Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 54


__ADS_3

Murni adalah gadis yang berasal dari desa dia juga anak dari keluarga yang kurang mampu tak terlintas di benak nya untuk kuliah itu hal yang tidak mungkin. Tapi Murni semangat belajar dengan giat agar bisa masuk di Universitas dan mendapatkan pekerjaan yang bagus agar bisa membahagiakan orang tau yang hanya tinggal satu, Orang tua lelaki telah pergi meninggal karena mengalami sakit parah. Akhirnya Murni pun berhasil mendapatkan beasiswa di Jogja Kampus Favorit.


Murni adalah mahasiswi jenius di kampus tersebut dia lulus sebelum waktunya, dia juga banyak memiliki teman yang perduli dengannya Kadang dia di minta mengajarkan IP temen-temennya dan mendapatkan sedikit uang dari temen yang minta di ajarkan padahal Murni sering loh menolak memberi nya namun paksakan dari masing-masing yang harus Murni Ambil.


Malam pukul 7 pulang dari kantor Aldy tertidur di ruang kerjanya saat pekerjaan begitu numpuk yang belum dia kerjakan.


Ya Allah mati aku...! tadi Mas...Aldy minta aku hantar kopi di ruang kerjanya. gerutu Murni sambil melangkah ke arah dapur untuk membuat kopi dan menghantar nya ke ruang kerjanya.


Tok.Tok..Tok..


Tapi sudah berulang kali ketukan namun tak ada jawaban dari dalam. Murni pun memutar bandel pintu yang tak terkunci, dan Murni menengok Aldy tertidur bantal lengan.


Lah dia tidur, Pie toh Mas..


Murni membaca setiap barisan kata yang tertulis dokumen penting yang harus di kerjakan. Perlahan Murni mengambil alih tugas Aldy dia menarik keras lempar per lempar ia takut akan membangun kan tidurnya.


Aku bawa deh kasihan Mas.. Aldy nanti kalau sudah selesai aku hantar lagi.


Sepertinya Murni melihat Aldy kedinginan tapi tidak ada selimut di sekitar ruang kerjanya, lalu ia kemar Aldy mengambil selimut, setelah kembali dan menyelimutinya. Murni pun keluar dari ruangan kerja Aldy menemui Nyonya Faridah tapi Nyonya Faridah sepertinya sudah tidur.


Alhamdulillah Nyonya sepertinya tidur dengan lelap jadi aku bisa membantu mengerjakannya tugas Mas Aldy sekalian belajar.


Hingga tengah malam Murni masih mengerjakan tugas pekerjaan Aldy, sampai dia tertidur.


Pagi Aldy bangun kaget baru sadar kalau dia tidur dari sore di ruang kerjanya.


"Hah! berkas gue kemana?, kok hilang!" Panik


"Mbok....!" Panggil Aldy teriak


"Iya Tuan Muda.." Jawab Mbok lari-lari menghampiri Aldy


"Mbok lihat berkas kerja aku tidak di sini?" tanya Aldy


"Tidak Tuan Mbok mana paham begituan" Kata Mbok


"Tapi tidak Mbok buang kan?, atau bereskan gitu?"

__ADS_1


"Mbok tidak tahu tuan" Mbok ketakutan takut ia di salahkan oleh Aldy


Pagi itu Aldy begitu panik berkas penting yang akan di bawa Meeting hari ini entah kemana hanya Murni yang belum sempet Aldy tanyakan biasanya pagi itu waktu jam Murni sibuk merawat Mami nya jadi Aldy pikir itu tidak Mungkin kalau Murni yang membuang atau membersihkan ruang kerjanya.


"Coba mbok tanyakan dulu sama neng Murni siapa tahu Neng Murni tahu soal kertas itu" Kata Mbok


"Iya Mbok coba tanyakan dulu" Ujar Aldy


Tapi sebelum Mbok tanyakan Murni lebih dulu datang.


"Maaf mas Aldy cari ini ya?" ucap di depan pintu ruangan kerja Aldy


"Aku tadi malam melihat Mas Aldy sepertinya kecapean jadi aku bantu mengerjakan berkas Mas Aldy" Kata Murni


"Lancang Lu ya?, kamu tahu kalau berkas ini hilang kerjaan semua berantakan!"


"Mas.."


