Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 67


__ADS_3

Pagi hari Kara olah raga keliling kompleks di temani Kean juga babysitter nya. Setalah matahari mulai naik, Kara pun kembali ke rumah.


Teng....Teng....Teng.


Kean menunjuk si abang-abang Lewat membunyikan lonceng.


"Bang.., itu jualan apa?" tanya Kara pada si Abang penjual


"Bubur kacang ijo. Non' mau?" Kata bapak-bapak paruh baya


"Di bungkus ya pak 3." Kata Kara


Setelah bungkus bubur kacang Kara masuk ke halaman rumahnya. Nampak Adrian berdiri di depan teras pakaian kasual. Kara menatap Adrian tersenyum.


Mension Kara dan Adrian. fasilitas kolam renang cukup besar.



"Sayang..., jangan capek-capek dokter kan sudah bilang kandungan kamu ini tidak cukup kuat untuk melakukan aktifitas" Ucap Adrian


"Nggak kok Mas.., hanya jalan santai aja, seru loh ramai ibu-ibu berolahraga Kean aja juga senang, nggak mau pulang dia" Kata Kara


"Ya sudah masuk yuk, terus mandi" Ujar Adrian menggandeng tangan Kara masuk ke rumah.


"Indah ajak Kean, mandi ya" Pinta Kara


"Baik Nyonya muda, Yok Aden mandi ya sama Mbak"


Kean mengangguk-angguk, tanda setuju. Indah menggandeng satu tangan Kean sambil berjalan memasuki rumah.


"Kean sama Oma yuk mandinya" Ajak Rena mengambil alih tangan Kean. "Indah Biar sama saya aja, kamu mandi sana"


"Baik Nyonya besar" Saut Indah sang babysitter


Disini Murni sedikit sibuk menyiapkan beberapa menu masakan. Seharusnya Mbok lah semua tugas yang Murni kerjakan tapi berhubung Aldy lebih suka masakan yang Murni masak, dan dengan senang hati Murni memasak untuk Aldy dan Mami nya. Kebetulan Murni hobi sekali masak.


Entah lupa entah apa, Mungkin Karena bangun kesiangan. Murni pagi itu tak memakai hijab nya. Dia mengikat rambut nya ke atas hingga memperlihatkan jenjang putih lehernya.


Aldy bangun lebih awal dia menuruni anak tangga Kerena perutnya sudah mulai memberontak Aldy langusung menuju dapur. Langkah nya terhenti saat melihat Murni tak berhijab. Aldy menelan selivanya saat melihat jenjang putih lehernya.


Cantik sekali tapi kenapa Murni masih memakai pakaian olahraga. batin Aldy


Sontak Murni terkejut melihat Aldy berdiri di anak tangga terakhir. Dengan sigap Murni Memakai Kerudungnya.


"Astaga! Mas Aldy ngapain disitu?"


"Ng-gak pa-pa kok" Ucap Aldy gugup Ia memalingkan wajahnya.


"Mas Aldy' mau makan?, sudah siap semua, tapi makan sendiri ya aku buru-buru mau olahraga.


Aldy menarik kursi lalu duduk sambil memainkan ponselnya. Murni keluar dari dapur siap untuk lari pagi. Tapi ketahuan Murni saat Aldy mengambil fotonya.

__ADS_1



Seakan Murni menolak untuk di foto


"Mau olahraga apa mau mejeng rapi banget?" Ucap Aldy dingin


"Olah raga dong Mas.., masa mejeng sih?" sambung Murni


Tanpa ragu Murni melangkah pergi untuk berolahraga.


"Murni"


Panggil Aldy setelah dua melangkah kaki


Murni seketika menghentikan langkahnya.


"Apa lagi Mas..?, terburu siang" Protes Murni


"Tunggu aku ikut" Kata Aldy


Aldy pergi mengganti pakaian. beberapa menit kemudian Aldy datang sudah siap pakaian olahraga.


"Tumben sekali sih Mas' mau ikut olah raga biasanya juga kalau di ajak olah raga malas-malasan" gumam


Merasa ada yang aneh dengan pagi kali ini, seorang Aldy Peto mau berolahraga di luar biasanya Aldy selalu berolahraga dengan alat-alat yang ada di ruang khusus olahraga tapi pagi ini Aldy mau ikut dengan Murni.


Disisi lain Murni senang mulai bisa membawa Aldy menjadi lebih mengenal dan membaur dengan yang lain


"Mas, ayo lari" Ajak Murni tapi Aldy malah memilih duduk di sebuah taman yang Asri.


Aldy tersenyum melihat beberapa hasil jepretannya baginya memotret wajah murni adalah hal yang menyenangkan. Aldy memposting foto Murni di sosial media akun Miliknya.


Banyak menuai pujian dari para followernya, Aldy tersenyum sumringah, sementara Murni lari kecil di antar yang lain, tidak lama pria tampan yang sering berusaha mendekati Murni dia menghampiri.


"Pagi Murni" Sapa pria itu mengentikan kegiatannya.


"Pagi Mas, olah raga juga Mas?" Murni coba menjawab pertanyaannya.


Setelah tersenyum mata Aldy mendapati Murni berdiri dengan pria lain sedang asik bercakap-cakap.


Aldy bergegas menghampiri Murni, Aldy mengepalkan tangannya sambil melangkah cepat menghampiri keduanya. Tanpa basa-basi Aldy langsung menonjok wajah pria yang sedang bersamanya.


