
Lantai berlapis marmer terdengar nyaring nada sepatu Pria yang nyaris tampan itu tersenyum manis saat sang istri menengok ke arah nya.
"Suamiku sudah tampan mau kemana?"
CUP
Adrian mencium pipi sang istri yang sedang berdiri menatap wajah suaminya.
"Mas.., ke kantor dulu, ada yang di bereskan sebelum Mas pergi" Ucap nya Adrian sambil meneguk minuman yang sudah di sediakan oleh sang istri.
"Mas.., Aku ikut ya..?" Pinta Kara
"Di rumah saja, Mas sebentar kok sambil menunggu penerbangan jam 1. Kamu harus Paking di rumah." Kata Adrian.
"Mama tidak ijinkan Kara ikut.., biar Kara sama Mama disini, kamu pergi sama Papa" Ucap Rena yang baru saja datang.
"Mama...," Kara menyambut Rena sang mertua dengan mencium tangan nya.
"Tapi Mah Kara mau ikut Mas Adrian."
"Disana cuacanya sedang tidak bagus sayang Mama tidak mau kamu sakit, kamu belum terbiasa dengan cuaca disana" Ucap nya lagi Rena.
"Iya sayang.., biar Papa saja yang pergi sama suamimu, Papa janji setelah selesai urusan Papa dan Adrian akan segera pulang" Kata Beni.
"Pah.., Kalau Kara mau ikut biar kan saja" Ujar Adrian.
"Cuaca di sana sedang tidak bagus Nak, nanti istrimu sakit" Timpal Beni
Tapi kok perasaan ku tidak enak. gumam nya Kara.
"Kara di sini sama Mama ya.., nanti Mama akan ajak kamu ke Salon biasa Mama."
"Baik..lah, tapi Mas sama Papa hati-hati ya"
"Ya sudah Papa sama Adrian ke kantor dulu ada yang harus di beres kan.,"
"Iya Pah.."
Adrian pun pergi bersama Papa nya ke kantor sementara Kara menatap jauh suaminya Pergi, datang Rena di balik punggung Kara.
"Yakin lah Adrian pasti akan kembali, mungkin Kara belum terbiasa di tinggal, tapi nanti juga akan terbiasa sering di tinggal Adrian, di sana ada perusahaan yang harus di tangani Adrian karana Papa sendiri tidak Mampu" Ujar Rena.
"Iya Mah..., Kara perasaan tidak enak, Kara tidak ingin Mas Adrian pergi Kara mau selalu bersama Mah." Jawaban Kara membuat Rena pun merasa khawatir atas kepergian Suaminya dan Anaknya.
Kenapa aku jadinya ikut merasakan takut sementara di sana cuaca sedang tidak baik.
"Mama, yakin pasti baik-baik saja, Kara banyak-banyak berdoa ya"
__ADS_1
Kara tak mampu menjawab Rena hanya mengangguk kepala, Kara pun berlalu pergi meninggalkan Rena di teras rumah
Sementara Rena menarik nafas nya panjang keresahan Kara, Rena yang awalnya biasa saha saja seketika ikut memikirkan suaminya.
Rena pun ikut masuk ke dalam tapi tak melihat Kara di ruang tamu, hanya ada Mbok yang sedang merapikan meja.
"Mbok.., Kara mana?" tanya Rena
"Seperti tadi ke kamar Nyonya Besar."
Kara kenapa seperti ini sih...,kan Mama jadi ikut takut, biasanya kamu tidak seperti ini Adrian kemana pun kamu cuek saja. gerutu Rena.
"Dari kemarin Nyonya besar, Nyonya Muda ingin ikut kemana pun Aden pergi" Saut Mbok.
"Iya Mbok, saya jadi takut apa lagi Adrian akan pergi ke Eropa ngurus perusahaan Papanya." Kata Rena.
"Nyonya Muda Hamil kali ya.., Nyonya besar?"
"Ah..., Masa sih Mbok, tapi tidak ada tanda-tanda Kara Hamil"
Rena pun penasaran apa yang di katakan Mbok tapi di sisi lain Kara tak ada tanda-tanda dia hamil, hanya dia selalu ingin ikut kemana pun Adrian pergi.
"Bisa jadi Nyonya Besar, kata orang kalau hamil kebo tidak ada tanda-tanda, tapi yang Mbok lihat Nyonya makan nya tambak banyak Nyonya besar" Ucap Mbok dengan logat jawanya.
"Ya semoga saja ya Mbok, kalau pun Kara Hamil, saya pasti senang banget Mbok, cucu pertama Keluarga Beni Ardianto, saya akan mengadakan pesta besar-besaran Mbok" Ucap Rena semangat.
