I'm not a Bitch

I'm not a Bitch
Bodoh !!!


__ADS_3

Naira terus berjalan di lorong kampus. Berbelok menuruni anak tangga dengan pikiran yang kosong. Ia melamun. Dan tanpa sadar satu kakinya tak berpijak pada tempatnya dan yg tumit kakinya hanya menyentuh bagian ujung anak tangga. Al hasil. Naiyra pun hilang keseimbangannya. Tubuhnya nyaris saja terjatuh menggelincir jika tak ada tangan yang menyambut tubuhnya.


Naiyra terselamatkan. Tanpa sengaja ia memeluk tubuh seorang pria. "ya Lord...maaf...maaf... dan terima----". Naiyra terdiam kala ia sudah menarik dirinya dari dekapan pria yang menyelamatkannya.


"Vin..kamu..". Gavin hanya tersenyum mendengat kata-kata Naiyra.


Bak tersihir. Naiyra hanya terheran melihat Gavin tersenyum kembali kepadanya. Gavin melanjutkan langkahnya, tapi ia berhenti kala pijakan kakinya sejajar dengan Naiyra. Lalu dengan suara yang berbisik, Gavin mengucapkan seseuatu.


Naiyra masih berdiri di tempatnya. Seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. Gavin mengajaknya Dinner !!! Malam ini juga !!!. Ya Lord...Naiyra berharap ini bukan mimpi.


Dengan langkah yang lebih riang dari sebelumnya, Naiyra bergegas pulang. ketidak hadiran dosen saat ini seolah menjadi keberuntungan Naiyra.


"Errina...." teriak Naiyra kala ia melihat Errin berbicara dengan Justin yang sudah menjemputnya.


"heumm" sahut Errin.


"Gavin Rin...Gavin..."


"Iishh...apa sih..gak jelas benget deh lu" sinis Erin melihat Naiyra yang bagai remaja labil.


Naiyra tampak sumringah menanggapi Errina yang sinis. "Dia udh gak marah lagi sama gue, Rin. Dan kita akan dinner malam ini juga"


Errin memicingkan satu alisnya. Baru semalam ia berbicara dengan Gavin dengan kilatan kebencian yang kental, dan kini...anak itu justru mengajaknya makan malam. Apa yang direncanakan Gavin saat ini.


"Jangan pergi, Naiy" Pinta Errin. Ia merasakan sesuatu yang janggal dengan Gavin. Ia tahu tabiat sepupunya. Gavin pasti sudah merencanakan sesuatu yang buruk untuk Naiyra. Ia tidak bisa membiarkan jika itu sampai terjadi. Walau Gavin adalah sepupunya, tapi Naiyra juga sahabatnya.


"Ini kesempatan bagus bagi gue Rin, Gue bisa menjelaskan pada Gavin tentang kejadian sebenarnya. Dan ini..." Naiyra menunjukan flashdisk hasil rekaman CCTV yang ada di kediaman Narendra. Bukti bahwa ia memang dijebak.


"flashdisk" ucap Errin. Naiyra mengangguk. "Iyah Rin, ini adalah bukti yang menunjukan kalau gue di jebak saat itu. Dan apa yang dia lihat semuanya tidak seperti apa yang dia pikirkan."


"tapi, dari mana lu dapet itu" Naiyra melirik kearah Justin. Dan Errina cukup mengerti tanpa mendengar jawabannya. Jika sudah seperti itu, Errina tidak lagi bisa melarang atau mencegahnya. Gavin memang harus mendengar penjelasan Naiyra dan melihat bukti itu.


"Ayo...udah sore. gue bantu lu berdandan secantik mungkin". Naiyra mengangguk antusias. Ia begitu senang dibuatnya.


"Naiklah dulu..gue mau bicara sama Justin"


Naiyra menurut tanpa bertanya apapun lagi. sementara, ia menarik tangan Justin untuk menjauh sedikit dari mobil Naiyra.


"Justin..gue gak yakin dengan Gavin. Gue minta, lu jangan jauh dari Naiyra. Terus awasi dia walau dari kejauhan sekalipun. karena gue punya firasat gak enak soal Gavin. Apa lu ngerti Justin."


"saya paham nona. Menjaga nona Naiyra adalah tugas utama saya."


"Bagus. Kita berangkat sekarang."


🥀🥀🥀

__ADS_1


Gavin menjemput Naiyra di depan kediaman Stevano. Sedan hitamnya sudah berhenti sejak 10 menit yang lalu. Dari lantai tiga, dari jendela kamarnya, Marlin melihat Gavin keluar dari dalam mobilnya dan mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang. Marlin segera keluar dari dalam kamarnya. Dan saat membuka pintu kamarnya, ia menyaksikan Naiyra yang sudah sangat rapi.


"Naiyra..."panggil Marlin.


Naiyra menoleh, "Ya Oma.."


Marlin menghampiri Naiyra. " Mau kemana sih, sudah rapi begini, caantiiik sekali"


Naiyra tersipu, menunduk malu dan akhirnya menjawab "Naiy mau dinner Oma,,"


"Dengan Gavin??" tanya Marlin. Naiyra mengangguk.


"Tumben sekali dia menunggu di luar rumah. Kenapa gak masuk ke dalam??"


"Ohh..dia bilang, Dia lagi mencari udara segar Oma"


"Naiy berangkat dulu yah Oma. titip salam buat mommy jika dia bangun"


Marlin mengangguk. Kemudian mencium kening Naiyra dan berkata "Hati-hati"


Naiyra balas mencium pipi Marlin. "Daahh omaa".


