I'M Not A Game

I'M Not A Game
Bab 42. Keluar dari Grup Dragon


__ADS_3

Tidak ada yang terjadi selama Gara berada di sana. Hingga malam hari, Laeli tidak datang untuk mencarinya atau pergi ke ruangan perawatan orang tuanya.


'Mungkin dia merasa malu dan mulai menyadari kesalahannya. Gue tidak perlu khawatir lagi.' Gara bermonolog dalam hati.


Malam itu dia bisa tidur dengan nyenyak dan tidak memikirkan masalah Laeli lagi. Apa pun yang akan dilakukan oleh Laeli di kemudian hari, dia sudah memiliki alat untuk melawannya. Selama tidak membuat ulah, Gara pun akan diam dan membiarkannya bebas melakukan apa yang dia suka.


Mendekati akhir bulan, banyak sekali pekerjaan yang menumpuk. Terlebih lagi dua hari dia tidak pergi ke kantor. Gara memutuskan untuk ke sekolah dan kekantor hari ini.


Di sekolah dia merasa tidak nyaman dengan anggota Grup Dragon. Masalah di antara mereka harus diselesaikan dengan baik sebelum menjadi masalah yang semakin besar.


"Gue tunggu kalian di belakang sekolah nanti jam istirahat," bisik Gara ketika ketiga anggota Grup Dragon sudah menunggunya di dekat parkiran.


Setelah mengatakan itu, Gara melenggang meninggalkan mereka begitu saja tanpa menunggu jawaban dari mereka.


"Kita nggak harus berantem, kan, Ra?" tanya Birawa merasa cemas.

__ADS_1


Gara menoleh ke belakang dan mengangkat sebelah sudut bibirnya. Senyuman sinis yang membuat ketiga temannya merasa ngeri. Sekarang mereka tidak bisa lagi menebak apa yang akan dilakukan olehnya.


Meskipun Kenzi patut untuk dipersalahkan dalam perubahan Gara, dia terlihat acuh tak acuh. Sepertinya dia memang sengaja ingin membuat jarak dengannya agar suatu saat dirinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan Nabila.


'Gue sengaja nggak menemui Nabil dulu biar mereka merasa penasaran. Untuk sementara, biar mereka berpikir jika kami masih bertengkar atau putus. Gue mau lihat apakah Kenzi masih ingin menusukku dari belakang.' Gara memikirkan rencananya ke depan.


Selama pelajaran berlangsung, Gara terlihat fokus sedangkan ketiga temannya tampak gelisah. Mereka terombang-ambing dalam perasaan yang tak menentu.


Di halaman belakang sekolah terlihat sepi ketika mereka berempat tiba di sana. Diam-diam Gara menyalakan ponselnya untuk merekam apa saja yang akan mereka bicarakan.


Ketiga temannya tidak menyadari hal itu karena ponselnya berada di saku celananya.


Daud maju selangkah ke hadapan Gara membelakangi Kenzi dan Birawa. Selama ini dia yang paling dekat dengannya di banding dengan kedua teman yang lainnya.


"Ra, gue harap lo nggak lupa dengan persahabatan kita. Apa pun yang terjadi di antara kita mungkin hanya kesalahpahaman saja. Sebaiknya kita melupakan masalah ini dan memulai kehidupan baru yang lebih solid." Daud mencoba berbicara baik-baik pada Gara.

__ADS_1


"Hmmh!" Gara mendengus. "Nggak ada salah paham di antara kita. Ken sengaja melakukannya. Be-te-we, gue udah bilang dari awal kalau gue nggak minat dengan taruhan yang kalian adakan. Secara nggak langsung gue telah menyakiti hati Nabila. Perlu kalian tahu, tanpa adanya taruhan itu gue bakalan tetep ngedeketin dia," jelas Gara.


"Ja-jadi, lo udah mengenal Nabila sebelum adanya taruhan?" tanya Birawa sedikit terkejut.


Gara mengangguk.


"Terserah lo, Ra. Gue akan transfer uang taruhan ke rekening lo nanti siang." Kenzi tidak senang dengan pengakuan Gara dan berbalik untuk meninggalkan tempat itu.


"Tunggu! Gue nggak butuh uang kalian. Sorry! Gue udah nggak tertarik untuk nonton konser. Dan mulai detik ini, gur keluar dari Grup Dragon. Sampai jumpa!" Setelah mengatakan itu Gara berlalu dari hadapan teman-temannya.


Ketika dia berjalan melewati Kenzi yang berdiri membelakanginya, lengannya dengan sengaja menyenggolnya.


Birawa dan Daud memutar tubuhnya mengikuti ke arah Gara pergi. Mulut mereka seperti terkunci dan tidak tahu harus mengatakan apa. Kini Grup Dragon hanya tinggal mereka bertiga tanpa keberadaan Gara di tengah mereka.


Gara tidak langsung pergi ke kelasnya, dia pergi ke sebuah tempat sepi lalu mengirimkan rekaman percakapan mereka kepada Nabila.

__ADS_1


'Terserah lo butuh atau enggak, gue tetap akan mengirimkan bukti ini sama lo, Nab. Hanya dengan cara ini hati gue bisa merasa tenang.' Gara tersenyum kecut.


***


__ADS_2