Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Chapter 36


__ADS_3

Malam telah berlalu Adrian sudah bisa komunikasi dengan lancar Rena juga merasa lega mendengar kabar baik dari anak dan suaminya.


"Halo sayang mungkin lusa aku dan Papa sudah kembali ke Jakarta karana pekerjaan di sini sudah selesai di atasi."


"Mas...kamu hati-hati ya cepat pulang" Rengek Kara.


"Sekarang di minta pulang besok di cuekin lagi"


"Mas.." Rengek lagi kara.


"Iya...iya Mas pulang besok kamu mau di bawa kan apa dari sini?"


"Bawakan Cinta"


"Tumben manja.."


Adrian belum tahu kalau Kara sedang hamil anaknya, dan Kara sengaja menyembunyikan nya dari Adrian.


Iss apaan sih aku bicara cinta. Sayang sabar ya nanti Papa besok pulang" Ucap Kara sambil mengelus perut nya.


Rodiah kabur meninggalkan Sudimara di kontrakan saat kontrakan hanya tersisa dua hari lagi dan harus membayar nya agar bisa terus di tinggali.


Mana bisa saya terus-terusan merawat pria lumpuh tidak bisa apa-apa. gerutu Rodiah.


Saya harus pulang ke rumah mas Jaenal. Rodiah menggunakan taksi menuju kediaman lamanya.


"Sudah sampai Nyonya" kata si supir taksi.


"Iya bang ini uang nya" Rodiah membayar dengan sejumlah uang dua lemar warna biru.


Rumah ini masih seperti dulu tidak ada yang berubah. gerutu Rodiah


Rodiah memencet kode gerbang rumahnya.


Loh kok tidak bisa! apa sudah di ganti kode nya.


Tidak lama Pak Ompong datang menghampiri Rodiah.


"Mau cari siapa?"


"Heh Ompong ini saya Rodiah"


"Nyonya mau apa kesini? tuan tidak ada di rumah"


"Cepat buka!" bentak Rodiah


"Aduh Maaf nih Nyonya tuan sudah memberi amanat kalau saya tidak boleh membiarkan orang lain masuk ke dalam kecuali non Kara, begitu Nyonya kata tuan" kata Pak Ompong


"Saya ini bukan orang luar saya istri Mas jaenal paham?"

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan Nyonya hubungi tuan saja, kalau sudah mendapatkan ijin saya persilahkan Nyonya masuk"


"Hah! kurang ajar kamu ya berani sama saya"


"Sekali lagi saya minta maaf Nyonya" Pak Ompong pun sebagai petugas penjaga gerbang berlalu pergi meninggalkan Rodiah di luar gerbang rumahnya


"Ompong wey..! buka jangan pergi" teriak Rodiah


Tapi itu semua tidak di dengarkan oleh pak Ompong dia terus berjalan menuju pos keamanan.


Tunggu saja kamu kalau saya sudah kembali ke rumah ini saya pastikan kamu tidak akan bekerja di rumah saya" Ancam Rodiah.


Tak..tak tak jam terus bergulir di angka 5 mobil BMW berhenti tepat gerbang.


Pak Omong berlari membuka gerbang.


Rodiah bangun dari duduknya seperti pengemis.


"Mas Jenal" teriak memanggil jaenal.


Mobil pun memasuki gerbang langsung menuju garasi samping pendopo.


"Pong.." panggil Jaenal


"Saya tuan"


"Siapa yang di luar?"


"Oh.., begitu ya sudah suruh dia masuk" perintah Jaenal.


Mau apa lagi si dia datang bukanya dia sudah hidup bahagia dengan pria yang tidak jelas itu. gerutu Jaenal.


"Nyonya di minta tuan masuk"


"Saya sudah bilang apa, awas saja kamu saya pecat dari sini"


Rodiah pun masuk mengikuti pak Ompong ke dalam ruangan tamu, di sana sudah ada Jaenal duduk santai melipat kan kaki nya.


"Mas... Maafkan saya, saya bodoh sudah meninggalkan anak kita sama kamu" Rodiah mulai drama menangis terisak-isak


"Duduk lah saya tidak suka melihat wanita menangis"


Duduk berhadapan dengan Jaenal.


"Kamu mau apa lagi kesini?"


