Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 59


__ADS_3

Karena percintaan masa lalunya, Aldy, seorang pria muda kaya raya pernah hilang rasa percaya kalau Cinta itu benar adanya.


Perusahaan Alexander siang itu seorang gadis membawa makanan untuk di berikan kepada Direktur utama di perusahaan itu. Tapi seketika dikagetkan di ruangan itu melihat Aldy berciuman dengan wanita yang sering di lihatnya iya itu Monika.


Aku pikir ruangan itu hanya Mas Aldy, Aku menerobos masuk, apa aku tidak sopan tidak mengetuk dulu pintu.


Astagfirullah...! Maaf.


Aku tutup kembali pintu, tapi entah kenapa betapa hancur dan lumpuhnya aku pada saat itu, aku mendapati Mas Aldy sedang bercumbu bersama wanita lain. Benar-benar bodoh!, lagi pula mana mungkin Mas Aldy, dia mencintaiku Sementara statusku kau hanya sebagai pengasuh orang tuanya.


"Kamu kenapa?, cemburu melihat aku sama Monika?" Ucap Aldy mendapati Murni berdiri mematung didepan pintunya


Murni mencoba untuk lari namun satu tangan kiri Murni dipegangnya erat oleh Aldy.


Cup!


Plak!


"Jangan pernah kamu sentuh yang bukan menjadi hak kamu!" Sontak Murni


"Ayo lah tidak usah malu, itu kan yang wanita inginkan? dari aku?," Ucap Aldy datar


"Kamu boleh menganggap semua wanita sama, tapi kamu tidak bisa menilai semua wanita yang bisa kamu lakukan sesuka hati kamu!, permisi" Ucap Murni dengan penekanannya


"Murni tunggu!" panggil Aldy bahkan, Aldy sempat mengejar Murni yang pergi melangkah dengan cepat


Aldy menjambak rambutnya penuh dengan penyesalan atas apa yang sudah Ia lakukan terhadap Murni si gadis polos.


Murni, menangis saat taksi itu melaju menuju perjalanan pulang.


Ciuman itu telah dia rampas yang selama ini aku jaga untuk suamiku kelak saat aku menikah nanti.


Pak supir taksi pun bingung melihat si penumpang menangis.


"Neng sudah sampai" Kata si pak supir taksi


Murni memberikan sejumlah uang sesuai Argo tanpa permisi Murni, melangkah dengan cepat memasuki rumah kediaman Aldy.


"Neng kamu sudah pulang?" Sapa Mbok tapi Mbok sedikit aneh melihat Mata Murni sembab.


Murni terus melangkah tanpa hiraukan sapaan Mbok, Murni langsung masuk ke dalam kamar sesampainya di kamar mata tertuju ke kamar mandi membasuh wajahnya yang membekas ciuman dari Aldy.


Disisi lain Aldy memberikan penjelasan kepada Monika apa yang sudah Monika lakukan di dalam ruangannya bukan lah kemauan Aldy tapi Monika menciumnya dengan paksa.


"Dia hanya pengasuh Mami kamu kan?, bukan siapa-siapa kamu! jadi tidak usah berlebihan!" Saut Monika


Mata Aldy melotot, Aldy, benar-benar marah saat Monika menyebut Murni, hanya pengasuh Maminya.


"Kamu dengarkan aku baik-baik! dia bukan sekedar pengasuh Mami tapi dia juga calon istriku" Jawab Aldy kesel


"Ayo lah Aldy, dia tidak selevel sama kamu, dia tak sebanding sama kamu" protes Monika

__ADS_1


"Jadi siapa yang selevel sama aku kamu? Mimpi!" Ucap Aldy dengan penekan di setiap kata.


Aldy pun meraih Jas nya yang terlampir di kursi kebesarannya meninggalkan Monika sendiri di dalam ruangan kerja Aldy.


Aldy, kamu mau kemana." Panggil Monika teriak


"Bukan urusan kamu!" Jawab Aldy singkat


"Tentu ini menjadi urusanku setelah apa yang pernah kamu lakukan sama aku, lantas kamu dengan mudah pergi begitu saja! itu tidak Aldy! itu tidak mudah untuk pergi dari aku!" Cerocos Monika


Bahakan Aldy sendiri mengabaikan semua perkataan Monika. Aldy terus melangkah pergi meninggalkan Monika tanpa ada sedikit penyesalan berulang kali Monika mengingatkan Aldy, tapi Aldy begitu cuek.


Disaat wanita mudah untuk di gapai maka semakin besar pria mempermainkan perasaan, semakin kita menghargai diri sendiri, dari situ pria semakin menjunjung tinggi kehormatan wanita.


Brengsek! kamu Aldy. Teriak Monika dengan lantang dan sebagian pegawai yang mendengar ocehan Monika mencibir mentah-mentah.


"Ngapain kalian lihatin aku?" bentak Monika


Yang bekerja di perusahaan Aldy pun seketika bubar.


