Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 60


__ADS_3

Pagi di perusahaan PT US, cabang Indonesia pimpinan Beni Ardianto sudah ramai pegawai memasuki gerbang gedung bertingkat tinggi. Adrian dari kediaman sekitar pukul 8 pagi hari, tiba di perusahaan pukul 8:30 kerena jarak rumah menempuh perusahaan cukuplah jauh dengan mengendarai Pajero sport limited editions, begitu gagah Papa muda itu mengenakan kaca mata hitamnya.


Disisi lain Kara melihat Adrian terlihat berbeda dengan hari-hari sebelumnya Kara menaruh rasa curiga pada suaminya Adrian, hari ini nampak terlihat rapi dan semangat untuk bekerja. Kara pun segera merapikan rambutnya dengan catokan rambut agar terlihat menarik, kemudian Kara mengganti pakaian celana Jeans dan kemeja putih separuh kancing.


"Imah kamu ganti pakaian Kean dan kamu ikut saya ya" Pinta Kara pada babysitter nya.


"Kamu mau kemana? Nak" tanya Rena


Tidak usah kasih tahu Mama nanti Mama pasti minta ikut.


"Hemm, Kara ke tempat teman dulu ya Mah tidak lama Kok" Kata Kara


Beberapa menit kemudian Imah sebagai babysitter Kean muncul dari kamar sudah terlihat rapih begitu juga Kean.


"Ya sudah Mah Kara pergi dulu ya, Assalamu'alaikum" Ucap Kara sambil mencium tangan Rena


"Wa'alaikumsalam..., hati-hati Kara kalau ada apa-apa lekas hubungi Mama" Saut Rena


"Iya Mah.." Jawab Kara sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.


Sementara Aldy masih dalam perjalanan menuju desa tempat Murni tinggal, desa itu terlihat ramai pagi udara pedesaan sangat sejuk karena jauh dari kata polusi hanya pengendara sepeda walau ada pun motor dan mobil hanya beberapa saja.


"Desa kamu sejuk ya Murni?" Puji Aldy dengan keindahan pedesaan kampung Murni.


"Lah Yo Mas, disini itu dari subuh sudah ramai ibu-ibu pergi ke kebun kopi, loh wong aku Nek ora nang Jakarta ya kerja nang kebon mas"


"Bahasa Indonesia bisa?" Kata Aldy


"Hehe.. aku lali Mas..,"


"Tempat kamu masih jauh Murni?"


"Kira-kira satu kilo lagi mas jarak menempuh perjalanan ke rumah ku" Tukas Murni


Benar kata orang bersama wanita yang bisa mengisi hati ada perbedaan yang sulit untuk di ungkapkan 10 jam dalam satu mobil bersamanya dalam 10 Jam itu menuju desa tempat tinggal Murni bagiku begitu cepat berlalu.


Sesampainya di parkiran Kara segera keluar dari mobil sementara Imah mengikuti langkah Kara di belakang menggendong Kean.


"Selamat siang Bu Kara" sapa bagian Informasi


"Siang, tidak usah beritahu Pak Adrian saya datang" Ujar Kara


"Baik Bu silahkan langsung naik saja" Kata wanita cantik bagian informasi


Diruang kerja Adrian sedang wawancara pegawai wanita cantik yang belum lama melamar pekerjaan di perusahaan US.


Sesampainya di pintu ruang kerja Adrian. Kara langusung membuka pintu terdapat Adrian dan wanita cantik.

__ADS_1


"Imah sini Kean kamu tunggu di luar ya kalau kamu makan pesan saja"


"Baik Nyonya" Kata Imah lalu Imah keluar dari ruangan kerja Adrian.


Adrian pun heran tiba-tiba ada Kara di kantornya.


"Papa..., Kean sama Papa dulu Mama tinggal dulu" Ucap Kara meletakkan Kean di atas meja kerjanya.


Adrian bingung dengan sikap Kara.


"Eh.., sayang aku lagi kerja kenapa Kean di bawa kesini kamu mau kemana?"


"Sudah tidak apa-apa aku belanja bulanan tidak lama kok"


Kara pun keluar dari ruangan sambil ngegerutu.


