
Kara sampai malam menunggu Adrian pulang Kara takut adrian kenapa-kenapa sebab Adrian pergi dengan keadaan emosi. Tapi sampai (jam 10) malam Adrian belum juga pulang.
Kara mulai khawatir dengan Adrian.
"Kara kenapa belum tidur?" Tanya Rena melihat menantunya masih duduk di sofa Ruang tamu.
"Mas Adrian belum pulang Mah, sejak tadi siang" Jawab Kara
"Kamu tidur aja nanti Mama yang nunggu Adrian pulang" Ucap lagi Rena
Tapi permintaan Rena sang mertua Kara tolak sebab Ia ingin menunggu Adrian pulang.
Sementara Adrian duduk santai di tepi laut disana Adrian bertemu dengan seorang wanita cantik, mereka sepertinya akrab sekali saling bercanda tertawa lebar, sepertinya Adrian sangat menikmati suasana pantai.
"Oh.., namaku Karin, kamu siapa?" Karin mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Adrian
"Adrian" Balas Adrian singkat
"Boleh aku minta nomor yang bisa aku hubungi?"
Adrian menganggukkan kepalanya dan memberikan nomor telpon pada wanita Cantik itu.
"Ini sudah malam, apa kamu tidak pulang?"
"Aku lagi malas pulang" kata Adrian
Dia tampan sekali mengingatkan mantanku yang sudah meninggal wajahnya sama persis dengan dia." Gumam Karin
"Bagaimana kalau kita malam ini happy aja sepertinya kamu sedang banyak pikiran ya?" Ujar Karin dia sedikit menyentuh tangan Adrian
"Boleh" jawab Adrian singkat
"Kamu mau kemana?, angin disini sudah tidak baik untuk kesehatan, ayo kita pergi dari sini" Ucap nya lagi Karin tidak sabaran
"Pakai Mobil kamu aja" kata Karin
"Boleh ayo" Ajak Karin ke mobil Adrian
Mereka pun pergi dengan satu mobil Adrian yang pikirannya sedang kacau sepertinya dia selalu mengikuti kemauan Karin wanita yang baru saja di kenalnya.
Beberapa menit kemudian Adrian memarkirkan mobilnya ke sebuah kafe yang ramai pengunjung suasana kafe ramai pengunjung dan Musik yang sedikit keras.
"Adrian kamu tinggal dimana?" Tanya lagi Karin sedikit teriak karena suara dan musik lebih keras musik dan itu yang membuat Karin nada keras.
Mereka terbawa Susana dan minuman yang dia minum keduanya terlihat happy menikmati suasana kafe tersebut. Tertawa dan berbagi cerita satu sama lain.
__ADS_1
Disaat Karin kan mencium Adrian, karena kaget Adrian segera menahan wajah Karin. Adrian pun tidak ingin perempuan yang baru dia kenalnya menguasai dirinya.
"Kenapa Adrian?, kau tidak suka aku menyukai mu?" kata Karin
"Maaf kita berteman bukan lebih, aku memiliki istri yang sangat cantik dan aku sangat menyayanginya dan aku juga punya anak yang sangat lucu dan tampan, ini untuk membayar semua minuman aku Pamit, permisi" Adrian pun berlalu pergi meninggalkan Karin di sebuah kafe tersebut
"Adrian...!" panggil Karin
Adrian menghentikan langkahnya mendengar panggilan dari Karin.
"Ada apa?"
"Apa aku boleh mencintaimu?, dan menjadi wanita rahasia mu?"
"Kamu cantik kamu masih muda sebaiknya kamu cari yang masih singel jangan cari yang memiliki keluarga"
"Aaaaaaaaahk!, sepertinya dia bukan Pria yang mudah untuk di dekati" Gerutu Karin
Adrian pun melanjutkan langkahnya menuju parkiran, dan langusung pulang ke kediamannya. Pukul 1 Malam adrian sampai di kediaman. Pak Ompong mendorong gerbang setelah Adrian turun Pak Ompong menatap Adrian seperti Habis minum-minum keras.
Tuan sepertinya mabuk. gerutu Pak Ompong
Sampai ruang tamu Adrian melihat Kara tertidur di sofa. Adrian menyalakan lampu ruang tamu memastikan kalau istrinya.
