
"Kau memang pria yang berpikiran sempit! Bisa-bisanya kau menginjak harga diri Fauziah hanya demi mantan istrimu itu!!" Opa Dama nampak murka.
"Opa, dia Ibu dari anakku. Bagaimana mungkin aku membiarkan anakku tumbuh tanpa aku di sampingnya" Aqmal membela diri. Fitra adalah darah dagingnya. Itu yang Aqmal tahu.
"Hahahahaha" Opa Dama tertawa. Tawa itu seketika menjadi tatapan dingin.
"David ...!!" panggil Opa Dama dengan keras.
David yang sementara beristirahat di lantai dua, pria itu sontak bangun dan lari memenuhi panggilan Opa nya. "Iya, Opa" sahutnya.
"Berikan ponselmu pada Kakak mu. Beritahu dia untuk mendengar pembicaran yang kau rekam" titah Opa Dama. Dengan senang hati, David membuka tempat penyimpanan rekaman.
"Ini" David menyerahkan ponselnya pada Aqmal. Dalam hatinya dia cemas. Ada sesuatu yang dia simpan di memory ponsel. Bagaimana jika semuanya hilang dalam sekejap? Tidak! Itu tidak boleh terjadi.
__ADS_1
"Kakak, jangan dibanting ya" David mengingatkan. Aqmal tak membalas, namun dia mengambil ponsel David dari tangan pria itu.
"Opa, bisakah aku tetap di sini?" tanya David memohon. Dia mengkhawatirkan ponselnya. Pasalnya, isi rekaman itu akan membuat Aqmal terguncang.
"Iya" Opa Dama menjawab dengan singkat.
David tersenyum dan tetap duduk di samping Aqmal. Tatapannya tak luput dari ponsel kesayangannya itu.
Aqmal mulai mendengarkan isi dalam rekaman, benteng pertahanannya pun mulai runtuh. Dia meneteskan air mata. Lisnawati Bakri, wanita yang kembali hadir membawa kebahagiaan, nyatanya dia hanyalah seorang penipu. Memanfaatkan Fitra demi kepentingannya sendiri. Hatinya terbuat dari apa? Kenapa dia berbuat seperti itu. Apakah itu sifat aslinya? Dimana Lisna yang sopan, ramah dan baik itu? Dimana?
"David, kembali ke kamar" titah Opa Dama. David menurut, dia kembali ke lantai dua dengan mulut yang tak bisa diam. Pria itu mengumpat dalam hati.
Ayah Fikram, Bunda Sakila, Bibi Nova dan suaminya hanya bisa diam. Tidak ada yang berani membuka suara sebelum Opa Dama mempersilahkan.
__ADS_1
Haruskah Aqmal bahagia akan adanya kenyataan itu, atau sebaliknya. Dia menyayangi anak itu. Dia rela meninggalkan wanita yang dicintainya dan dia rela dibenci. Karena apa? Dia memilih masa depan putranya. Putra yang bukanlah anak kandungnya. Putra yang dijadikan boneka oleh Ibunya.
...----...
Apotek 24 jam
Banyak pelanggan yang datang. Ada yang datang membawa resep, ada pula yang membawa keluhan. Bahkan ada yang datang sekedar bertanya. Seperti saat ini, seorang wanita yang usianya sekitar 25 tahun, datang bertanya tentang obat alami yang bisa menurunkan demam.
"Ziah .." panggil Kak Diana.
Fauziah yang berada di gudang, ia meninggalkan pekerjaannya hanya karena panggilan dari Kak Diana. Gadis cantik itu berlari kecil menghampiri atasannya.
"Ya, Kak" sahut Diana.
__ADS_1
"Apa ada obat alami yang kamu tahu–untuk menurunkan demam pada anak?" tanya Kak Diana. Harusnya dipanggil Ibu tetapi Kak Diana merasa dia masih muda jadi dia tidak mau dipanggil Ibu. Katanya, Kakak saja.
"Ngak ada, Kak. Tapi kata Bunda, saat aku kecil dulu Bunda selalu olesin santan kelapa yang diperas bersamaan dengan daun jarak. Katanya sih ampuh bangat, kalau rutin diolesin, paling dua hari demamku udah turun, bahkan aku mulai aktif bermain" jelas Fauziah menceritakan obat mujarab Bundanya.