Alex sedang bicara melalui saluran telpon dengan putranya, Aldy.
"Aldy tidak bisa datang Pah.., Aldy masih sibuk, lagi pula bukan anak Dady kan?" Katanya Aldy.
"Ya memang bukan anak Dady tapi kan ibunya sudah menikah sama Dady, otomatis dia anak Dady"
"Ya pah.., tapi Aldy tidak bisa, lagi pula Aldy kan jauh tidak mungkin juga lah datang sekarang.., nanti saja kalau Aldy di Jakarta, Aldy pasti menemui istri Dady yang baru itu" Ucap nya lagi Aldy.
Awalnya Aldy pun tidak setuju Alex menikah lagi, setelah Alex memberikan sedikit pengertian pada Aldy, ia perlahan mengerti akan ke adaan orang tuanya yang sudah tidak lagi bisa merawat Dady nya, biar pun begitu Alex tidak pernah menyia-nyiakan istrinya, Alex masih setia merawat nya mengganti Pampers dan lainnya semua itu tugas Alex meskipun ada asisten yang khusus yang merawatnya, dari situ Aldy mulai luluh atas permintaan Dady nya.
Apa yang terjadi jika Aldy tahu kalau istri Dady nya, wanita yang pernah dia tinggal kan dengan ke adaan mengandung anaknya, hari ini tepat 1 tahun Putranya.
Pukul 11 siang Adrian dan Beni tiba di kediaman Adrian, sekembalinya dari kantor Adrian bertanya pada Mamanya.
"Kara mana Mah?"
"Kara tidak mau keluar dari kamar, sudah Mama ketuk tapi tetep tidak mau keluar sepertinya istrimu ngambek kamu Pergi." Ujar Rena.
"Ya sudah Adriana ke kamar dulu ya mah."
"Ya Nak, coba kamu kasih pengertian sama istrimu"
__ADS_1
Adrian pun melangkah pergi menaiki tangga menuju kamar nya.
Tok...Tok...Tok.
"Sayang buka ini Mas."
Mas... Adrian. gerutu Kara, ia pun segera lari membuka kunci kamar nya.
CEKLEK
Seketika Kara memeluk suaminya dengan erat, Adrian pun memapah Kara ke atas tempat tidur.
"Kenapa sayang kamu tidak mau makan?" tanya Adrian.
"Aku mau ikut Mas...," Kata Kara.
"Nanti saja, sekalian bulan Madu, kita kan belum bulan Madu, sekarang Mas, bantu Papa dulu menyelamatkan perusahaan Papa..,"
"Tapi janji ya Mas.. ajak aku pergi bulan Madu?"
"Iya Mas.. janji kamu mau kemana?"
"Aku mau ke Jogja Mas.."
"Jogja..?, apa kita tidak ke luar negeri?"
"Tidak.., aku pingin melihat Angklung dan menginap di hotel halaman bebas"
Permintaan Kara pun tidak seperti permintaan wanita pada umumnya dia, Kara yang tidak terbiasa seperti gadis yang lainnya shopping dan hura-hura menghabiskan uang orang tuanya, walaupun Kara menerima credit card yang di berikan suaminya ia tetap tidak menggunakan untuk membeli barang yang tidak dia butuh kan, kadang Kara pun masih menggunakan uang pribadinya selain dia merasa canggung Kara pun merasa dia masih punya uang pribadinya.
"Oh...ya sayang.., kenapa bulan ini tidak ada penagihan credit card? apa kamu tidak menggunakan nya, satu lagi ATM yang Mas.., berikan tidak berkurang mas sudah cek via M banking?." tanya Adrian.
"Hehe.., iya Mas..aku tidak memakai nya, lagi pula aku tidak kemana-mana, belum membutuhkan nanti juga pasti aku pakai, uang chas yang Mas kasih masih ada kok, aku gunakan untuk belanja dapur dan lainnya"
"Astaga..., nanti dikira Mas pelit kamu tidak bernah belanja apa pun" ucap lagi Adrian.
"Kita tabung Mas..uang nya agar Mas.., memiliki perusahaan sendiri" Ujar Kara
"Oke deh istriku yang cantik..., Cup sekarang kita makan yuk mas lapar nih"
"Ya sudah yuk..," tiba-tiba Adrian memapahnya.
"Mas..., turunin ada Mama.., malu tahu"
Sementara itu Adrian berusaha untuk menyenangkan istri kesayangan nya, Karena beberapa jam lagi akan pergi meninggalkan istrinya untuk beberapa hari, walaupun Adrian juga berat untuk meninggalkan istri tercintanya tapi dia punya tugas yang harus di selesaikan.
...----------------...
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like end Rate dan komentar. Terimakasih banyak All Reader ku.🤩