"Kara mana mas saya kangen sama dia"


"Kara tidak ada di sini."

__ADS_1


Bahakan Rodiah pun tidak tahu kalau Kara sudah menikah kepergian nya melupakan semuanya, sedangkan pernikahan Kara tersiar di televisi.


"Kemana Mas..?"


"Kamu orang tua macam apa putri mu menikah pun bahkan kamu tidak tahu apa-apa, apa pantas kamu di sebut orang tua?, dari Kara kecil kamu selalu sibuk dengan kegiatan kamu yang tidak jelas itu"


"Maaf kan saya Mas.., saya memang bodoh kalau sekarang kamu mau hukum aku silahkan hukum saya Mas."


"Saya bukan polisi saya juga bukan hakim yang bisa memutuskan kamu di hukum atau tidak, pertanyaan saya untuk apa kamu kembali lagi ke rumah ini, bagi saya kamu sudah tidak ada di kehidupan saya atau pun Kara." Ucap tegas Jaenal.


"Saya datang untuk menebus dosa-dosa ku Mas ijinkan saya merawat kamu Mas." kata Rodiah.


"Menebus dosa-dosa mu itu sama Allah bukan sama saya, dan juga saya bukan orang sakit yang harus di rawat, kamu datang butuh uang kan?"


"Saya ingin kembali hidup bersama mu Mas.., saya janji tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi"


"Saya tidak butuh itu, kamu datang sudah terlambat Bahakan saya sudah memiliki calon istri, dan satu lagi sejak kamu meninggalkan saya dan Kara saya sudah mengurus surat perceraian kita, tinggal kamu tanda tangani saja"


"Saya tidak akan menandatangani surat itu! Mas saya ini sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi Mami sudah mengusir ku dari Rumah, tolong ijinkan saya tinggal di sini"


"Kamu tidak usah khawatir kamu akan mendapatkan bagian dari perceraian kita, tapi satu syarat untuk memperoleh semua itu" ucap lagi Jaenal.


"Aku tidak ingin Semua itu aku hanya ingin kembali sama kamu Mas dan anak kita"


"Kamu memaksa? atau tidak mendapatkan apa-apa dari saya?"


Tapi tetap Rodiah menolak Jaenal menceraikan dirinya demi apa pun Rodiah sangat marah dan ingin mencari tahu siapa wanita yang sekarang bersama Mantan suaminya.


"Syarat apa lagi yang harus saya lakukan?"


"Kamu tidak boleh ganggu Kara"


"Tapi dia juga anak saya Mas.., darah daging ku bagaimana kamu bisa memisahkan aku sama Kara, aku sangat menyayangi Kara. Kamu lupa Mas saat Kara hampir meninggal di mana kamu Bahakan kamu bersenang-senang dengan wanita lain. Aku yang merawat dia sampai dia sembuh, satu lagi kamu lupa ginjal siapa yang ada di tubuh Kara. Lupa kamu!?" Murka nya Rodiah membayar semua rahasia yang dia pendam selama ini.


Flashback.


Waktu usia Kara 10 tahun Kara mengalami gagal ginjal usia dini Rodiah panik mencari pendonor ginjal untuk Kara, Allah masih berpihak pada Kara, seseorang menawarkan ginjal nya dengan syarat dia meminta uang 300 juta dan bila suatu saat bermasalah dengan dirinya tolong rawat dan sampai dia kuliah.


Back


Jaenal diam membisu.


"Aku memang mencintai mantan pacarku tapi aku tidak lupa akan kewajiban aku mengurus anak dan suamiku. Kalau kamu Mas.. ingin mencerai kan saya, silahkan tapi saya minta separuh dari penghasilan perusahaan kamu dan sebagian harta kamu!"


"Jangan Gila kamu!"


"Tidak Mas..., kita memiliki semua ini dari kamu tidak memiliki apa pun dan asal kamu tidak lupa kalau perusahaan kamu itu sebagian saham milik papa ku, sekarang saya minta uang untuk sementara saya hidup di hotel dan menunggu keputusan dari kamu"


...----------------...

__ADS_1


Apa yang terjadi jika separuh harta Rodiah ambil apa kah Jaenal mengalami kebangkrutan kita tunggu kelanjutannya.


Terimakasih jangan lupa like komen dan Rate


__ADS_2