Sementara Aldy, dia dengan mudah melupakan kejadian saat malam bersama Monika di sebuah Hotel berbintang.


Setelah menempuh perjalanan beberapa kilo meter, Aldy, tiba di kediaman.


"Tuan Muda sudah pulang?" Sapa Mbok


"Mbok Murni dimana?" tanya Aldy


"Murni kamu mau kemana?" Tanya Aldy penasaran


"Aku, mau pulang Mas.., " Kata Murni


"Tolong maafin Aku Murni, aku sudah tidak sopan sama kamu"


"Maaf saja tidak akan bisa membersihkan bekas ciuman bibir Mas Aldy!, Aku sudah menjaga agar tidak di sentuh oleh pria manapun selain suamiku kelak"


Setelah itu Murni tidak ingin mendengar alasan apapun dari Aldy Murni tetap akan pendiriannya untuk kembali ke desanya.


Mungkin, Aku orang yang tidak pernah percaya adanya cinta sejati terkecuali cerita dalam dongeng, menurutku semua wanita sama saja hanya memuji ketampanan dan berambisi karana Aku memiliki segalanya. Tapi setelah aku mengenal kamu, Aku baru pertama kalinya merasakan takut akan kehilangan kamu Murni. Gerutu Aldy


Seketika Murni menghentikan langkahnya.


Please, jangan pergi, Aku akan menebus kesalahanku dengan menikahi kamu, Aku kan tanggung jawab.


"Mas.., Aku hanya pengasuh Nyonya besar, sedangkan Mas Aldy seorang Direktur, Aku Yo Ora pantas seharusnya Mas harus bisa lebih menghargai lagi seorang wanita, suatu saat Mas Aldy akan melakukan hal yang sama lagi kemudian Mas minta Maaf lagi dan juga akan menikahi nya lagi?"


"Benar Murni, Mami, ingin sekali kamu dampingi hidup anak Mami, dia selama hidupnya selalu menghabiskan waktunya di tempat-tempat yang tidak bermanfaat, selalu Hura-Hura tidak jelas Mami ingin melihat Aldy bersama kamu" Saut Nyonya Faridah sambil mendorong kursi rodanya dari dalam kamarnya.


"Tapi Nyonya, Mas Aldy itu sudah punya pacar tidak mungkin suka sama Aku, lagi pula Aku ini ya Nyonya hanya anak dari seorang petani, sedangkan Nyonya saudagar kaya yang memiliki semuanya, Aku pamit pulang saja Nyonya, kebetulan Nyonya sudah sembuh hanya tinggal rajin-rajin berjemur." Ujar Murni


"Ya sudah kalau kamu menolak aku, tapi setidaknya ijinkan aku menghantar sampai desa tempat tinggal kamu, gimana?"

__ADS_1


"Aja kuwatir, aku mung numpak bis."


Kumat dah bahasa yang tidak Aku mengerti. gerutu Aldy


"Sudah Mam, kita masuk biarkan Murni baik Bus, Tar Juga di jambret lagi." Kata Aldy


"Opo Yo Mas Aldy kok ndedonga kok elek"


Tapi Opo Iyo Yo dadi wedi aku, kalau aku terima tawaran Mas Aldy Yo aku gengsi Aku wis tak tolak"


Aku yakin lu murni tidak akan berani pulang.


"Kenapa tidak jalan terburu sore sebentar lagi turun hujan" Ucap Aldy Sambil menahan ketawanya.


"Iku Mas..., Anu Loh" Murni menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"iku Anu apaan?" Ucap Aldy melangkah pergi mendorong kursi roda Maminya.


"Mas.., Aldy" Panggil Murni


"Jadi pulang kan?" Tanya Aldy


Murni menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku Wedi Mas" Ucap Murni lesu


"Tidak apa-apa pulang saja" Ujar Aldy lagi


"Mas Aldy kok koyo ngusir aku toh?"


Kalau aku hantar kamu ke desa kesempatan sambil meminta ke orang tua kamu untuk menjadi istriku.


"Bukan ngusir kamu, tapi kan kamu sudah lama tidak pulang, apa tidak kangen orang tua?"


"Mas pesankan aku trevel Yo?"


"Mana ada aku nomor trevel"


"Mbok ada nomor trevel" Saut Mbok


"Wah boleh Mbok" kata Murni


"Aduh Mbok, Murni itu kan beda daerah mana bisa Mbok" Katanya Aldy


Dia begitu lugu, bahkan aku selama ini tidak pernah aku melihat keikhlasan Murni dengan tulus dia merawat Mami dengan sabar. Dia benar-benar calon istri yang yang sulit di temukan di kota besar ini, semuanya cuma harta dan tidak pernah menerima orang tuaku, bahkan selama ini aku tidak pernah percaya kalau masih ada gadis yang benar-benar suci.


...----------------...


Visual Aldy


__ADS_1


__ADS_2