
Puskesmas Labuha
Aqmal sedang mendiagnosa pasien. Kebanyakan yang datang anak kecil yang keluhannya hampir sama. Batuk, demam, dan tidak nafsu makan. Bahkan ada yang sulit tidur dan gatal-gatal.
Satu seperdua Gliseril Guaiakolat atau disingkat GG, satu sepertiga Paracetamol, satu seperdua vitamin C, dan satu sepertiga ctm. Empat macam obat yang digerus hingga menjadi serbuk. Itulah obat yang tertera dalam resep dokter.
"Bu, ini resep, Ibu berikan resep ini di bagian Apotek" kata Aqmal menjelaskan pada orang tua pasien.
"Terima kasih, Dok" ucap Ibu pasien sambil mengambil resep yang diberikan Aqmal pada mereka.
Aqmal kembali melanjutkan pekerjaannya, seperti biasa, senin sampai kamis adalah hari dimana petugas medis pada sibuk. Sibuk melayani pasien yang datang berobat. Tak terasa, waktu menunjukan pukul 11 siang. Aqmal mulai merasa lapar.
"Alhamdulilah" Aqmal mengucap syukur. Tak ad lagi pasien yang mau berobat. Dengan begitu, dia bisa ke kantin untuk makan.
Ting...
"Assalamualaikum. Bee, jangan telat makan ya"
Lagi-lagi Lis memberi perhatian pada Aqmal. Mengingatkan kisah mereka dulu. Dimana Lis tak henti-hentinya mengingatkan Aqmal untuk makan, shalat dan tentunya jangan sampai stres.
"Waalaikumsalam" balas Aqmal. Pria itu memasukkan ponselnya di saku baju jasnya. Lalu dia turun ke lantai satu untuk makan di kantin. Di kantin, dia melihat Fauziah dan Savana. Dua insan manusia yang selalu bersama.
"Sedang apa dia di sini?" batin Aqmal. Dia menghampiri Fauziah. Lalu gabung dengan Fauziah dan Savana.
Fauziah maupun Savana menoleh bersamaan, keduanya tersenyum menyapa. "Dok, mau makan?" tanya Savana.
"Iya, aku udah lapar. Oh ya, kalian ngapain di sini?" tanya Aqmal. Lalu memanggil Ibu kantin.
"Bu, seperti biasa ya" kata Aqmal pada Ibu kantin.
"Iya, Dok" balas Ibu kantin kemudian kembali ke dapur.
__ADS_1
Aqmal melirik Fauziah yang sibuk membalas pesan dari ketua jurusan yang kebetulan dalam menit itu mengirim pesan.
"Sibuk bangat, ngapain?" tanya Savana.
"Ini, KEJUR lagi chat. Katanya sih kerja dengan baik. Dan beritahu beliau apabila ada kendala" jelas Fauziah.
"Kalian magang di sini?" tanya Aqmal.
"Iya, Dok. Baru mulai hari ini" jawab Savana.
Aqmal mengangguk paham. Tak lama menunggu, pesanan mereka dibawakan. Mereka pun makan bersama. Sekalipun makan bersama, tetapi Fauziah dan Savana yang lebih dulu menghabiskan makanan mereka. Bukan karena keduanya sedang ikut lomba makan, tetapi masih ada dua orang teman mereka yang belum makan.
"Dok, kami duluan ya, kasihan Masna dan Farhan, mereka belum makan" pamit Fauziah.
"Iya, ngak Papa" balas Aqmal.
"Dok, kenal ya sama anak magang tadi?" tanya salah satu petugas medis yang berprofesi Ners.
"Iya, kenal. Mereka murid sekaligus rekan kerja saya di Apotek 24 jam"
"Oh, seperti itu rupanya" ucap rekan kerja yang bernama Magfira Narla.
Usai makan, Aqmal kembali ke lantai dua, dimana ruangannya berada. Lama bersantai di dalam, tarhim mulai menggema. Aqmal bersiap-siap melaksanakan kewajibannya. Saat waktunya tiba, Aqmal mengambil wudhu dan memulai shalat Dzuhur. Usai shalat, Aqmal kembali mengerjakan tugasnya sebagai Dokter.
