I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
FAUZI?


__ADS_3

untuk malam ini, aku kembali pulang ke rumah Indri, karna di kosan ku masih belum ada tempat tidur.


"sori ya, tadi pagi gue langsung pergi soalnya bibi mendadak banget nelponnya" ucap Indri.


"tidak apa apa ndri, santai aja. lagian lu emang mau kerja disana kan?" tanyaku.


iya, sepertinya Indri memang sudah mantap akan bekerja saja tanpa kuliah.


dan aku sendiri masih dalam pertimbangan..


mungkin besok aku harus kembali ke restoran untuk bertemu dengan bu Rima.


"ngomong ngomong, lu lanjut kuliah apa kerja sih?" tanya Indri.


"gatau gue, belum pasti sih gue kuliah soalnya gue juga belum nyari nyari di bandung" jawabku.


pagi tiba, saat aku bangun ternyata Indri sudh rapih dan akan berangkat kembali ke tempat bibi nya.


"ve, gue berangkat ya.." ucap Indri yang menyadari aku telah bangun.


"iya, hati hati di jalan ya" jawabku.


melihat Indri yang berangkat kerja aku jadi ingin bekerja kembali..


iya, mungkin aku akan bekerja saja.


aku merapihkan tempat tidur dan bersih bersih, setelah itu aku langsung pamit pada Ibu nya Indri dan bilang ada urusan sebentar.


aku belum sarapan, namun aku tidak enak kalau makan di rumah Indri terus, biarlah aku membeli nasi saja nanti.


ponsel ku berdering, nama Fauzi tertera disana..


tumben sekali dia pagi pagi seperti ini sudah menelpon ku.


"hallo?"


"oh iya, nanti aku ke rumah sakit."


Fauzi bertanya apakah aku sudah pindah atau belum, dan di juga minta maaf kemarin tidak bisa membantu ku.


membantu? padahal barang barangku memang belum di kirimkan dari kemarin, dan rencana nya hari ini semua akan di kirim.


aku berjalan ke kosan ku sebentar, untuk sekedar membuka jendela dan pintu. supaya ada udara masuk.


"ve, ini kuetansi yang kemarin. ibu kesinu semalem ibu ketuk ketuk pintu ga ada yang jawab" ucap Ibu kos memberikan kuetansi pembayaran kosan ku kemarin.


"oh iya bu, saya belum pindah kesini barang barang saya baru akan di bawa hari ini soalnya.." jelasku.


selesai mengobrol dengan Ibu kos aku pergi ke warung depan, untuk membeli susu hangat.


nanti saja lah makan siang aja, sekarang minum susu saja dulu soalnya aku masih belum merasa lapar.


saat aku duduk di bangku depan warung, aku melihat seorang perempuan dengan seragam kerja yang sangat aku kenal.


itu, restoran bu Rima..

__ADS_1


saat dia lewat di depan ku aku sedikit memperhatikan nya, dan ah iya, aku baru ingat ternyata dia karyawan baru yang bernama Eca itu.


kenapa dia ada disini? apakah dia tinggal di sekitar sini..


waktu sudah siang, aku sedang berjalan ke ruangan bu Rima..


"bagaimana ve?" tanya bu Rima.


"iya, mungkin aku akan bekerja disini lagi bu, tapi mulainya tidak hari ini soalnya aku harus beres beres dulu di kosan, sambil nunggu barang barang aku yang dari jakarta datang" jelasku.


iya, ini pilihan yang aku pilih sekarang. aku akan bekerja lagi di restoran bu Rima.


"oh iya santai aja ve, kamu beres beres dulu aja nanti kamu tinggal kabarin ibu kapan kamu mulai bisa masuk kerja."


"seragam kerja kamu nanti ibu kasih yang baru ya." lanjut bu Rima.


setelah mengobrol dengan bu Rima Fauzi menelpon ku.


dan menanyakan aku sedang ada dimana sekarang..


beberapa lama, Fauzi datang untuk menjemputku.


