
Kehidupan mengingat kan sebuah rasa kopi sepahit apapun tapi tak menghilangkan rasa manis, sepahit apa pun kehidupan pasti akan ada manis di akhir.
Begitu pun cinta Adrian dan Kara setelah banyak melalui cobaan dan rintangan kemesraan pasangan muda ini semakin kuat mengikat tali pernikahan, sekarang usia pernikahan Kara dan Adrian beranjak 3 bulan tapi masih belum di karuniai buah cintanya.
Di tempat lain Angel yang sedang Menikmati ke indahan rumah barunya, hubungan Angel dan Alex semakin membuktikan kalau Angel benar-benar menjadi istri Solehah mematuhi semua permintaan suaminya, walaupun banyak orang bilang pernikahan sirih tak mampu mengikat suami, tapi Angel menyarahkan semuanya ada Alex, segini pun Angel merasa bershukur atas apa yang Alex sudah banyak mengorbankan buat Angel.
Alex memberikan hadiah rumah mewah pada Angel letaknya di kawasan Bogor indah, selain suasana nya yang sejuk dan Asri rumah mewah itu terdapat lantai dua yang bisa melihat halaman bebas.
Malam pukul 7 Alex beserta orang tua Angel berkumpul di sebuah pendopo yang letaknya di belakang rumah, pendopo yang terbuat dari ukiran desain mewah juga tersedia tungku api unggun untuk menghangatkan tubuh, Angel yang sibuk membakar ayam di bantu oleh beberapa asisten yang lainnya' suasana terasa hangat dengan ke harmonisan keluarga ke dua Alex.
"Buk.., apa ibu ada sesuatu yang ibu inginkan?" tanya Alex pad bu Astuti.
"Masa tua ibu hanya ingin melihat putri ibu satu-satunya itu berubah menjadi gadis yang lebih baik lagi, selama ini ibu tidak pernah memberikan kebahagiaan seperti anak yang lainya semenjak bapak nya Angel meninggal karana kecelakaan." Ujar Astuti.
"Apa kah kecelakaan itu cukup parah bu?" tanya Lagi Alex ingin tahu tentang orang tua laki Angel.
"Cukup parah sampai ibu saja tidak mengenali wajahnya"
"Ibu yang sabar ya, semoga Angel bisa membahagiakan ibu" ucap Alex iba
"Aamiin.., terimakasih Alex kamu sudah bisa merubah Angel" terimakasih Astuti pada Alex.
Alex mengusap punggung Astuti memberikan kekuatan untuk Astuti, cerita Astuti membuat Alex merasa iba atas kehidupan nya yang begitu menyedihkan, secara Alex yang terbiasa hidup dengan kemewahan dari orang tuanya Alex pun tak pernah hidupnya kekurangan dalam hal apapun.
"Ayam nya sudah siap..." Angel membawa ayam panggang di tangannya menghampiri Alex dan ibunya.
Pembicaraan pun terpotong oleh kedatangan Angel, Alex tersenyum melihat Angel yang begitu menikmati keindahan alam bebas di kalangan rumahnya.
"Ayo makan dong" Angel menyendok nasi di wadah piring untuk suaminya dan juga ibunya, selain itu Angel juga mengajak para asistennya makan bersama.
"Mba sini makan biar Satria taruh disini saja" Ujar Angel.
Satria putra Angel yang di baringkan di samping nya, Alex mencuri pandangannya melirik Satria, tiba-tiba ia mengingat kan Aldy sewaktu kecil, Wajah nya mirip dengan Aldy tapi Alex tak berni bertanya siapa bapak Satria sebelum dengan Alex.
Di sisi lain Kara masih bersandar di bahu Adrian tak biasa Kara bermanja-manja dengan suaminya.
"Sayang mas mungkin dua hari lagi pergi ke Eropa mengurus perusahaan Papa mungkin satu Minggu Mas disana, kamu jangan nakal ya selama Mas nggak ada di rumah, dan selama Mas tidak di rumah kamu tinggal di rumah Mama, Mas.., takut kamu Kenapa-kenapa disini" Ujar Adrian.
"Kalau aku di rumah bapak? tidak apa-apa kan aku ingin menemani bapak di rumah selama Mas tidak di rumah" Ucap Kara.
"Boleh.., Nanti Mas yang hantar ke rumah bapak sekalian ke bandara"
Sesekali Adrian mencium pipi Kara, hubungan Kara dan Adrian semakin membaik, Kara pun sudah mulai menerima Adrian sebagai suaminya malam mulai larut Kara membaringkan tubuhnya, Adrian yang memanjakan Kara dia menyelimuti tubuh istrinya.
Cup..
"Selamat tidur sayang"
Kara tersenyum memeluk tubuh suaminya, hari ini hari bahagia buat Adrian entah kenapa serasa ada yang beda dari Kara, tidak biasanya Kara seperti ini, yang biasanya cuek dan tak pernah mau memeluk suaminya saat tidur, hari ini Kara begitu Manja, kemana pun langkah Adrian Kara selalu mengikutinya, Kara tak memberikan peluang untuk Adrian bebas kemana pun.
Kara tidur dengan lelap Adrian terbangun di tengah malam dia menyandarkan kepalanya di bahu ranjang.
__ADS_1
Rasanya aku tidak ingin meninggalkan istriku sendiri , tapi perusahaan pun membutuhkan ku, Rasanya tidak ingin jauh-jauh dengan istriku sementara amanat dari Papa harus dilakukan.
"Mas..., kamu kenapa tidak tidur" kara mengucek matanya.
