
Mike tiba di kediaman Stevano kurang dari satu jam sejak meninggalkan Dirga bersama para anggotanya. Mike sengaja membawa tim pembersih langsung dari Italia untuk mempermudah membereskan hasil karyanya tanpa jejak sedikitpun.
Kepulangannya bahkan harus beberapa kali ia batalkan lantaran Aland masih membutuhkannya untuk membereskan semua masalah yang tidak bisa Aland atasi karena beberapa hal harus ia urus sendiri.
Derap langkah kaki Mike terdengar menggema dalam ruang keluarga. Dengan gayanya yang penuh kharismatik ia melangkah mantap menemui Aland dan putranya, Mark.
"Hai" sapanya pada Aland dan Mark yang masih berada dalam ruang tamu keluarga Stevano bersama dengan Gavin.
"Uncle, apa yang terjadi pada teman ku??" Gavin berdiri pada posisinya saat Mike sudah ada di hadapannya. Mike merapihkan kerah jasnya dan duduk dengan wajah yang tenang, dan itu membuat Gavin ingin rasanya melayangkan umpatannya.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya anak muda, aku hanya membereskan yang tidak bisa kau atasi. Aku hanya membantumu. Harusnya kau berterima kasih padaku" Mike memberikan senyum termanisnya pada Gavin.
Gavin membeku. Sudah sangat jelas makna 'membereskan' yang di maksud oleh Mike. Tubuh Gavin melemas, ia kembali terduduk dengan kelesuannya.
Aland melirik Gavin yang masih memancarkan wajah lesunya. "Mike memang seperti itu. Jangan heran bila kelakuannya kada diluar batas. Kau harus terbiasa bila ingin masuk dalam keluarga kami"
Apa katanya tadi??? Masuk dalam keluarga?? Semoga Gavin tidak salah dengar. Bukankah itu kode keras bahwa ia sudah di terima secara terbuka di keluarga yang saat ini dimiliki Naiyra.
Mike menegakkan duduknya yang semula bersandar pada punggung sofa "hei bung, kau tidak memikirkan anak ku rupanya"
Ucap mike. Matanya menatap Mark setelahnya dan Mark hanya tersenyum mendengar protesan daddynya.
"Hati Naiyra siapa yang tahu, aku memberikan restuku pada mereka" sahut Aland.
Gavin tersenyum bahagia. Kini tinggal bagaimana caranya agar ia bisa kembali dekat dengan Naiyra, setelah itu ia akan membuat Naiyra jatuh cinta padanya. Jika itu sudah terwujud, ia tak akan membiarkan Naiyra pergi dari sisinya walau Naiyra sendiri yang memintanya.
"Aku ingin melihat Naiyra dulu di kamarnya" Mike pamit undur diri dari Aland, Mark dan Gavin.
"Pergilah. Ada Errin Disana yang menunggunya" ucap Aland.
Pandang mata Mark tertuju pada Errin yang tengah duduk di sofa begitu ia sampai didalam kamar naiyra. Mark melihat sekilas pada wajah Naiyra yang masih tertidur, sangat teduh. Ia tersenyum, merasa puas pada dirinya sendiri yang selalu berhasil membereskan masalah tanpa masalah.
Naiyra bergerak gelisah dalam posisinya. Melihat itu Mike segera menghampirinya.
"Naiyra,,heyy..tenanglah" usap Mike pada kepala Naiyra.
Naiyra membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah penuh kekhawatiran dari raut Mike. "Uncle Mike" sapa naiyra.
"Naiy...akhirnya lu bangun juga...eh !! Uncle, kapan datang??" Sapa Errin pada Mike yang tidak ia sadari kedatangannya
"Baru saja, girl. Naiyra, Kau pasti bermimpi buruk" ucap Mike. Naiyra mengangguk. Ia menyingkirkan untaian rambut di wajahnya. "Uncle sudah lama tiba disini? Bagaimana dengan orang itu?? Tanya Naiyra.
"Sudah uncle bereskan. Kau bisa tenang sekarang"
"Apa kau mau bergabung dengan yang lain??" Tawar Mike.
"Apa banyak orang di rumah ini??" Angguk Mike.
"Aku mau bertemu mommy dulu"
"Baiklah. Kita temui ibumu. Apa kau mau ikut, nona manis" ucap Mike.