Naiyra berjalan menuju gerbang kediaman Stevano yang cukup jauh. Dengan hati yang berdebar dan rasa senang dalam waktu bersamaan membuatnya sedikit merasa gugup. Penjaga gerbang membukakan pintunya untuk Naiyra.


Gavin berdiri tegak dari posisinya yang bersandar pada pintu mobilnya kala melihat Naiyra keluar dari pintu gerbang kediaman Stevano. Gavin tersenyum. Lalu tanpa berkata apapun ia membukakan pintu mobilnya untuk Naiyra. Saat Gavin menutup pintu mobilnya, Ia melihat ada bayangan seseorang tampak mengawasinya. Gavin tersenyum sinis kala ia tahu, bahwa itu adalah Justin.


"Waah..aku pikir kamu cuma mengelola bisnis properti, Vin"


Gavin menuntun Naiyra menuju lift. "Ya memang, ada beberapa Restro juga yang aku kelola"


Naiyra menoleh menatap Gavin. "Oh ya, Kenapa kamu gak cerita sebelumnya sama aku" Gavin hanya menanggapinya dengan senyuman.


Tring...


pintu lift terbuka di lantai 20. Gavin membawa Naira pada kamar dengan nomer 501.


Naiyra ragu. Gavin bukan membawanya pada restoran hotel, melainkan pada sebuah kamar.


"Vin...kita--"


"kita dinner di dalam, sayang" Gavin menjawab seolah berbisik. membuat Naiyra di selimuti rasa tidak nyaman seketika. Gavin terasa seperti seorang yang mesum saat ini.


Naiyra berbalik kala Gavin sudah membuka pintu kamar hotelnya, "sebaiknya...sebaiknya..kita makan di luar saja, Vin."


Gavin menghadang Naiyra. Lalu menarik tangannya untuk masuk kedalam.

__ADS_1


ya Tuhan...semoga rasa tidak nyaman yang aku rasakan saat ini bukanlah sebuah pertanda buruk. Doa Naiyra dalam hati.


----


Seorang wanita nampak berjalan anggun dari arah berlawanan. Bibir merahnya yang merona tersenyum senang kala orang yang dinantinya terlihat oleh mata kepalanya. Wanita itu mempercepat langkah gemulainya.


"Hai Justin...kebetulan sekali kita bertemu disini"


"Erika, sedang apa kamu disini" tanya Justin


"Seharusnya aku yang bertanya..Apa kau kesini dengan seorang wanita?? Astaga Justin...aku cemburu jika itu benar"


"Maaf, Erika. Aku harus pergi" Justin berjalan mendahului Erika. Erika berbalik. menghadang Justin di hadapannya.


"Tolong temani aku minum, Justin...Aku sedang butuh teman dan aku beruntung bertemu kamu disini."


"Aku tidak bisa. Dan menyingkir dari hadapanku"


Erika seakan tidak menyerah. Ia terus membujuk Justin untuk memenuhi keinginannya. "Ayolah Justin..anggap saja ini adalah permintaan maaf mu karena telah membatalkan janji menghabiskan malam bersamaku"


Justin tampak menimbang perkataan Erika. Ia sadar akan kesalahannya membatalkan janji karena harus menemani Errina pada saat itu. "Baiklah. Aku akan menemani kau minum, Tapi hanya satu gelas saja. setelah itu kau tidak boleh menghalangiku untuk pergi"


Errika tersenyum puas. "Okey !! Hanya satu gelas" Dan satu gelas itu akan membuatmu tidak sadarkan diri.


🥀🥀🥀


Hai...semuanya.


**MAAAAAAF BANGET KARENA UDAH LAMA VAKUM.


alasan lama gak muncul karena...


aku gagal menjalin kontrak dengan manga.


itu salah satunya. yang kedua..karena semua draf untuk novel ini dan sekuel kelanjutan novel yang baru juga banyak yang ke hapus, lumayan bikin hilang selera buat nulis ulang lagi...karena aku juga gak membuat salinan dimanapun kecuali di ponsel aku ini...dan yang ke tiga....karena kesibukan aja. Lagi sampai sore aku kerja..dan setelah itu aku kuliah sampai malam...kalau ada tugas, yaahh bikin tugas dulu..kadang sampai malam banget...dan..udah mau masuk ujian semester juga. jadi masih fokus dengan belajarku, makanya....absen lama dari manga.


dan ketika aku buka manga...ada komentar dari** @Avil Lyawati. Terima kasih atas saran dan dukungannya dan terima kasih karena masih Audi menanti kelanjutan novel aku ini...


sejujurnya sih...siapa yang gak seneng novelnya banyak yang baca..termasuk aku..awalnya aku gak terlalu mempermasalahkan banyak atau enggaknya like yang aku dapet. asal ada yang baca aja udah seneng luar biasa...walaupun pembacanya sedikit. apa lagi kalau sampai jutaan yah...bisa jingkrak-jingkrak aku tuh 🤭🤭.


itu aja yang mau aku sampaikan sebagai permintaan maaf karena udah hilang selama beberapa Minggu, beberapa bulan ini...


dan untuk akhir dari novel ini..masih ada dua episode terakhir. setelah itu aku akan buat ulang untuk sekuel dari judul DELICIOUS LOVE...


thanks guys karena udah baca bagian ini...

__ADS_1


see you .... 💞💞💞


__ADS_2