"Ya Mas.. tidur kamu tidur lagi ya.."
"Pasti ada yang di pikirkan ya?" tanya Kara sambil beranjak dari tempat tidur mengambil Air minum untuk Adrian.
"Mas..minum dulu ya.., baru cerita sama aku ada apa?"
Adrian menerima Air minum dari tangan istrinya, lalu ia menenggak nya sampai habis.
"Tidak ada sayang.." Kata Adrian.
"Hemm. Pasti ada yang di rahasiakan dari aku?"
"Tidak akan ada rahasia buat kamu, hanya saja Mas.., rasanya berat untuk pergi ke Eropa, Mas tidak ingin jauh-jauh sama istri Mas yang cantik ini" Adrian mencubit pipi Kara lalu mengecup bibir tipis kara.
"Kalau itu Mas.., tidak usah khawatir aku disini pasti baik-baik saja lagi pula aku ada yang menjaga, ada Mama ada Papa ada bapak, jadi Mas tidak perlu Khawatir ya"
"Entah pergi kali ini Mas.. rasanya berat ya."
"Apa perlu aku ikut?" kata Kara.
"Yakin mau ikut Mas..?" tanya lagi Adrian memastikan kalau istrinya ikut mendampingi suaminya.
Kara pun mengangguk kepala, menandakan kalau dia pun ingin menjaga suaminya kemampuan.
"Mas..., sesak"
"Oh..., ya maaf sayang."
"Ya sudah tidur lagi yuk" Ajak Kara.
Pasangan yang sedang di landa kasmaran ini melanjutkan tidurnya hingga menjelang pagi, setelah solat subuh Kara sudah sibuk di dapur membuat sarapan untuk suaminya kali ini Kara membuat oplet untuk sarapan paginya kesukaan Adrian dengan memperbanyak sayuran dan telor setengah matang.
"Pagi Nyonya muda, maaf Mbok kesiangan..ya"
"Bukan Mbok yang kesiangan tapi aku Yang kepagian Mbok"
"Lah terus Mbok kerjanya apa ini.., sudah di kerjakan semua sama Nyonya muda, bisa-bisa mbok nggak ada kerjaan" Keluh Mbok.
"Mbok..., tenang saja Mbok masih bisa masak buat yang lain, ini aku tadi entah mau ngapain jadi ya audah masak saja hehe"
Dari Kara sebelum menikah Kara berniat jika suatu saat dia menikah akan menyiapkan segala sesuatunya nya mengerjakannya sendiri untuk suaminya, hanya pakaian dan membersihkan rumah Kara serahkan semuanya pada Asisten rumah nya.
Setelah masak Kara menyiapkan teh hangat untuk suaminya, kemudian Kara membawa nya ke kamar, tapi di sisi lain Kara sebelum suaminya bangun Kara terlebih dulu membersihkan tubuhnya ia pun tidak ingin tercium bau masakan.
Adrian pun terbangun meraba istrinya tak ada lagi di sampingnya dia segera mengucek matanya.
Kemana Kara. Gerutu Adrian celingak-celinguk di sekitar kamarnya, tak lama Keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Cari siapa Mas...?,"
"Cari istri tetangga, kok Mas bangun sudah tidak ada"
"Issst apaan sih?"
"Lagi masih tanya ya cari kamu kan kamu istri Mas.., yang paling Mas.. sayang"
"Gombal"
Adrian memeluk tubuh istrinya yang masih terlilit handuk.
"Mas..., Mau apa?"
Namun Adrian tak mengucapkan nya hanya memainkan alisnya.
"Nggak aku sudah Mandi."
"Nanti Mandi lagi.., ya..ya..ya.."
"Nggak..." seketika Adrian memapahnya ke atas kasur, rambut basah Kara terlihat semakin seksi di mata Adrian.
Tak bisa menolak Kara pun tersenyum mengerti apa yang di minta Suaminya, Adrian membuang Handuk nya ke sembarang Arah.., aroma harum tubuh sang isteri yang tidak bisa Adrian tahan untuk mencumbui di setiap inci yang bisa mengeluarkan suara rintihan dari bibir Kara pun terlepas begitu saja.
"Hemm...., Aaaah..., Mas....," Rintihan Kara.
Gunung ke pemilikan sang istri Adrian mengisap dengan rakusnya sampai mencapai ******* Adrian tak berhenti mengayun tak perduli dengan keadaan basah nya Adrian seperti sedang takus memadu kasih entah berapa kali Adrian melakukan nya, Kara yang sudah terlihat lemas oleh ulah suaminya.
"Mas....sudah dong"
"Nanti ya Mas..masih Kangen."
"Kangen?" Kara mengerutkan keningnya.
"Mas.., Jangan gitu Ah..., kamu mau pergi jauh aku jadi takut"
Sang istri mendengar permintaan suaminya ia pun takut terjadi sesuatu pada suaminya selain tingkah Adrian yang aneh dia pun akan pergi meninggalkan Kara ke negara lain.
"Ya sudah.., sekarang kamu mandi ya aku siap kan sarapan."
Adrian hanya mengangguk kepala, setelah membersihkan tubuh nya Kara melangkah pergi menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"Nyonya muda, perlu apa biar Mbok siapkan ya?"
"Tidak usah mbok.., tolong panaskan masakan yang tadi aku masak ya mbok"
"Baik Nyonya muda"
Hari ini perasaan ada takut ada bahagia, Ya allah semoga tidak ada apa-apa." Gumam dalam hati kara.
...----------------...
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungan di Karya kecilku jangan lupa like end komentar nya🙏