
Setelah 3 hari Faridah hanya makan sedikit Aldy Mulai uring-uringan bibir pun terasa berat untuk meminta bantuan Mario minta Murni kembali merawat Maminya.
Berulang kali memencet tombol ponsel Aldy membatalkan untuk menghubungi Mario.
Apa kata Mario kalau gue minta si Murni kembali merawat nyokap secara kan gue yang Menganti tuh Murni.
*******
Di tempat lain
Hari itu perasaannya tidak tenang ingin segera menengok Nyonya Faridah sambil membawa jamu untuk Nyonya Faridah. Tapi tiba-tiba hujan pun turun Murni mengurungkan niatnya dan akan datang besok sebelum pergi kerja.
Loh Yo kok hujan, Yo wis lah sesuk ae ke nengok Nyonya Faridah tapi sayang nemen Yo Iki bubur. Mas Aldy iku sing gawe aku kesel Ae..kenopo toh Yo Wong sugih iku sombong.
"Murni" Panggil Mario
Loh..Mas Mario iku ngerti umah ku sing sopo toh. gerutu Murni
"Mas hujan ngapa toh Mas..?"
"Lu nggak sudah jawab sama gue, nggak paham gue" Kata Mario
"Ada Mas... Mario hujan-hujanan kesini?"
"Nih gue bawa belanjaan buat lu satu bulan kan enak lu nggak beli-beli lagi" Kata Mario
"Mas..Tidak usah toh saya tidak butuh semua itu saya juga tidak mau merepotkan Mas Mario" ujar murni
"Eh lu mau kemana?, kok ada rantang"
"Iku mas tadinya saya mau ke tempat Nyonya Faridah menghantar jamu dan bubur tapi hujan"
"Ooh, mau aku hantar?"
"Tidak usah mas, takut nanti merepotkan besok saja aku ke tempat Nyonya."
Pria tampan macam Mario dan Aldy mungkin mudah menjerat para wanita dengan mudah, tapi tidak semua wanita mudah di taklukkan oleh Mario. Salah satunya Murni selain dia cantik taat beribadah tidak mudah mengambil hati Murni.
"Mas.. Mario ini sudah mau magrib sebaiknya Mas Mario pulang tidak enak loh kalau ada tetangga melihat kita berdua di sini" Kata Murni
"Ya sudah saya pulang dulu, bener nih tidak mau aku hantar ke rumah Aldy sayang loh kalau bubur nya tidak di makan"
Siapa yang tak mengenal Aldy yang memiliki wajah tampan nyaris sempurna selain itu Lady memiliki kekuasaan yang sedang berdiri berkembang pesat menyaingi perusahaan Adrian yang kini hampir bangkrut.
"Boleh deh mas tapi aku solat dulu ya mas Mario tunggu di sini"
Mario menganggukkan kepalanya, kemudian Murni melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Cantik Soleha hemm..., gue bakal kejar tuh cewe. gerutu Mario
Beberapa menit kemudian Murni keluar melihat Mario masih setia menunggu Murni untuk menghantarkan ke kediaman Aldy.
"Mas aku sudah siap" Kata Murni
Mario membuka pintu Mobilnya, tapi tiba-tiba Murni menolak untuk duduk di depan.
"Mas..., aku di belakang saja ya"
"Loh kenapa, masa di belakang emang aku supir" Ujar Mario
Murni memang membatasi dirinya dengan pria yang bukan muhrimnya, meskipun kadang ada yang merasa tersinggung atas penolakan Murni tapi bagi Murni dia hanya tidak ingin menjadi tidak di inginkan.
"Maaf Yo Mas Mario" kata Murni
"Ok tidak masalah, tapi lu ajak gue ngobrol ya biar gue tidak terkesan supir gitu" Ucap Mario.
Mobil yang di kendarai Mario melaju dengan cepat, tapi selama dalam perjalanan murni diam tak banyak bicara. Meskipun Murni tahu kalau Mario menyukainya namun semakin Mario mati-matian mengejar Murni semakin Murni menjauhi diri atau bisa di bilang Murni membatasi hatinya dia tidak ingin jatuh cinta sebelum mencapai cita-citanya membahagiakan orang tuanya.