Enak saja dia sama wanita lain sementara aku, dirumah merawat anaknya. gerutu Kara


"Wanita mana?, aku sedang interview kerja.., bawa Kean" perintah Kean


Kara pun tersentak dari balik punggungnya


"Aku mau belanja bulanan, kan cuma interview apa salahnya jaga anak kita sebentar?." Kata Kara


"Aku bekerja sayang'. Tidak berbuat macam-macam, ya sudah kalau tidak percaya. Kean biar disini, kamu belanja sendiri biar Imah disini jaga Kean" Ujar Adrian


"Maaf ya tadi Istri saya" Kata Adrian


Dan Adrian mangku Kean sambil interview


Kara terlihat lebih sensitif pada Adrian hanya saja dengan caranya sendiri Kara membuat Adrian tak bisa berkutik. Besar nya cinta Adrian sehingga apa pun yang di lakukan dan di pinta Kara tak sedikit pun Adrian protes.


Kara yang tak ingin melihat suaminya macam-macam dengan cara mengumpankan anaknya agar tak satu pun wanita yang berniat dekati suaminya.


Di tempat lain Aldy baru saja tiba di kediaman gadis yang akan mendampingi hidupnya. Hatinya sudah mantap akan meminta pada keluarga sang wanita agar merestui hubungan.


"Mas' makan dulu" Kata Murni sambil menata makanan di lantai beralas tikar.


Aldy yang tidak biasa, dia mengerutkan keningnya.


Apa tidak ada meja makan?. batin Aldy


"Kenapa tidak biasa ya makan seperti ini?, coba dulu makan" Kata Murni


Dengan ragu-ragu Aldy menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Murni selain dia ingin merasakan makanan desa Ia juga menghormati orang tua tunggal Murni.


"Maaf ya Nak' ibu hanya bisa menyiapkan makanan ala kadarnya" Ujar Ibu Marti

__ADS_1


Ibu Marti adalah orang tua Murni yang hanya tinggal satu, orang tua lelaki sudah lama meninggal Karana sakit. Maka dari itu Murni yang menjadi tulang punggung keluarga.


Hasil kerja murni orang tua Murni Ia belikan sejengkal sawah untuk kegiatannya sehari-hari, dari situ orang tua Murni tak tergantung pada Murni.


"Iya tidak apa-apa Bu" Ujar Aldy


Saat di desa



Setelah selesai makan Aldy Keling desa untuk melihat pemandangan pedesaan yang masih asri tanpa polusi. Aldy pun begitu menikmati keindahan desa tempat tinggal Murni.


Seandainya desa ini aku buat pabrik garmen mungkin sedikit bisa membantu orang-orang desa yang tidak miliki pekerjaan."


"Mas Aldy yakin?" Saut Murni


"Akan aku pikirkan aku mau kamu yang mengurus semua disini?" Kata Aldy


"Loh kok aku?" Ujar Murni menanggapi percakapan Aldy


Astaga nanti dia GR lagi. gumam Aldy


Aldy yang masih tidak percaya dengan hatinya kalau hatinya memiliki seorang Gadis yang selama ini dia nggak kampungnya dan tidak bisa menyesuaikan pakainya.


Apa salahnya kalau aku mencintai gadis yang benar-benar tulus bukan melihat dari sisi apa yang aku punya.


"Opo Mas.." Saut Murni mendengar Aldy gerutu tanpa menoleh


"Apa? aku tidak bilang apa-apa" Kata Aldy malu-malu


\*\*\*


Kembali ke Kara pulang dari belanja dia begitu banyak membawa belanjaan. Nampak Adrian menimang Kean Kara tersenyum manis, Kara merasa beruntung memiliki suami seperti Adrian.


"Mas.., Kean tidak rewel kan?" Tanya Kara


"Baru saja tidur, lain kali kalau pergi tinggalkan susu dari tadi nangis" Kata Adrian


"Iya Mas.., maaf lupa sini aku pindahkan ke kamar" Ujar Kara mengambil alih Kean dari tangan Adrian


"Imah kamu pulang saja naik taksi" Pinta Adrian


"Tidak usah nanti pulang bareng saja" Protes Kara.


Kara sudah baca pikiran adrian dia pasti akan meminta jatah nya dan Kara sudah tiga hari tidak memberikan hak nya pada suaminya, maka dari itu Kara sengaja dibuat Adrian kesel.


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih jangan lupa like Komen dan Rate


__ADS_2