Di Apotek, Fauziah dan teman-temannya sedang bekerja sesuai arahan dari Apoteker Penanggung Jawab Apotek. Fauziah bagian melihat resep plus menyediakan obat yang akan digerus. Savana yang menggerus, Masna yang menyediakan kertas puyer sekaligus melipatnya. Farhan yang bagian penyerahan Obat.
"Mulai besok, kalian datang sesuai jam kerja. Pukul 7:20 AM kalian sudah ada di Puskesmas karena pukul 07:30 AM kita akan apel pagi" jelas Kak Loli–Apoteker Penanggung Jawan Apotek.
"Iya, Kak"
Waktu yang tunggu-tunggu telah tiba. Semua tenaga kerja yang bekerja di Puskesmas Labuha serta anak magang bersiap-siap ke lapangan untuk apel siang. Fauziah nampak biasa saja saat melihat Aqmal, begitu juga dengan duda tampan itu. Fauziah tahu, Aqmal menyukainya, hal itu diberitahu oleh Muli yang sejak seminggu belakangan ini menjadi CCTV di rumahnya.
__ADS_1
Apel siang dimulai, Aqmal berdiri di bagian belakang, tepat di samping Fauziah. Keduanya fokus ke depan, mendengarkan arahan dari Kepala Puskesmas Labuha. Usai apel, Fauziah ke tempat parkir, begitu juga dengan teman-temannya.
"Ziah" panggil Aqmal.
Fauziah menoleh. "Ya, Dok" sahut Fauziah. Dia menyebut kata Dok, sesuai lingkungan yang ada. Ya, mereka berada di lingkungan Puskesmas. Beda halnya dengan di rumah atau di tempat lain.
"Setelah ini mau ke Apotek 24 jam atau mau ke rumah?" tanya Aqmal.
"Alhamdulilah, Saya shift sore sampai malam" jawab Fauziah. Dia mengucap syukur bukan karena dia suka pulang malam, tetapi dia bisa tidur siang.
Aqmal mengangguk paham. "Ya sudah, mari kita pulang" kata Aqmal.
Aqmal masuk ke dalam mobil sementara Fauziah mengendarai kendaraan roda duanya. Savana, Masna dan Farhan mulai berpencar karena mereka tinggal dilingkungan yang berbeda. Fauziah melaju dengan kecepatan sedang. Bukan berarti dia tidak lihai dalam mengendarai motor, melainkan dia ingin menjadi pengendara motor yang taat aturan. Selain itu, dia bisa mencegah yang namanya rem mendadak. Karena kebanyakan kecelakaan yang terjadi akibat ugal ugalan mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di mobil, Aqmal mengikuti Fauziah dari belakang. Memastikan wanita itu selamat sampai rumah. Dalam perjalanan pulang, gawai pria itu berdering. Aqmal menjawab panggilan tersebut, membiarkan wanita yang menghubunginya mengutarakan niatnya menelepon.
"Iya, nanti aku kirim" kata Aqmal. Pria itu kembali membuka App BRImo lalu mentransfer uang sebanyak 1 juta ke nomor rekening atas nama dirinya.
"Sudah, pergunakan uang itu dengan baik"
"Terima kasih, Bee"
Aqmal mengakhiri percakapannya dengan Lis. Pria itu sudah tidak sabar menanyakan siapa Ayah dari bayi yang Lis besarkan sekarang. Kenapa Lis melibatkannya dalam menghidupi bayi yang bernama Fitra itu.
Fauziah dan Aqmal memarkirkan kendaraan mereka di garasi rumah masing-masing. Sebelum masuk ke dalam rumah, Aqmal berbalik menatap Fauziah sekilas.
"Lebih baik aku mengirim pesan padanya" batin Aqmal. Seperti apa yang sudah ia niatkan, pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya, lalu mengirim pesan pada Fauziah.
"Nanti ke Apotek bersamaan"
Fauziah yang berada di tangga, mengabaikan pesan dari Aqmal. Dia lelah dan ingin mandi lalu istirahat sebelum waktu berkerja tiba. Usai mandi dan makan, Fauziah menyempatkan waktu untuk membaca pesan sebelum tidur siang.
__ADS_1
Di rumah depan, Aqmal menatap layar ponselnya. Dia kesal, dan ingin meneriaki Fauziah yang mulai mengabaikan pesannya.
"Apa aku kurang ganteng?" gumam Aqmal.