat aku sedang berjalan menghampiri Lusi dan Indri.


"bukan urusan kamu." jawabku.


kini aku berjalan menuju kelas dengan Indri dan Lusi. dan aku jadi bahan candaan untuk mereka berdua.


"ve.." Ivan sedikit berteriak memanggilku.


aku menoleh..


"aduh banyak banget si cowo lu ve." ujar Lusi.


"yaudah ve, kita duluan ya." kata Ondri.


seperti biasa, Ivan menyapaku. dan aku juga menyapa balik kepadanya..


kami berjalan pelan di koridor menuju ke kelas.


aku tau, sepertinya kali ini akan ada gosip tentangku dan Ivan di sekolahan ini.


karna beberapa siswa dan siswi yang berpapasan denganku mereka melihat ke arah aku dan Ivan.


"emm ve, gimana.?" tanya Ivan.


"apa.?" kataku.


"nanti sore, mama mau ketemu kamu katanya. dan mama sengaja hari ini mau masak spesial buat kamu." jelas Ivan.


bagaimana ini. aku bingung sekarang. tadi Fauzi sempat bertanya apakah sore ini aku senggang atau tidak.


dan sekarang Ivan bilang begini. malah Mama nya sampai masak spesial hari ini. buat menyambutku nanti sore..


"yaudah nanti aku kabarin ya." kataku.


kami berdua sampai di kelas. ternyata kelas sudah hampir semua murid masuk.


saat aku dan Ivan masuk kelas secara bersamaan, murid yang ada di kelas serentak menatap kami berdua.


mereka diam, aku menatap Ivan..


"kenapa mereka." tanyaku pada Ivan.


"selamat ya pasangan baruuu." kata Indri dan satu kelaspun tiba tiba menjadi riuh dengan tepuk tangan.


hah, gosipnya menyebar secepat ini.?


aku yang malu buru buru berjalan duluan ke arah bangku.


"cie, traktir dongg." kata Lusi.


apa.? aku tidak mengerti siapa yang menyebarkan gosip ini.

__ADS_1


aku melihat Ivan, dia hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.


apa yang di maksudkan oleh Ivan, dia menerima gosip tentang aku dan dia pacaran.?


__ADS_2