
"Alex..., kira ibu siapa tidak biasanya pagi-pagi sudah di sini?" kata Bu Astuti
"Iya Bu.., kebetulan tidak ada kerjaan di kantor hanya ingin mengabari kalau ibu nanti ikut bersama kita liburan mungkin jangka waktu yang lama, ibu mau ya?"
"Ibu sih terserah Angel saja, ibu ikut saja"
"Gimana Angel kamu bisa ikut saya kan?"
Angel pun tidak langsung mengiyakan dia berpikir dulu sebenarnya Angel ingin menyelesaikan masalah nya dulu dengan Aldy tapi Alex sepertinya begitu memaksa, seketika Angel mengingatkan mantan Alex yang telah di aniaya karena tidak menurut permintaan Alex.
"Baiklah kalau itu mau Papi aku sih ikut saja gimana baiknya"
Aku yakin Alex sudah mengetahui hubungan masa lalu ku dengan Aldy, tapi aku ingin satria tahu dulu siapa ayah kandungnya, tapi sepertinya waktunya tidak tepat. gumam nya Angel
Aku Harus mencari alasan untuk pergi dan sebelum pergi aku harus mencari pekerja untuk merawat istriku.
Waktu paling berharga itu telah hilang untuk Aldy mungkin tidak jangka waktu yang dekat ini Aldy mengetahui siapa anak kecil yang bersama Angel saat di Mall waktu siang itu.
"Aldy.....!" Teriak Monika memanggil Aldy saat dia melihat Aldy baru saja keluar dari pantry bersama Mario.
Aduh...! cacing tanah mau apa lagi sih!. gerutu Aldy
Wkwk..! tertawa Mario
"Nggak lucu!" Sungut Aldy begitu kesel melihat ejekan Mario kepadanya
"Dia cantik bro! lu mau cari yang seperti apa lagi sih" Kata Mario
"Yang cantik banyak bro, yang mahal dan Sulit untuk di sentuh itu limited edition bro wkwkk!" ujar Aldy
"Ah... sial Lu yang begitu gw juga mau, jaman sekarang sulit cari yang limited edition, ada tuh Murni sepertinya limited edition" Ucap lagi Mario
"Opis geuls itu?, Ais ogah!, jelek' kalau ngomong Jawir bro, tidak bisa di bawa jalan yang begituan" Nyinyir Aldy
"Jangan salah bro dia itu lulusan sarjana muda, dan!, yang gue dengar dia itu jenius di kampus nya dia juga berhasil lulus dalam jangka 2 tahun berarti dia Lulus 4 semester bro" Seru Mario
"Lalu kenapa dia kerja sebagai opis geuls?" tanya lagi Aldy
"Kata dia sih apa saja selama belum ada pekerjaan yang menurut nya cocok"
"Ini maksudnya apa lu? mau jodohin sama gue?, buat lu aja, udah lu ngomongin nya kalau sudah silahkan keluar"
"Ya elah bro dari pada lu di kejar-kejar sama tuh cewek, lu pura-pura aja dia cewek lu"
Gue sih awalnya suka sama Monika tapi setelah dia ngejar gue dan entah kenapa gue merasa ilfill sama dia Iss. bergidik Aldy
Beberapa jam kemudian Aldy keluar dari kantor menuju tepat parkir, dia melajukan mobilnya ke arah tempat di mana pernah bersama Angel. begitu ingin mengenang masa lalu nya bersama Angel dan memiliki sebuah kenangan yang tak pernah bisa di hapus sampai kapanpun, karena ada Satria hadir dalam kenangan itu.
Nggak nyangka gue ternyata sudah tua anak gue sekarang sudah 3 tahun. gerutu nya di dalam sandaran sofa ruangan tamu.
Aldy mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
Ting.. pesan masuk dari Alex
Kamu urus perusahaan baik-baik Papi sementara mengurus perusahaan yang ada di Surabaya.
Papi kok tidak bilang dulu kalau pergi."gerutu Aldy
Aldy pun segera meraih jas nya segera meninggalkan Apertemenya setelah mendapat pesan dari Papi nya Aldy pun seketika mengingat Mami nya di rumah tidak ada yang menemani.
Aldy mengirimkan pesan kepada Mario
Yo lu bisa Carikan orang untuk menjaga mami berapa pun biayanya.
Mario pun mengerutkan dahinya.
Gila nih orang cari kemana gue..
Tiba-tiba Murni menyambar ucapan Mario
"Ono opo toh Mas.., kok sepertinya panik gitu?" tanya Murni sambil melangkah ke luar.
Ah...! gue minta tolong Carikan murni saja siapa tahu dia ada teman yang bisa menjaga Mami nya Aldy
__ADS_1
Mario lari mengejar Murni yang siap pulang ke tempat kostnya
"Murni..." Panggil Mario nafasnya masih memburu setelah berlari-lari mengejar Murni
"Ih...jangan sentuh aku Mas kita bukan muhrim toh"
"Maaf...Maaf..., gue cuma ingin minta bantuan sama lu"
"Bantuan apa toh Mas..?, aku sudah mau pulang"
"Elah sebentar Napa, lu punya teman tidak yang bisa merawat orang tua yang sudah stroke soal gaji bisa di atur" Kata Mario
"Buat siapa sih Mas..., kalau di kampung ku banyak Mas...,"
"Bisa tidak?," Mario sedikit memaksa
Mario sebenarnya ingin Murni yang merawat orang tua Aldy dengan begitu Murni tidak perlu lagi membayar sewa rumah
"Mas..., gaji nya berpa?" tanya Murni
"4 juta ya 4 juta gimana ada nggak?"
