
Satu minggu sudah Adrian mengurus segala Sesuatunya, saat nya Adrian menyiapkan kepindahan nya. Hanya Rena dan Beni yang menghantar Adrian bersama time dokter ke bandara.
Setelah Boarding Rena dan Beni meninggalkan tempat itu kembali ke rumah nya.
Sementara Rena belum di perbolehkan membawa Kean pulang karana kondisi kean yang masih lemah Kean masih membutuhkan perawatan.
"Pah.., Mama ke rumah sakit dulu deh Mama mau lihat keadaan Cucu Mama" Pinta Rena kepada suaminya.
"Mah.., Mama istirahat dulu deh.., Kean pasti baik-baik saja lagi pula kita kan sudah menyiapkan dua Suster untuk menjaga Cucu kita di rumah sakit, nanti kalau Mama kecapean terus sakit siapa yang akan menjaga Kean nanti Papa kan sibuk." Ujar Beni.
"Ya sudah deh Mama pulang dulu" Rena menurut apa yang di pinta suaminya
Di sisi lain Angel harap-harap cemas setelah melihat Foto putra tunggal Alex yang ada di dalam ponsel milik suaminya, begitu terkejut nya Angel kalau pria yang berstatus putra suaminya itu adalah mantan pacar nya yang meninggal kan benih-benih cinta di rahimnya dan tumbuh menjadi seorang putra yang di beri nama Satria.
Ini kebetulan apa ini takdir yang harus aku terima, pada kenyataannya suamiku adalah Kakek dari anakku. Gumam nya Angel
Angel menutup mulutnya rasanya ingin menjatuhkan Air matanya kalau saja tidak sedang bersama suaminya.
Berulang kali Alex memanggil namanya karena Angel melamun panggilan dari Alex pun Angel serasa tak mendengar.
"Angel...Angel..." Panggil Alex
"Iya Pi.." Jawab Angel gugup
"Kamu kenapa..?, kok melamun ada di pikirkan ya?"
"Tidak ada Kok.., tadi sedikit pusing saja kepalaku, aku istirahat sebentar ya Pi?"
"Ya sudah istirahat saja sebentar lagi Papi pulang sudah sore" ujar Alex melihat Angel juga seperti tidak sehat.
Tapi sebenarnya Angel bukan tidak sehat tapi dia Syok melihat foto yang ada di album ponsel Suaminya.
Bagaimana jika Alex tahu kalau anaknya itu adalah bapak dari anakku, berarti Satria adalah Cucu nya, Astaga..! ini tidak mungkin jadi aku harus bagaimana aku tidak mau kalau sampai Alex tahu. Sebaiknya aku segera temui Aldy. Dan Aku akan mengatakan sejujurnya.
Aaaaaaaaahk!! kenapa jadi seperti ini sih!
Tok...Tok...Tok..," Angel kamu tidak apa-apa Nak?" saut Astuti dari balik pintu
"Iya Bu..., tidak apa-apa" Jawab Angel
Lebih baik aku solat minta petunjuk sama Allah apa pun yang terjadi suatu saat nanti itu adalah jawaban dari Allah, dan aku Harus terima semuanya.
Adzan Magrib berkumandang Angel segera melaksanakan solat dia minta petunjuk yang maha kuasa.
Ya Allah hari ini aku mendapat kejutan yang buat aku benar-benar terkejut, entah ini pertanda apa yang aku ingin kan hanya minta petunjuk mu ya Allah dia suamiku dan anak nya adalah Papa anak aku, aku harus bagaimana ya Allah mohon petunjuk mu. Rabbana Atina Fiddunya Asanah Wa Fi Akhirat Hasanah Waqina Azabannar. Setelah berdoa Angel membuka mukenah nya lalu dia duduk melamun di ruang tamu.
Astuti menghampiri Angel yang sedang duduk melamun. Astuti menyentuh pundak Angel.
__ADS_1
"Ibu ada apa?" tanya Angel singkat
"Tidak ada hanya saja dari tadi ibu perhatikan kamu melamun terus ada apa Nak?, siapa tahu kamu mau berbagi kesedihan mu sama ibu?"
Sebaiknya aku tidak bercerita dulu sama ibu aku takut nanti ibu malah ikut memikirkan masalah ku.
"Tidak ada bu, Ibu sudah makan?" tanya Angel mengalihkan pertanyaan ibu nya.
"Sudah.., ibu baru saja makan"
"Ya sudah sini duduk Bu." Pinta Angel sambil menepuk sofa di sampingnya.
Astuti pun duduk mengelus pucuk kepala Angel
"Apa kamu Sendang bermasalah sama suamimu?" tanya lagi Astuti
"Tidak ada Bu, aku sama Mas Alex baik-baik saja, bu aku boleh tidur di pangkuan ibu?"
"boleh dong kamu itu anak ibu satu-satunya ibu harap kamu selalu baik-baik saja dengan suamimu" Ucap Astuti sambil mengelus kepala Angel yang berbaring di pangkuannya.
Ibu tahu kamu sedang ada masalah Ibu yang melahirkan kamu jadi firasat ibu lebih peka kalau anaknya sedang ada masalah, Tapi ibu tidak akan terus bertanya sampai kamu yang akan bercerita sendiri masalah mu.