Aldy merampas dengan paksa berkas dari tangan Murni lalu kembali duduk di meja kerjanya.


"Mas itu sudah aku kerjakan tadi malam" Ucap lagi Murni


"Paham Mas.., saya permisi dulu" saut Aldy


Mata bening pun tak mampu lagi membendung air matanya ia merasa apa yang di kerjakan nya semua sia-sia tidak pernah ada benarnya.


Murni pun masuk ke dalam kamar Nyonya Faridah mata sembab itu menunjukkan kalau ia sendang bersedih.


Sepertinya Murni sedang bersedih apa ini karena Aldy? andai saja aku bisa menghapusnya air matanya mungkin sedikit bisa membantu mengurangi kesedihan nya.


Di sisi lain Kara sangat tidak menikmati pagi harinya, dia terpaksa harus mengenakan pakaian yang tidak dia sukai. Kaos oblong setelan celana Levis panjang, walaupun begitu penampilan Kara tetap tidak hilang cantik dan anggun nya.


"Mas.., masa iya aku ikut ke kantor dengan penampilan yang seperti ini?" Protes Kara


"Sudah tidak usah protes, itu rambut kamu ikan tidak usah di uraikan" Pinta nya Adrian agar Kara nampak tidak menarik tapi Alhasil Kara pun masih tetap cantik dan anggun.


Rena tersenyum menutup mulutnya rasanya ingin tertawa terbahak-bahak sampai Adrian sadar kalau istrinya benar-benar cantik walaupun tanpa polesan makeup.

__ADS_1


Kara berjalan di belakang Adrian diam-diam dia memoleskan bedak tabur di wajahnya, sambil berjalan dia juga memoles lipstick tipis di bibirnya, selesai Kara memanyunkan bibirnya dari balik punggung Adrian, sedikit meledek.


"Ayo cepat sayang ini sudah terlambat"


"Iya... iya"


"Tunggu Kenap itu ada lipstick, di bibir kamu?"


"Aku tidak pakai kok"


"Sini-sini" Adrian mengambil tisu di box untuk menghapus lipstick.


"Sudah lah nanti terlambat"


Adrian memasang wajah cemberutnya dia tidak ingin Kara bertemu Leo dan itu membuat Adrian melarang kara penampilan yang menarik, selain itu juga para investor asing yang datang tidak ingin melirik istrinya.


Di tempat lain Murni masih memendam Rasa sedihnya Akibat Aldy memarahinya, Murni pun rencana akan berhenti kerja merawat Maminya walaupun kesehatan Nyonya Faridah jauh lebih baik sekarang sudah bisa menetapkan kaki nya walaupun belum sepenuhnya bisa, tapi setidaknya, Murni merasa berhasil membuat Nyonya Faridah sembuhnya hampir 70% dan itu amazing sekali hanya dengan ramuan dan terapi di rumah.


"Nyonya saya pamit pulang kampung mungkin saya akan lama di sana" Kata Murni


Nyonya Faridah menitikkan air matanya Nyonya Faridah tidak ingin Murni pergi dari rumahnya batinnya ingin sekali mengatakan harus sabar menghadapi Lady.


Maafkan anak Tante ya Tante Mohon jangan pergi temani Tante di sini.


Nyonya Faridah menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mbok.., tolong jaga Nyonya ya saya pamit ya Mbok" Ucap Murni langkah nya begitu berat meninggalkan Nyonya Faridah tapi kalau mengingat kata-kata kasar Aldy Murni sangat sedih.


"Neng kenapa pergi tuan Muda memang seperti itu kalau udah marah tapi yakin lah dia hanya sesaat"


"Bukan itu masalah nya Mbok aku ingin merawat Ibu di kampung kasihan sendiri di rumah" Alasan Murni agar terkesan tidak ada masalah.


Murni melangkah pergi dari Mension keluarga Alexander Pato ke stasiun bus jurusan Surabaya-Malang. Tapi sedikit tenang karena semua ramuan Murni siapkan untuk satu Minggu ke depan, walaupun dalam perjalanan dia terus mengingat Nyonya Faridah.


Aldy tergesa-gesa pulang menemui Murni karena Murni perusahaan Aldy menang tender kalau saja Murni tidak mengerjakan pekerjaan Aldy tadi malam mungkin perusahaan Aldy tidak akan menangi tender itu:


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih Like komen nya All


__ADS_2