Wah 4 juta apa aku saja ya ibu kan di rumah dengan banyak membutuhkan uang untuk membayar hutang ke juragan Kurdi.
"Woi...lama banget sih mikirnya!"
"Mas.., seumpama nih"
"Sudah tidak pakai seumpama segala sekarang lu ikut gue ya ke rumah nya" Mario tetap memaksa
"Tapi pekerjaan ku bagaimana Mas..?"
"Sudah itu mah gampang, sekarang lu ikut gue saja dulu ya"
Mario mendorong tubuh murni ke dalam mobilnya.
"Mas...Mas..., sabar toh.."
"Gue urgent banget nih, kalau tidak bisa-bisa gue yang di suruh jaga Mami nya"
Sabar bro macet nih..,
Lu sudah dapat orang nya? lu tahu kan jam 8 gue ada meeting penting.
Tenang saja gue sudah dapat orang nya ini gue menuju rumah lu bro.
Ok gue tunggu
Sepertinya Mario tidak salah pilih orang Murni sangat berpengalaman dalam merawat orang tua, selain itu Murni juga sangat mahir dalam mengurus orang stroke, dan apa saja yang tidak di perbolehkan di makan untuk orang stroke.
Tiba di halaman rumah mewah bak istana megah dengan ukiran mewah.
"Ayo turun.." ajak Mario
Murni yang pertama kali memasuki rumah mewah dia menganga takjub.
Teng...Tong...Teng...Tong. Mario mencet Bell's rumah Aldy
Aldy muncul di depan pintu melihat Mario membawa Murni Aldy pun sempat kesel.
"Ngapain lu bawa-bawa dia?"
"Sabar dulu bro.., dia yang akan merawat Mami lu" Kata Mario
"Lu kan gue suruh ambil di yayasan Kenapa jadi dia.?"
"Ya wis toh Mas..., kalau tidak bisa ya sudah tidak apa-apa, Mas Mario hantar aku pulang saja"
Murni pun keluar dari ruangan tamu dia berdiri di teras selama menunggu Mario ngobrol bersama Aldy.
"Lu gimana sih bro, masa di tolak?"
"Dia mana mengerti ngurus Mami gue?"
__ADS_1
"Dia juga kan cewe pasti paham lah, apa tidak sebaiknya lu coba dulu bro kalau kurang lebih menurut lu kan bisa cari lagi, lu juga minta mendadak"
"Ok ok.., kalau gue nggak cocok gue batalin"
"Nah gitu dong.... Murni" panggil Mario
"Aku Mas... ono opo meneh?"
"Coba di sini dulu ya, pasalnya Aldy akan ada meeting malam ini lu jaga orang tua Aldy dulu bisa kan?"
"Bisa Mas..."
"Awas lu kenapa-kenapa sama Mami gue" ancam Aldy.
"Ini kamar lu dan itu kamar Mami sekarang Mami lagi tidur dan jangan lupa sering-sering nengok"
"Enjih Mas"
"Entah lah apa itu yang lu maksud, gue mau pergi meeting dulu, ayo bro lu temani gue" ajak Aldy
"Gue di sini aja temani Murni"
"Ah.., lu kalau ada cewek, cepat ikut" perintah Aldy
Setelah Aldy pergi Murni menghampirinya kamar Mami nya Aldy dia juga tidak lupa ucap salam.
Assalamu'alaikum..., Nyonya saya yang akan merawat Nyonya mulai sekarang.
Kasihan kenapa sepertinya Nyonya sudah lama terbaring bismillahirrahmanirrahim insyaallah aku akan menyembuhkan Nyonya ini seperti dulu dengan rutin ramuan dan belajar berjalan. gumam dalam hati Murni
Murni pun menengok bekas makan yang tidak seharusnya Nyonya Faridah makan.
Di mana dapur nya ya aku ingin membuat bubur.
Tiba-tiba Murni melihat asisten keluar dari kamar.
"Mbok..." Panggil murni
"Neng siapa kok ada di sini?"
"Kenal kan mbok saya orang baru di sini dan bertugas merawat Nyonya"
Mbok pun bingung selama ini tidak pernah ada yang merawat Istri Alex dan Alex pun tidak pernah mencari entah kenapa.
"Mbok kok bengong saya mencari dapur di mana ya Mbok"
"Di sana Neng.., biar Mbok buat kan neng mau apa?"
"Sudah mbok biar aku saja tolong bantu siapkan semua bahan-bahan nya untuk membuat bubur ya mbok."
"Nyonya jarang makan bubur Neng bisanya nasi saja dengan lauk pauk."
Murni pun membuat bubur khusus untuk orang stroke, dan bubur dengan segala bahan sedikit sereh dan tidak memakai garam dan rasa lainnya. Kemudian Murni meminta mbok merendam air sereh untuk mencuci tubuhnya
"Mbok bantu bawa ke kemar Nyonya ya"
"Baik Neng"
Murni membuka pintu melihat Nyonya Faridah sudah membuka matanya.
"Assalamu'alaikum Nyonya kenalkan saya Murni mulai sekarang saya yang akan merawat Nyonya, sekarang Nyonya makan dulu ya"
"Gimana Rasanya Nyonya enak?"
Nyonya Faridah menggeleng kepalanya. Tapi Murni menyuapi nya sampai habis, kemudian Murni mengelap tubuhnya dengan air sereh, agar sedikit melemaskan otot-otot yang kaku.
Setelah selesai Murni menemani Nyonya Faridah Hingga dia tertidur di samping ranjang sambil duduk berbantal lengan.
Visual Murni
...----------------...
__ADS_1
Like dan komentar ya kak terimaksih