
Dari sekian banyaknya pengunjung yang datang di Pantai Derbi, hanya Muli yang merasa menyesal ke sana. Dia ingin segera pulang ke rumah, tapi teman boncengnya sedang mandi air laut. David, pria itu tak henti-hentinya membuat Muli kesal setengah mati. Tadi mengancam, sekarang menolak untuk pulang lebih awal.
"Kakak ngapain di sini? Lagi nunggu orang?" tanya Muli. Dia duduk di atas motor yang berada di tempat parkir.
"Temani kamu" balas Farul dengan santai. Matanya menatap serius ponsel di tangannya, sementara jari jemarinya terus bermain main di layar ponsel.
Muli menarik senyum, tak mengapa rambutnya berantakan asalkan Farul menemaninya di parkiran. Lagian, Muli tidak merasa malu bila orang lain yang menilainya, dia hanya akan malu bila dilihat Farul. Melihat Muli tersenyum, Farul tersenyum membalas.
"Kau cantik bila tersenyum. Jadi berhentilah memasang wajah cemberut" kata Farul kembali menatap layar gawainya.
"Cis!! Cantik-cantik tapi rambutnya kalah saing sama kuntilanak" ujar seorang pria mengambil tempat tak jauh dari tempat Muli duduk. Muli menggertakkan giginya, tak sabar melabrak pria tadi.
"Kau !!" Muli mengarahkan jari telujunjuknya ke pria ngeselin itu.
"Dek, biarin mereka menilai dengan semaunya" Farul mencoba menahan Muli yang sudah siap berkelahi.
__ADS_1
"Apa?!!" laki-laki yang bernama Sandi menantang Muli. Mulai kembali tersulut emosi. Tak ingin menjadi pusat perhatian, Farul melepas jaketnya.
"Pakai ini dan tunggu di sini" kata Farul, pria itu menghampiri Sandi yang dengan santainya mengulas senyum.
.
.
Aqmal dan Fauziah, pasangan baru itu tengah menikmati waktu berduaan. Untuk berpegangan tangan, jangan ditanyakan lagi. Aqmal, pria itu tak membiarkan tangannya istrinya lepas dari genggamannya.
"Abang, bisa lepasin tanganku nggak?"
"Iya iya ..." Aqmal mengangkat kedua tangannya di udara.
Ingin mandi air laut, Aqmal mengeluarkan ponselnya dari saku celana bagian depan, menyerahkannya pada sang istri untuk ditahan sebentar. Segerah dia menyemburkan dirinya ke dalam air laut yang tidak terlalu dalam. Melihat David yang sedang berenang di bagian gardu pandang, Aqmal pun menyusul dengan menyelam ke dasar air laut, selain jago mendiagnosis, Aqmal juga jago berenang.
__ADS_1
"Akhhhhh ...!!!!" David berteriak.
Aqmal mengapung setelah beberapa menit menyelam menuju David. Tangan nakalnya membuat David panik bukan kepalang.
"Kau ..!!" David menggertakkan gigi melihat Aqmal tertawa lepas.
"Aku kenapa?" Aqmal berpura pura tak bersalah.
David menyembur air laut laut di wajah Aqmal, Aqmal pun tak marah. Justru sebaliknya, pria itu tertawa.
Di tepi pantai, Fauziah dan Lis duduk bercengkrama. Sementara Baby F digendong Ayah Fikram. Tertawa dan bercanda gurau, Fauziah seperti memiliki seorang Kakak. Sikap dewasa Lis membuat Fauziah merasa senang. Bahkan, Fauziah pun penarasan, kenapa Lis menggugat cerai Aqmal. Sebesar apapun rasa penasaran itu, Fauziah tak ingin menggali aib yang dengan rapat Lis simpan.
"Kak Lis, ceritakan padaku, Bang Aqmal orangnya seperti apa?" pintah Fauziah.
Lis tersenyum. "Nanti juga kau akan tahu. Yang pasti, kau akan diperlakukan seperti ratu"
__ADS_1
Lis menatap jauh dimana Aqmal dan David berenang. "Zah, jangan kecewakan Aqmal ya. Cukup aku yang membuatnya terluka" sambungnya serius.
Fauziah menatap ke arah yang sama. Dia merasa, perceraian Aqmal dan Lis bukan karena orang ketiga. Dilihat dari tatapan Lis, Fauziah yakin, wanita itu masih mencintai mantan suaminya.