Inginku Samawa Bersamamu

Inginku Samawa Bersamamu
Episode 19


__ADS_3

"Maafkan aku, Mas. Aku memanfaatkan Fitra, anak kita. Aku lakuin ini semua demi Fitra. Aku hanya ingin dia mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah. Mas setuju kan dengan keputusanku ini"


Lis, wanita itu memandangi foto pria di ponselnya. Pria yang tak lain adalah Ayah dari anak yang bernama Fitra Muklis Abdillah, yang kini namanya diganti menjadi Fitra Junaid Malik. Wajah imut yang mirip Lis tak sedikitpun membuat Aqmal curiga.


Bahkan alasan yang dia ceritakan kemarin bukanlah alasan yang sebenarnya. Wanita itu mengarang cerita agar Aqmal ibah padanya. Dia tidak mau membuka aibnya, itu sebabnya dia mencari alasan yang sekali diceritakan bisa membuat orang merasa bersalah. Dan ya, Aqmal terjerumus di dalamnya. Dia mempercayai semua yang Lis katakan, termasuk tidak menikah setelah bercerai dengannya. Nyatanya, dia hamil anak pria lain saat statusnya masih Nyonya Malik–menantu keluarga Malik.


Oek ... Oek ... Oek ... tangis Baby Fitra terdengar. Lis yang sementara duduk di tepi ranjang perlahan menghampiri baby Fitra.


"Sayang. udah bangun ya. Haus. Mau minum susu ya?" ucap Lis seraya mengambil putranya dari box bayi.


Oek ... Oek ... Oek ...Oek ... Oek ... Semakin diberi susu, Baby Fitra semakin memberontak. Baby mungil itu menghentakkan tangan dan kaki, berusaha untuk turun dari gendongan Lis.

__ADS_1


"Diam ...!!!" Lis membentak putranya. Tindakannya, membuat tetangga menegurnya.


"Bu, bayi memang seperti itu. Para orang tualah yang harus banyak belajar. Anak sekecil itu mana ngerti. Jangankan untuk mengerti, berbicara atau minta ASI pun mereka ngak bisa. Kitalah yang harus berperan penting"


"Aku ngak butuh nasehat dari kalian. Anak anak aku kok, ya terserah aku mau membentaknya apa ngak" sergah Lis yang tak terima dinasehati.


Para tetangga pergi meninggalkan Lis yang berusaha membujuk Fitra agar bisa diam. Berbagai upaya dia lakukan namun Fitra tak kunjung berhenti menangis. Lis semakin kesal, dia masuk ke dalam kontrakan–memiarkan Fitra menangis di Box bayi.


"Aqmal, lebih baik aku memintanya ke sini" wanita itu mengambil ponselnya, menghubungi Aqmal di jam kerjanya.


Di kontrakan, Lis kembali membentak Baby Fitra, setelah Aqmal mengabaikan panggilan darinya. Dia meluapkan amarahnya pada Bayi yang tak berdosa itu.

__ADS_1


"Sial, sedang apa dia!" Lis mengumpat. Dia seperti wanita yang tidak waras. Dia tahu siapa Aqmal, tetapi dia tidak memikirkan tugas dan kewajiban pria itu. Dia hanya ingin Aqmal merespon dirinya.


"Diam ya Sayang, Mama ada kok" Lis mengubah sikapnya. Dia kembali bersikap lembut terhadap putranya.


"Sayang mau minum? Tunggu ya. Bunda buatkan susunya dulu"


Baby Fitra tersenyum. Ia sepertinya paham. Lis ke dapur membuatkan susu untuk putranya. Wanita itu lebih memilih memberi susu Formula daripada memberi ASI eksklusif.


Puskesmas Labuha


Jam makan siang pun tiba, Fauziah dan ketiga temannya ke kantin untuk makan. Di kantin, ada Aqmal dan dua rekan dokter yang juga mau makan siang. Saat Fauziah masuk, gadis itu tak menyapa ataupun melempar senyum pada pria yang pernah akrab dengannya.

__ADS_1


"Kamu .. bukanlah lah jodoh yang ditetapkan Allah untuk membimbingku. Menjadikanku wanita yang pantas menua bersamamu. Semoga engkau bahagia dengan pilihanmu" batin Fauziah.


"Sekarang, kau melihatku seperti orang asing. Bahkan kau semakin menjauh dariku. Sekalipun begitu, aku akan tetap mencintaimu, dan akan menjadikanmu wanita satu-satunya yang aku cintai setelah Ibu dan adik perempuanku" batin Aqmal.


__ADS_2