"Murni kok diam saja ngobrol ke" Protes Mario
"Ngobrol apa toh Mas.." kata Murni
"Eh Murni kalau sedang bicara tidak boleh memalingkan wajahnya itu tidak sopan" Ucap nya Mario
Aduh ribet banget nih cewek tapi ada baiknya kalau punya istri seperti dia di jamin tidak akan selingkuh.
Tiba di kediaman Aldy pak satpam membuka gerbang, Mario pun kembali melajukan mobilnya.
"Malam Den Mario" sapa Pak Satam
"Malam Pak.., Aldy ada di rumah?" tanya Aldy sebelum turun dari mobil
"Ada Den masuk saja" Kata pak satpam
Mario pun keluar dari mobil mengajak Murni juga keluar tapi di depan pintu di hadang oleh Aldy melihat tatapan Mario terhadap Murni Aldy melakukan kekonyolan meminta murni bermalam di rumahnya. Mario menahan rasa cemburunya.
"Assalamu'alaikum Mas.., apa aku boleh menengok Nyonya Faridah?" Ucap Murni di hadapan Aldy menundukkan kepalanya
"Wa'alaikumsalam.., masuk saja Mami Masih belum tidur, tapi ingat jangan lama-lama Mami mau istirahat" Ujar Aldy ketus
"Iyo Mas aku tidak akan lama kok"
Murni pun memutar hendel pintu kamar melihat Nyonya Faridah masih belum tidur.
Assalamu'alaikum Nyonya apa kabar? ketika Murni mencium bau tidak sedap.
__ADS_1
Masyaallah ini sepertinya sudah berapa jam yang lalu belum ganti Bahakan tidak di bersihkan. gumam nya
Tunggu ya Nyonya aku ganti dulu biar tidur nya nyaman, dan nggak iritasi kulit
Aku sedih melihat Nyonya seperti ini padahal Nyonya orang kaya, tapi sangat tidak terawat apa Karena anak laki-laki?, tapi seharusnya bisa loh mencari babysitter yang ahli merawat orang stroke.
Mario meminta Aldy memanggil Murni untuk pulang.
"Bro panggil Murni sudah malam nih dia harus pulang" Kata Mario
"Sudah lu pulang saja Murni biar nginep di sini pagi gue hantar pulang"
Lagi-lagi Aldy menatap Mario. Aldy menduga Kalau Mario menyukainya. Di sini lain Mario menahan rasa cemburunya terhadap Aldy.
"Sudah panggil dulu gue cuma mau memastikan kalau dia harus bermalam di sini"
Aldy pun melangkah pergi menuju kamar Maminya." Murni di panggil pacar lu tuh!"
"Pacarku? siapa toh Mas.., wong aku ra ene pacar kok" protes Murni
"Lu bisa nggak sih kalau ngomong sama gue nggak bahasa daerah lu? nggak paham gue"
Murni menarik nafasnya panjang berlalu pergi meninggalkan Aldy di kamar Maminya tapi tiba-tiba Aldy merasakan telunjuknya genggaman erat tangan Mami nya Faridah sepertinya tidak ingin Murni pulang dari kediamannya.
"Mami Kenapa?, Mami ingin Murni tetap di sini?"
Nyonya Faridah menganggukkan kepalanya, Aldy keluar mendengarkan percakapan Mario dengan Murni
"Mas pulang saja duluan aku ingin menemani Nyonya Faridah dulu sepertinya Nyonya lapar aku harus menghangatkan bubur dulu"
"Yasudah.., aku pulang duluan ya" Lirih Mario dia berharap menghantar Murni pulang
"Terimakasih Mas Mario sudah hantar aku kesni"
Bagus deh gue nggak usah repot-repot menahan dia di sini. gumamnya Aldy
Mario pun pulang lebih dulu dan Murni kembali masuk. Ke dapur dulu deh hangatkan bubur. gumam nya
Murni juga melihat meja makan kosong tanpa makanan Murni memasak apa yang ada di kulkas.
"Kenapa nggak pulang?" Kata Aldy
"Nanti aku pulang Mas.., setelah menyuapi Nyonya"
Meskipun Murni selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh Aldy, tapi Murni tetap mau merawat Maminya, dan Aldy entah kenapa dia sangat tidak menyukai Murni dari awal pertemuannya di kantor menurut Aldy Murni gadis yang tidak seperti gadis lainnya.
...----------------...
__ADS_1
Update lagi terimakasih