"Aku menunggu di ruang tamu saja"
Mike dan Naiyra pergi menemui Widya. Selain ia ingin menemani Naiyra, ia juga ingin menjenguk Widya yang masih belum bisa lepas dari tempat tidurnya.
"Hai..." Sapa Mike.
__ADS_1
"Mom"
Widya nampak acuh dengan kedatangan mereka. Matanya hanya sekilas menatap dua orang yang baru saja tiba mendekat. Setelah itu ia kembali fokus membaca buku seputar kehamilan.
"Mom..." Ulang Naiyra. Widya tak menggubris. Bibirnya sudah ia kerutkan.
"Nampaknya mommy mu sedang merajuk" bisik Mike di belakang telinga Naiyra, karena posisinya tepat dibelakang Naiyra.
"Uncle...Malang sekali nasibku...tampaknya aku sudah tidak dianggap anak lagi" nada sedih Naiyra rupanya mampu merubah gelagat Widya yang semula bersikap acuh kini berubah menjadi gemas.
Widya memukul kepala Naiyra dengan buku yang di pegangnya. Bagaimana bisa dia berkata demikian, padahal sepanjang hari ini Naiyra lah yang telah mengabaikannya.
"Aduh!!!" Keluh Naiyra
"Kau ini sudah salah masih saja mengganggap kau ini seolah terintimidasi. Siapa yang mengabaikan mommy sepanjang hari ini, hah!!!" Mike menahan tawanya mendengar Widya berceloteh. Widya nampak lucu dimatanya.
"Jangan menertawakan ku. Oh...astaga. kalian yang sudah tidak menganggap ku tapi sekarang kalian malah menuduhku" mata Widya sudah mulai berkaca-kaca. Hormon ibu hamil memang tidak menentu.
Mike diserang panik mendadak. Bisa gawat urusannya bila Aland melihat istri tercintanya bersedih seperti ini, apa lagi disini hanya ada dia dan Naiyra. Tidak mungkin bukan, jika Aland sampai menyalahkan Naiyra. Pasti dia yang akan di tuduh.
"Heeyyy....aku tidak menertawakan mu. Sungguh." Elak Mike.
"Ada apa ini" suara bariton Aland mengalihkan perhatian Mike dan Naiyra pada Widya.
"Huaaaa......" Hormon kehamilan Widya bereaksi cepat saat ada Aland. Walau Aland di haruskan menjaga jarak, tapi sikap manjanya melebihi batas wajar. Aland saja sampai pusing dibuatnya, dan kini...Naiyra dan Mike yang menjadi sasarannya.
"Honey...ada apa??" Tanya Alan dalam jarak lima langkah dari tubuh Widya.
"Mereka yang mengabaikan ku tapi mereka yang menuduhku". Aland menggeleng kepalanya. Masalah seperti ini saja membuatnya menangis. Ya ampun....
"Tidak dadd" "bukan begitu..." Ucap Naiyra dan mike serempak.
Alan membuang nafasnya. "Itu karena aku ada sedikit masalah, mom" ucap Naiyra kemudian sebelum Aland angkat bicara.
"Apa!!! Masalah apa yang kau hadapi, heum?? Katakan pada mommy. Mom akan menyuruh daddymu untuk segera membereskannya"
Naiyra melongo melihat perubahan Widya yang semula nampak cengeng kini menjadi super tegas. Tidak lagi terlihat cengeng atau manja. Dan lagi-lagi itu efek hormon ibu hamil.
Naiyra tersenyum lalu menanggapi Widya "dadd sudah membereskannya, mom. Karena itu aku baru bisa menemui mommy saat ini"
"Oh yaa ampun....kenapa kau baru mengatakannya sekarang" ucap Widya.
Mike merasa gemas di buatnya. Ingin sekali rasanya ia melahap habis ibu hamil di hadapannya ini yang sedari awal selalu saja mengambil kesimpulan yang salah tanpa mau mendengarkan mereka bicara.
'baru kali ini aku diharuskan bersabar' batin Mike.
"Apa kau lelah, honey??" Tanya Aland.
"Tidak. Aku tidak merasa lelah. Memangnya kenapa?" sahut Widya.
"Karena merajuk pun butuh tenaga".
Kali ini tawa Mike benar-benar terdengar. Dia tak mengira Aland berani menggoda istrinya yang langsung benar-benar merajuk padanya saat ini.
Ini yang di bilang Senjata makan tuan.
"Jika kalian hanya ingin menggodaku, pergi saja dari kamar ini" ketus Widya.
