
Lantunan ayat suci Alquran terdengar oleh Aldy Murni melantunkan begitu indah dan jelas setiap Jabrar. Murni melihat bayangan dari kaca seseorang yang berdiri mematung didepan pintunya.
"Hemm.." berdehem Murni
Aldy pun terkejut oleh suara berdehem ia segera melangkah pergi dari depan kamar Murni.
Mas Aldy mau apa dia?, apa dia butuh sesuatu. gerutu Murni dan segera membuka mukenah, sebelum menemui Aldy.
Setalah mendengar suara Murni mengaji Aldy termenung duduk ditepi kolam renang merendam kakinya ia merasakan sangat sejuk dalam lamunan itu Aldy merasakan kedamaian.
Gadis kampung itu lagi-lagi membuatku nyaman dan entah rasa apa yang aku rasakan itu, dia selalu membuatku lidahku keluh saat ingin memarahi nya. gumam Aldy
Kemana Mas..Aldy perasaan tadi ada disitu. gerutu nya
"Cari siapa Neng?" Sapa Mbok menyentuh bahunya
"Aduh Mbok! ngagetin saja toh mbok..., iku Mbok Mas Aldy Mbok ngerti ngendi mas Aldy?"
"Teuing lah teu apal Neng teh nyarious Naon?" Mbok membalas dengan bahasa masing-masing
"Iku opo artine Mbok? tanya Murni bahasa yang di pakai Mbok
"Naon maksud anjeun oge?"
"Mbuh lah Mbok...pusing aku" Ucap Murni berlalu pergi
"Tuan Muda ada di kolam" saut Mbok
Di tempat lain tepatnya dikediamannya. Kara mengurung diri dikamar rasanya ingin meluapkan kemarahannya kepada Adrian tapi entah kenapa dia tidak bisa merah kepada Adrian.
Kendala macet mengharuskan Adrian pulang hingga pukul 9 malam. Tapi Adrian sudah menyiapkan beberapa strategi untuk Kara agar tidak marah.
"Bi Kara dimana?" tanya Adrian menatap Bibi menggendong Kean
"Dikamar Tuan Muda, dari tadi sore pulang sampai sekarang Nyonya muda tidak keluar kamar" Kata Bibi
"Bi, sini Kean nya biar saya gendong" ujar Adrian
"Sini sayang sama Papa kita ke Mama ya"
Adrian pun mengambil alih dari gendongan Bibi kemudian dia membawa nya ke kamar menemui Kara.
Tok...Tok...Tok.
Sayang buka dong.. pintunya.
"Mas...!, aku lagi nggak mau bicara sama kamu!" Saut Kara dari dalam kamarnya
"Kean rewel nih minta sama Mamanya" ucap nya lagi Adrian
__ADS_1
Kean Astaga aku lupa dari aku pulang belum bertemu Kean." Ya tunggu" Kata Kara
"Nah kan sayang Mama pasti buka pintunya, kamu hebat sudah bantu Papa"
Kean si bocah lucu itu tersenyum-senyum melihat Papanya seakan-akan Kean putra semata wayangnya itu mengerti apa yang dikatakannya Papa nya.
CEKLEK! pintu terbuka Kara mengambil Kean dari tangan Adrian
"Sini sayang sama Mama jangan sama Papa kamu" ucap Kara ketus
"Eh Kok gitu tidak boleh bicara seperti itu sama anak nanti dia"
Omongan Adrian pun terpotong oleh Kara
"Apa? Kean tidak akan mengikuti sifat kamu!"
Jbred! Kara membanting pintunya
Astaga! bini gue galak bener. Adrian pun kembali menuruni tangga nampak Rena tersenyum.
"Kenapa? Mah mau ledekin aku iya?"
"Tidak di kasih pintu ya Ha..Ha..Ha." Rena pun pecah tertawa
Malam itu Adrian berusaha untuk memadamkan amarah Kara dengan sedemikian rupa namun semua itu tidak berlaku untuk Kara, bagi Kara yang di lihatnya sewaktu meeting sangat lah tidak pantas. Monika begitu dekat dengan Adrian cara Monika menatap wajah Adrian dengan jarak yang beberapa senti saja, membuat Kara terbakar Api cemburu, dan Akhirnya Kara membalasnya dengan candaan bersama Leo.