*******
Di tempat lain Rodiah yang penuh dengan rencananya Andaikan dia peka terhadap Kara yang sedang berjuang melawan maut tentunya Rodiah tidak akan bertindak sejauh itu.
Pagi pun datang Rodiah sudah siap untuk pergi ke kantor Jaenal, di samping pria yang usianya jauh lebih mudah darinya. Dia dengan percaya diri memasuki kantor, melihat semua pegawai duduk leha-leha Rodiah saut dengan nada keras.
"Apa yang mau di kerjakan bu semua bahan tidak ada, kami menunggu perintah atasan saja" salah satu pegawai menjawab Rodiah
"Sekarang perusahaan ini saya yang akan menjadi pimpinan di sini jadi kalian harus ikuti perintah saya Paham?!"
"Paham Bu"
Pegawai pun kembali menyibukkan diri walaupun tidak ada yang harus di kerjakan karena perusahaan dengan mengalami masalah kemungkinan di akan bangkrut jika tidak ada yang menaruh saham di perusahaan internasional pimpinan Jaeanl.
Rodiah sendiri tidak paham mengenai perusahaan pasalnya Rodiah sendiri sejak berdiri nya perusahaan itu. Rodiah tidak pernah turun tangan mengenai perusahaan milik suaminya. Maka itu Rodiah membawa seseorang untuk melakukan hal yang mengenai perusahaannya dan artinya Rodiah membayar orang untuk mengajarkan tentang perusahaan.
Semua para pegawai menggunjing mengenai Rodiah galak sudah tentu para pegawai pun berniat akan mengundurkan diri bersamaan.
"Kalian mau nya apa sih?!" sentak Rodiah
"Kami akan stop dari perusahaan ini!" Jawab serempak.
"Kamu pikir cari kerja itu gampang dengan modal kinerja kalian yang pas-pasan." tantang Rodiah
"Baik kami akan berhenti tapi kami meminta gaji yang sudah dua bulan tidak di bayar"
__ADS_1
"Kalian minta gaji kalian tidak salah! kalau kalian ingin berhenti silahkan" Ucap Rodiah.
"Huh... Dasar TANTE GANJEN!, ayo semua kita keluar dari perusahaan ini"
Datang Leo yang baru tahu dengan kehadiran Rodiah.
"Ada apa ini?" tanya Leo dia baru saja datang bersama Monika.
"Kami akan berhenti kerja Pak sudah dua bulan kami tidak di gaji kami butuh untuk anak istri kami pak!"
"Astaga..., tolong sabar dulu saya sedang mengurus gaji kalian tolong sabar, sekarang kembali bekerja" perintah Leo
Setelah situasi aman Rodiah kembali ke ruangan. Leo mengetuk ruangan Rodiah dengan mata yang nyata Leo mendapati Rodiah yang sedang melakukan kegiatan bejat nya.
Astagfirullah..! Tante! apa.
Rodiah menengok ke arah pintu." Mau apa kamu kesini?"
"Sebaiknya tante keluar dari ruangan ini, Tante tidak pantas bercinta di ruangan yang bukan milik tante..!"
"Ini perusahaan suami saya, berarti ini juga perusahaannya saya! jadi terserah saya mau gimana-gimana pun Hak saya keluar kamu dari ruangan saya" Usir Rodiah
Leo membiarkan Rodiah berbicara sepuasnya kemudian Leo" Sudah bicaranya?"
Saat Rodiah akan menutup pintu ruangan Leo menahan pintu dengan tangan nya.
"Keluar..., karana ini bukan perusahaannya Almarhum Pak Jaenal lagi! tapi perusahaannya Beni Ardianto." Ucap Leo penuh dengan penekan saat menyebut nama Beni Ardianto.
"Maksud kamu apa Leo?" tanya Rodiah penasaran
"Perusahaan Pak Jaenal sudah bangkrut Tante, saya baru saja Meeting dengan notaris perusahaan ini, dan semua sudah beres pak Jaenal sudah tidak punya hutang dengan perusahaan mana pun, kalau Tante tidak percaya silahkan baca."
"Dan kamu apa tidak malu bercinta dengan wanita yang seharusnya menjadi ibu kamu!" Ucapan Leo cukup untuk pemuda itu menundukkan kepalanya.
"Kalau sudah baca Tante silahkan keluar dari ruangan ini" Usir Leo
Sudah mati masih saja menyusahkan! gerutu Rodiah
"Tunggu!" ucap Leo.
"Ada apa lagi?" saut Rodiah
"Ini Cek sisa semuanya total nya 200jt dan Tante tanda tangan di sini"
Seketika mata Rodiah melotot melihat nominal yang tercatat di atas Cek
Kemudahan Rodiah tanda tangan di atas kertas, Leo tersenyum tipis sebenarnya perusahaannya itu belum sepenuhnya milik Beni, hanya saja Beni menginvestasi kan uang nya di perusahaan internasional agar terus berjalan Beni menaruh saham dengan jumlah nominal yang sangat besar dengan atas nama kan Kean Cucunya.
__ADS_1
...----------------...
Update lagi guys Like komen dan Rate Terimakasih