"kita mau kemana?" tanyaku di mobil.


"temenin aku di rumah sakit" jawabnya sambil meneyetir.


saat sampai di parkiran rumah sakit, aku berjalan keluar dari area rumah sakit. karna aku belum makan, aku ingin membeli camilan dulu.


"eh mau kemana?" tanya Fauzi.


"kenapa ngga bilang? kan bisa tadi beli dulu" tanyanya.


"aku gamau ngerepotin kamu.." jawabku.


ahirnya Fauzi tetap membawa ku ke ruangannya dan tidak membiarkan ku membeli makanan keluar.


dia bilang akan memesan saja secara online, dan aku tinggal pilih saja ingin makan apa.


sampainya di ruangan Fauzi aku bersandar di sofa, dan seperti biasa Fauzi melanjutkan dulu pekerjaan nya.


"aku masih ada jadwal cek pasien siang ini 3 lagi." katanya.


"oh yaudah, gapapa" jawabku.


dekat seperti ini dengan Fauzi membuatku bingung sendiri, sekarang baru terpikir oleh ku, sebenarnya kenapa aku mau mau saja di jemput dan kadang jalan dengannya.


padahal aku tidak mempunyai hubungan apa apa dengannya..


dan perasaanku? entah, aku belum merasa mempunyai rasa yang beda padanya.


kini Fauzi telah pergi dari ruangan ini, seperti yang dia bilang. dia masih ada jadwal cek pasien siang ini.


aku merebahkan badan ku di sofa, tidak lupa aku menutup kaki dan lutut ku dengan jaket, karna aku memang memakai rok siang ini.


lama menunggu ahirnya aku mengantuk, sampai secara tidak sengaja aku menjatuhkan ponsel yang sedang aku pegang di tepat di wajah ku.

__ADS_1


aku menyimpan ponsel ku di atas meja kerja Fauzi dan kembali merebahkan badan..


"bangun.." sayup terdengar suara seseorang membangunkan ku.


"ve.."


"bangun udah malem." ketika mendengar itu aku langsung membuka mata dan duduk.


aku melihat Fauzi tersenyum di depanku.


"jam berapa?" tanyaku.


Fauzi memperlihatkan jam, ternyata masih siang..


"apaan sih kamu ko tadi bilang udah malem, aku kaget." ucapku.


"lagian, kamu pesen makanan tapi ngga di makan gimana sih?" ucap Fauzi sambil melirik ke atas meja.


sejak kapan ada makanan disana, aku benar benar tidak menyadarinya.


"makan dulu" ucapnya memberikan makanan itu padaku.


saat aku ingin makan Fauzi mengunci pintu ruangannya dan melepas jas kerja nya.


aku menatapnya..


"kebiasaan" kataku saat secara tiba tiba Fauzi merebahkan badannya dan membuat paha ku menjadi penopang kepalanya.


rok ku sedikit terangkat, dan rambut Fauzi benar benar menyentuh kulitku.


"bentar ih geli ini benerin dulu" ucapku.


Fauzi menggelengkan kepalanya, dan itu benar benar membuatku merasa geli.


"awas dulu" ucapku.


tetap, Fauzi tidak bergeming sama sekali..


aku berdiri dengan tiba tiba, dan itu membuat Fauzi tersentak.


"apa sih ga bilang dulu" katanya.


padahal tadi aku sudah bilang berkali kali, dia saja yang tidak mau mendengarku.


aku duduk kembali, dengan posisi yang sama, namun aku menutup paha ku dengan jaket.


Fauzi kembali memejamkan mata dan tertidur..


setelah makan, aku juga merasa mengantuk kembali.


aku menyimpan ponsel ku dan memperbaiki posisi ku agar aku juga bisa tidur.


padahal sofa ini kecil, tapi di paksa untuk 2 orang rasanya tersiksa karna susah untuk bergerak.


apalagi dengan posisi Fauzi yang seperti ini..

__ADS_1


__ADS_2