__ADS_1
"Heum...aku akan keluar sebentar mom" Widya beralih menatap Naiyra. "Kemana??" Tanyanya.
"Keruang tamu. Aku ingin menemui Errina". Ucap Naiyra.
Naiyra beranjak pergi dari kamar Aland dan Widya menuju ruang tamu. Sesampainya ia Disana, ia tak hanya melihat Errin dan Mark, ia juga melihat ada Gavin Disana.
Ya lord...
Naiyra tidak tahu harus bersikap bagaimana. Apakah harus biasa saja?? Tapi itu tidak mungkin...atau harus berpura-pura seolah tidak ada kejadian apapun?? Itu juga tidak mungkin....atau..Naiyra harus menghindarinya...??? Itu lebih tidak mungkin ia lakukan. Ia sudah bertekad akan menghadapi apapun.
Dengan langkah yang mendadak terasa berat, Naiyra menghampiri ketiganya yang dalam keadaan terdiam. Gavin menyadari kehadiran Naiyra. Ia lantas bangun dan bergerak dua langkah menghampiri Naiyra.
"Naiyra, aku bisa jelaskan soal Dirga."
Naiyra memejamkan matanya mendengar nama itu. Nama yang mengingatkan Naiyra akan kejadian beberapa jam yang lalu. Naiyra ingin sekali menyela Gavin. Tapi ia juga ingin mendengar apa penjelasan Gavin.
"Aku tidak tahu jika Dirga bisa senekat itu. Aku bahkan tidak tahu jika dia sangat terobsesi pada mu, Naiyra" ucap Gavin.
"Gue juga gak nyangka, Naiy" Errin menimpali ucapan Gavin.
Naiyra menghembuskan nafasnya, lalu berkata "banyak sekali orang baru yang muncul dengan perasaan yang sama. Kita gak tau kan, kejadian serupa bakal keulang lagi atau enggak??" Sahutnya pada Errin.
Ucapan Naiyra terkesan menyindir. Gavin sadar, ia juga termasuk orang baru disini. Yang Tiba-tiba muncul dengan membawa perasaan tanpa melakukan pendekatan.
Jangan dikira Naiyra merasa puas setelah memberikan sindiran halus seperti itu. Entah mengapa, justru malah hatinya sendiri yang merasakan rasa sesak.
"Apa kau sudah baikan, Naiyra" pertanyaan Mark mengalihkan dua orang yang sedang dirundung rasa bersalah.
"Ya, berkatmu" ucap Naiyra kemudian Ia duduk didekat Errin.
"Duduk sih, Vin" suruh Errin. Naiyra hanya melirik.
Gavin duduk disamping Mark. Menghadap Errin dan Naiyra. Wajahnya tertunduk. Seolah tidak memiliki kepercayaan diri pasca mendengar sindiran telak Naiyra yang memang di tujukan kepadanya.
"Ada baiknya aku pergi" ucap Gavin.
Gavin sudah cukup puas melihat Naiyra dalam keadaan baik saat ini. Jika kehadirannya di sini hanya akan menjadi beban keraguan, bukankah lebih baik ia menyingkir.
"Eh. Kenapa begitu?? Sahut Naiyra cepat.
Lihatlah. Bibir wanita memang selalu tidak sejalan dengan hati mereka. Bukankah ia baru saja memberikan sindiran...tapi ketika orang yang disindir berinisiatif pergi, justru ia juga yang tidak merelakan.
"Bukankah aku orang baru disini" ucap Gavin.
Skak mat. Kini Naiyra yang di buat tidak bisa berkata apapun.
"Baperan banget sih Vin jadi orang" ucap Errin. Nadanya terdengar jengah.
"Santailah, bro,,,apa yang kami dengar tidak seperti apa yang kamu kira, bukan begitu, Naiyra." Ucap Mark. "Ya.."Naiyra lantas mengangguk.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih padamu, Mark. Jika kau dan daddy mu tidak menemukanku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya padaku" ucap Naiyra tulus.
"Duduklah, Gavin. Maaf. Aku tidak bermaksud menyindirmu" sambung Naiyra.
Gavin tersenyum sumringah. Ternyata benar apa yang Errin dan Mark katakan. Ia hanya terlalu terbawa perasaan. Dan memang benar, apa yang didengar tidak seperti apa yang dikira.
🥀🥀🥀
__ADS_1
Bersambung,,,