Di sisi Lain Murni mendekati Aldy yang sedang duduk di tepi kolam renang, cukup mengagetkan untuk Aldy dengan kedatangan murni tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Aku boleh Yo Mas ikut merendam kaki ku?" Kata Murni
Tapi Aldy tidak menjawab pertanyaan Murni dia tetap memasang wajah datarnya.
"Mas..., sekali-kali Yo tersenyum gitu, mung ojo mrengut ae nggak baik itu nanti jauh jodohnya" Ucap lagi Murni
"Sok tau lu" Jawab Aldy singkat
"Kalau ada masalah Yo ceritakan saja sama orang yang benar-benar Mas Aldy percaya, supaya meringankan beban Mas Aldy"
Seperti batu yang sulit untuk di hancurkan tapi jika setiap hari batu terus di tetesi Air lama-lama bisa hancur Walaupun hanya sedikit.
Apa mungkin Murni bisa di percaya rasanya ingin sekali memiliki tempat untuk menceritakan tentang kehidupan masa laluku. gumam nya.
"Sek Yo Mas." Tunggu Kata Murni dia melangkah pergi membuat minuman hangat untuk Aldy.
Orang aneh. gerutu Aldy
Beberapa menit kemudian Murni kembali membawa minuman, dan dia duduk kembali di samping Aldy
"Minum dulu mas biar pikiran nya tenang"
__ADS_1
"Terimakasih.., Aldy minum yang di buatkan oleh Murni tiba-tiba Aldy memasang ekspresi wajahnya.
"Minuman apa ini?" tanya Aldy karena rasanya yang tidak enak menurut Aldy yang tidak pernah merasakan air jahe
"Itu jahe Mas.., enak untuk menghangatkan tubuh" Kata Murni
Tiba-tiba Aldy mulai membuka suara.
"Murni.."Panggil Aldy
"Iyo Mas..." Jawab tanpa menoleh
"Kamu pernah pacaran?" tanya Aldy
"Wah..,aku si tidak pernah Mas.., tapi teman-teman ku kalau curhat ke aku" Ucap Murni memancing ikan di air kolam
"O..." Kata lingkaran O itu yang keluar dari bibir Aldy
Apa mungkin aku harus menceritakan semuanya kepada Murni. gumam
"Gue punya masa lalu yang buruk Murni, sekarang gue menyesal dulu setelah melihat Satria sudah usia 3 tahun dan gue sudah cari dia kemana-mana tapi gue tidak pernah bertemu lagi dengan Satria" Kata Aldy
"Satria iku sopo?" tanya Murni
"Bahasa Indonesia deh" Kata Aldy
"Iya Satria itu siapa Mas..?" tanya lagi murni
"Satria itu anak gue tapi itu di luar nikah" Kata Aldy
"Astaga Mas...Aldy! terus tuan Besar tahu? masalah Mas Aldy?" Ucap Murni
"Papi tahu Mami pun tahu walaupun tidak bisa menjawab tapi gue yakin mami mengerti" sambung Aldy
Murni mendengar curahan Aldy dia menarik nafasnya panjang. Perlahan Murni mengerti apa yang selama ini menjadi beban di pikirannya dan membuat Aldy banyak diam juga dingin selalu jutek. Itu yang ada di pikiran Murni
"Sebaiknya Mas.. temui dia minta maaf sma dia jangan lupa solat minta petunjuk sama Allah" Murni banyak menasehati Aldy
"Jujur gue tidak pernah solat, dan tidak tahu caranya" Kata Aldy
Cara bicara Murni mampu membuat Aldy nyaman dan baru pertama kalinya Aldy merasakan kedamaian dia merasakan dekat seperti curhat dengan Mami nya.
"Mas... sudah malam aku permisi tak masuk dulu ya mau lihat Nyonya besar" Murni pun berlalu pergi meninggalkan Aldy
Murni tuh beda sama gadis-gadis yang lain diusianya yang masih muda tapi cara berfikir dia sangat dewasa. gerutu Aldy
Beberapa lama kemudian Aldy masuk karena waktu pun sudah malam saatnya istirahat dan pagi bisa aktivitas kembali. Lagi-lagi Aldy mendengar lantunan ayat suci Al-Quran Aldy pun merasa malu mendengar suara ngaji sedang Aldy tidak pernah dan bagaimana mengikuti apa yang di katakan Murni.
...----------------...
__ADS_1
Terimakasih semuanya yang sudah like dan komentar