Bug!


sebuah tonjokan kasar telah mendarat ke wajah pria yang di menganggap diam-diam Murni selingkuh di belakangnya.


"Astaga..!, 'Mas hentikan"


"Jangan pernah kamu deketi calon istriku" Sungut Aldy menatap tajam.


"Mas! lepasin tanganku Sakit" Merintih Murni kesakitan

__ADS_1


Aldy menarik tangan Murni dan menyeret nya sampai rumah.


"Kamu Kenapa sih Mas?" Ucap Murni kesel


"Masuk lah ke kamar" perintah Aldy


"Aku tidak akan masuk sebelum kamu menjelaskan semuanya


Aldy sifat yang tidak suka di bantah wajah nya memerah terbakar emosi. Aldy memepetkan tubuh Murni di balik dinding. Murni kali ini benar-benar tidak bisa berkutik, Murni pun terdiam hanya merasakan hembusan nafas hangat Aldy membelai wajahnya mengantarkan pada batas kesadaran dan justru membuatnya bingung.


Cup!


Sebuah kecupan telah mendarat di bibir menyesap dan mengecupnya dengan lembut.


Setelah Aldy melakukan dia menciumnya lagi, mata bening Murni pun mengalir begitu saja. Ia merasa kali ini Aldy benar-benar keterlaluan bahkan tidak menghargai dirinya, padahal sering Murni mengingatkan dan jangan pernah menyentuhnya lagi sebelum menjadi muhrimnya. Tapi lagi-lagi Aldy melakukan hal yang tidak disukai oleh Murni, bagi Aldy mencium gadis yang memiliki wajah cantik yang akan menjadi calon istrinya itu membuat candu.


Disisi lain Murni yang tidak ingin menyerahkan ciuman pertamanya kepada pria yang belum berstatus sebagai suaminya.


"Kenapa Mas Aldy melakukan hal yang tidak aku sukai?" Ujar Murni matanya memerah menahan rasa kecewanya pada Aldy


"Kamu calon istriku" Ucap Aldy ketus seakan tidak ingin di bantah


"Masih! calon 'Kan belum istri" Protes Murni juga tidak ingin kalah perdebatannya dengan Aldy


Murni pun masuk kedalam kamarnya mengunci pintunya. Murni membanting tubuhnya di atas kasur dia menangis sejadi-jadinya.


"Mas Aldy keterlaluan, dia tidak benar-benar mencintaiku? kalau dia mencintaiku seharusnya Mas Aldy tidak melakukan yang tidak aku sukai" Gumam


Aldy pun terdiam di kamar. Ia melakukan hal itu agar murni tidak akan pergi dari hatinya hanya saja cara Aldy yang salah, dia terbiasa melakukan hal seperti itu memanjakan wanita, menurutnya dengan cara itu lah Murni bisa menjadi miliknya seutuhnya.


Tok...Tok...Tok.


Cklek!


"Mami? ada apa?"


Tanya Aldy pada Mami nya yang baru saja mengetuk pintu kamar nya


"Mami kesini hanya mengingatkan, bahwa Murni bukan lah gadis yang bisa kamu perlakuan yang sama seperti Gadis-gadis yang pernah kamu kenal, Murni gadis polos yang menjaga kehormatannya. Mami minta kamu tahan sampai besok Nak akad nikah kamu" Kata Faridah menasehati anaknya


"Tapi Mam--"


"Mami tidak ingin di bantah!, kalau kamu benar-benar mencintai Murni haragi keputusan Murni sekarang kamu minta maaf sama Murni, Mami menjadi seperti ini Karena Murni kalau tidak karena Murni mungkin Mami masih menjadi mayat hidup, Papi kamu sudah pergi dengan wanita mudanya, Mami tidak ingin kamu menjadi seperti Papi kamu!"


"Apa! Papi menikah lagi Mam?, Apa Mami tidak salah Papi urus perusahaan di Surabaya Mam!" Protes Aldy


"Papi memang di Surabaya, sebelum Mami sehat Papi kamu memaksa Mami mengijinkan dia menikah lagi, sebenarnya Mami tidak menginginkan Papi kamu menikah lagi, tapi semua itu sudah terjadi Mami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi Mami minta sama kamu jaga lah wanita yang akan menjadi istri kamu, yang bisa menjadi ibu untuk anak-anak kamu" Ujar Faridah berlalu pergi meninggalkan Aldy di kamar.


"****! Papi benar-benar keterlaluan aku akan pastikan Papi tidak pernah lagi bisa datang ke rumah ini, DASAR! Orang tua nggak tau diri!" Maki Aldy merasa geram pada Papinya


Disini Rodiah lantang - Lantung dia sudah tak memiliki apa-apa harta warisan satu-satunya telah di tipu habis-habisan. Pria muda yang pernah menjadi tambatan hatinya telah merampok harta hasil warisan orang tuanya. Kalau saja Rodiah tidak mengingat memperlakukan Kara dengan tidak baik mungkin Rodiah akan kembali menemui Kara itu pun kalau Kara masih di rumah yang barunya tapi sekarang Kara tinggal di rumah Rena mertuanya. Rena Minta Kara menemani Rena selama Beni mengurus perusahaan di London.

__ADS_1


...----------------...


Up lagi maaf kmarin lagi kurang sehat jadi telat Up terimakasih


__ADS_2