Kara membuka matanya perlahan melihat suaminya yang memindahkan ke kamar.
"Mas.., kamu dari mana aja ini jam berapa?" tanya Kara
"Jam 1" jawab Adrian singkat
"Kamu darimana? jam segini baru pulang?, pasti kamu minum-minuman lagi kan?"
Seketika Adrian mendekap tubuh Kara dengan Erat.
"Kamu kenapa Mas..?" tanya Kara sambil mengelus kepala Adrian.
"Maafin Aku" Lirih Adrian
Kara paham betul kalau suaminya pasti melakukan hal yang tidak Kara ketahui.
"Tapi kamu tidak sampai melakukan nya kan Mas?"
Adrian menggelengkan kepalanya menggenggam tangan Kara memohon maaf kepada Kara.
Rasa iba melihat Adrian. Kara mendekap tubuhnya menciumi pipi suaminya. Kara bangun dari tempat tidur membuat minuman jeruk hangat untuk Adrian dan Kain basah untuk mengelap tubuhnya.
__ADS_1
Ini semua kesalahanku tidak seharusnya aku seperti ini membiarkan suamiku berduaan bersama wanita lain di luar sana.
"Minum dulu biar badannya lebih enakan" Kara menyodorkan gelas di tangannya.
Setelah selesai minum Adrian menarik tangan Kara hingga terjatuh di atas dadanya. Payudara montok kenyal padat Kara menempel di dadanya.
Satu persatu Adrian membuka kancing piyama istrinya, hingga bagian atas dada Kara tak tersisa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Melahapnya memiringkan tubuhnya. Adrian menikmati sentuhan kenyalnya payudara montok Kara. Terlepas suara dari Bibir Kara begitu saja.
Jam 3 dini hari Aldy dan Murni baru tiba di kediaman keluarga Peto.
"Mas..., cape ya?" Bertanya Murni saat mengakut barang dari bagasi mobil
"Sudah biar aja aku yang angkat kamu masuk aja sana istirahat." Perintah nya Aldy pada Murni
Murni menurut apa yang pinta Aldy Murni segera masuk tapi sebelum itu Murni menemui Maminya Aldy dulu di kamarnya setelah menengok Maminya masih tidur barulah Murni ke kamarnya.
Murni merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya serasa otot-otot kaku semua setelah beberapa jam perjalanan.
Disini Adrian seperti buas menguasai tubu istrinya. Setiap Inci tak terlewatkan begitu saja Adrian di setiap setuhan Kara melepaskan suara yang membuat Suaminya semakin menjadi-jadi, Kara sang istri pun menikmati permainan suaminya.
Pagi sebelum Adrian membuka matanya Kara lebih dulu bangun muntah-muntah di dalam kamar mandi.
Adrian meraba tubuh istrinya tak ada lagi di sampingnya. Tapi setelah mendengar suara Oek Oek Oek. Adrian segera menghampirinya
"Kamu Kenapa sayang?" panik Adrian
"Sepertinya masuk angin Mas..., kan tadi full satu malam tak memakai pakaian" Lirihnya
"Ayo tidur lagi Mas ambilkan obat dulu"
Adrian menyelimuti tubuhnya kemudian Adrian mengambil obat untuk Kara. Tapi sebelum minum Obat Adrian menyuapi Kara agar bisa minum obat.
"Makan dulu, baru minum obatnya, buka Mulutnya" perintah Adrian
"Tapi Aku nggak' lapar Mas" tolak Kara
"Sayang ayo makan dulu, nanti kamu sakit, sedikit aja makan biar bisa minum obat"
Kara sendiri merasakan tidak enak makan apapun mulut serasa pahit, badan sakit semua entah semua rasa ada di tubuhnya.
Setelah Kara mengingat-ingat sampai sekarang Kara belum datang bulan, tapi Kara sendiri tidak yakin kalau dia hamil anak kedua. Sebab bulan sebelumnya juga seperti itu telat haid tapi satu Minggu kemudian datang Haid, Kara tidak ingin kecewa lagi yang kedua kalinya. Jadi sementara Kara dia dan tidak ingin cerita dulu sama suaminya.
...----------------...
Terimakasih Up like dan komentar ya
__ADS_1