Inginku Samawa Bersamamu

Inginku Samawa Bersamamu
Episode 33


__ADS_3

Pakaian Adat Maluku Utara, itulah pakaian yang dikenakan Aqmal dan Fauziah di acara ijab kabul yang dilaksanakan pagi ini pukul 10:12 AM. Tak dapat dipungkiri, rasa gugup itu masih saja ada, walau dulu pernah mengucapkan janji suci di hadapan orang banyak. Aqmal Malik, pria dengan tinggi 168 cm itu tak henti-hentinya menghafal kalimat ijab kabul.


"Kamu sudah siap?" tanya Lis yang baru saja masuk di kamar Aqmal bersama Muli.


"Lis aku gugup" ucap Aqmal dengan ekspresi wajah yang menggemaskan.


Lis dan Muli terkekeh. "Kau ini seperti anak kecil saja."


"Ayo, kamu dipanggil oleh mereka" ucap Lis tersenyum. Tak kesedihan yang tergambar di wajah wanita itu, yang ada hanya binar bahagia di sana.


Aqmal bergegas ke lantai satu ditemani Lis dan Muli. Muli dan Lis duduk bergabung dengan keluarga yang lain sementara Aqmal duduk diantara para tetua. Tak lama berkemas, Aqmal, kedua orang tua dan rombongannya ke rumah mempelai wanita untuk melaksanakan acara ijab kabul di sana.


Pernikahan digelar semeriah mungkin. Banyak tamu yang di undang walau tidak ada kaitan saudara. Terlebih lagi yang masih ada ikatan saudara, mereka diharuskan atau lebih tepatnya di wajibkan untuk menghadiri hari bahagia Aqmal dan Fauziah. Tanpa terkecuali.


.


.

__ADS_1


.


.


.


"Bagaimana saksi?"


"Sah ...."


Kata yang hanya terdiri dari tiga huruf namun mampuh mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan yang tiada tara. Akhirnya, setelah melewati banyak drama, Fauziah dan Aqmal resmi menjadi pasangan suami istri. Aqmal tak lagi berstatus duda, dan Fauziah bukan lagi jomblo abadi.


"Alhamdulilah" Fauziah mengucap syukur dalam benaknya.


.


.

__ADS_1


.


Kebahagiaan masih menyelimuti pasangan Kanisya Fauziah Darussalam dan Aqmal Malik, pasalnya kedua pasangan itu akan menggelar acara malam resepsi. Gaun biru laut yang dipakai pengantin wanita, terlihat memesona dan nampak anggun. Sendal kaca serta jilbab yang senada dengan warna gaun, membuat wanita yang kerap disapa Ziah begitu percaya diri. Dalam sehari hingga malam, ia menjadi pusat perhatian. Pasalnya, meka up yang diaplikasikan di wajahnya, membuatnya pangling hingga tamu yang di undang serta keluarga terhipnotis karenanya.


MUA nya yang berhasil dalam berkarya atau memang Fauziah yang cantik? Itulah pertanyaan yang sempat terbesit dalam pikiran orang-orang di sana. Sementara pengantin pria mengenakan pakaian seperti pangeran yang warnanya senada dengan warna gaun pengantin wanita.


Satu persatu tamu undangan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. Banyaknya tamu undangan membuat Fauziah merasa lelah hingga kakinya pun mulai keram. Tapi mau diapa, dia harus bertahan sampai acara selesai.


"Apa kau lelah?" tanya Aqmal pelan.


"Iya, Abang" balas Fauziah. Bang atau Abang, panggilan yang disematkan Fauziah untuk Aqmal, suaminya. Abang bisa bermakna Kakak atau saudara laki-laki.


"Bersabarlah, tidak lama lagi acaranya selesai" kata Aqmal.


Aqmal maupun Fauziah kembali berdiri. Kini giliran kerabat yang memberi ucapan selamat. Savana, Farul dan teman sekelas Fauziah, juga teman yang satu sekolah dengannya, juga para guru di SMK Misbah, mereka semua diundang langsung oleh Fauziah dan Aqmal.


Dengan pegangan masing-masing, satu persatu maju ke depan. Fauziah menitikkan air mata haru. Mereka yang pernah bersamanya, melewati suka dan duka bersama, kini berbaris untuk memberi ucapan selamat pada Fauziah dan suaminya.

__ADS_1


"Ini hadiah dariku dan Farul. Kami hanya bisa ngasi ini ke kamu. Jadilah istri yang sholeha" Savana memasangkan cincin emas 23 karat 3 gram di jari sahabat mereka, Ziah.


Bersambung ....


__ADS_2