Inginku Samawa Bersamamu

Inginku Samawa Bersamamu
Episode 27


__ADS_3

Pagi hari di ruang makan. Fauziah duduk bersama Bunda nya. Dia sudah lulus, jadi bisa bersantai di rumah. Kapan lagi dia bisa merasakan kesenangan itu, kalau bukan sekarang sekarang ini.


"Bun, mau tahu nggak?" Fauziah memulai percakapan. Ia membuat susu untuknya.


"Apa?" tanya Bunda Santi sebelum memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Semalam Kak Aqmal chat aku. Terkesan bercanda sih tapi aku kesal" ungkap Fauziah.


"Kesal kenapa?" tanya Bunda Santi lagi.


"Cis. Masa iya, dia bilang pekan depan akan menikah denganku" jawab Fauziah tak suka.


"Oh ya .. lalu kamu jawabnya apa?" Bunda Santi kembali bertanya menggali lebih dalam.


Hehehe. Fauziah terkekeh kecil. "Ya aku balas lagi dengan candaan yang sama. Apa ini hadiah? Aku balasnya gitu"


"Balasannya apa?" tanya Bunda Santi tersenyum kecil.

__ADS_1


"Dia nggak balas. Biasa Bun.. kalau udah tua ya kek gitu, suka read doang. Kan nggak ada akhlak" Fauziah menggeser kursih, ia duduk di depan Bunda nya. Kesal, tentu saja dia kesal. Dia ingin memulai lembaran baru tapi belum juga lewat sehari, dia dibikin kesal oleh Aqmal.


Bunda Santi mulai masuk dalam curhatan putrinya. Dia mulai menggali lebih dalam lagi. Bahkan ia bertanya apakah putrinya itu masih menyukai Aqmal? Dan ya, jawaban Fauziah membuat Bunda Santi tersenyum bahagia.


"Bagus, Fauziah nggak akan marah" batin Bunda Santi.


Sesuai apa yang sudah diniatkan sebelumnya. Fauziah hanya akan menghabiskan waktu di rumah bersama Bunda Santi. Tapi nyatanya Bunda Santi sibuk mengurus pernikahan Fauziah dan Aqmal. Sayang sekali, Fauziah tak tahu akan pernikahan itu. Dia mengira chat semalam adalah candaan semata.


"Zia ... Bunda ke rumah Nenek dulu. Terserah kamu mau tidur atau mau nonton, suka-suka mu lah. Bunda nggak akan larang ataupun marah" Bunda Santi mengambil kunci motor di atas meja ruang tamu.


"Iya, Bunda ..." sahut Fauziah dari kamarnya.


...----...


Sementara di rumah Nenek Fauziah–Paman Zaki, suami Bibi Nova tengah mencari kopia untuk mengundang keluarga, kerabat, dan para tetangga. Seperti itulah pernikahan di kampung.


"Nova ... dimana kopia ku ...?" tanya Paman Zaki yang sejak tadi mencari kopia nya tetapi tidak ia temukan.

__ADS_1


Bibi Nova yang sementara berada di dapur bersama Nenek dan Bunda Santi, wanita itu mengumpat bukan main. Kopia milik Zaki ada di dalam lemari, laci paling bawah dan pria itu bilang tidak ada. Astaga ... benar-benar itu laki.


"Ini apa!" tegas Bibi Nova sambil memegang kopia yang sejak tadi dicari Paman Zaki.


Paman Zaki mengukir senyum sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Perasaan lemari hanya ada satu, bisa-bisanya kamu bilang nggak ada kopia di dalam sini" omel Bibi Nova.


Bibi Nova kembali ke dapur, sementara Paman Zaki pergi mengundang tetangga dan saudara lainnya.


...----...


Puskesmas Labuha


Aqmal masih dengan rutinitasnya. Apalagi kalau bukan mendiagnosis pasiennya. Begitu banyak pasien yang datang hingga pria itu tak punya waktu menghubungi calon istrinya. Boleh dikata dia rindu, tapi mau bagaimana lagi. Tugas yang harus diutamakan.


Pukul 11 siang, pasien sudah tidak ada, Aqmal mencoba menghubungi Fauziah. Namun nomor ponsel gadis itu masih diluar jangkauan.

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan sekarang?" gumam Aqmal.


__ADS_2