
Pagi itu, Kara terkapar lemas. Adrian mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor. Adrian menghubungkan Rio agar menghendel semua pekerjaan selama tidak ada Adrian di kantor.
"Mas., sudah tidak apa-apa kamu pergi aja ke kantor" Pinta Kara pada suaminya.
"Nggak sayang.., Mas mau temani kamu sampai dokter mengatakan kamu baik-baik aja" Ucap Adrian
Tok....Tok....Tok.
"Masuk...." Saut Adrian dari dalam kamarnya
Mbok mendorong pintu kamar sepasang suami itu yang tak lain majikannya.
"Tuan Muda ini Minuman yang di pinta tuan"
"Taro aja di situ Mbok, Mbok kalau ada dokter Maria suruh aja langsung ke kamar."
Mbok pun menaruh minumannya di atas meja.
"Baik Tuan, Mbok permisi dulu"
"Terimakasih Mbok" Ucap Kara
Mbok pun mengangguk kepala lalu keluar dan menutup kembali pintunya. Adrian mengambil handuk ke kamar Mandi. Mengguyur badannya di bawah kucuran shower. Selesai mandi Adrian melilitkan handuk di pinggangnya.
"Mas..." Panggil Kara setelah melihat Adrian kaluar dari kamar mandi
"Jangan bilang setelah melihat tubuh ku. Kamu minta mengulang lagi Hahaha" Jawab Adrian tertawa
"Aku, cuma mau bilang, Hari ini aku mau makan SOP Madura yang ada di ujung jalan sana"
"Hemmm, apa tidak Mbok aja minta buatkan SOP, itu lebih terjamin kebersihannya"
"Aku maunya kamu yang beli di ujung jalan sana, sama beli Es cendol_"
"Es Cendol dimana?"
"Kamu cari sampai dapat, sepertinya enak jangan Pak Ompong kamu suruh beli"
Walaupun sedikit protes Adrian tetap akan cari makanan dan minuman yang diminta istrinya. Adrian menggunakan sepeda motor membeli SOP dan mencari Es cendol. Selesai SOP dia dapat tinggal Es cendol Adrian cari keliling komplek. Melihat Jam yang melingkar di tangan masih jam 10 pagi. Jelas Es cendol ya belum ada penjual keliling di jam segitu.
Cari kemana Es cendol. Kalau aku pulang nanti Kara ngambek. gerutu Adrian
Tapi Adrian melihat Es Doger melintas
"Beli bang" Kara Adrian
__ADS_1
"Berapa Pak?, satu porsi 10rb" kata si Abang penjual
"Dua ya Bang, jangan di kasih tape sama ketan hitam, Roti sama Alpukat aja" Kata Adrian
Setelah selesai Adrian kembali memasuki gerbang rumahnya.
"Mbok minta mangkok sama piring dan gelas es krim dua"
"Baik Tuan Muda, tuan ke kamar aja biar Mbok hantar ke kamar"
Adrian pun lari kecil menaiki tangga menuju kamar menenteng kresek hitam.
"Sayang Es cendol nya tidak ada. Belum ada penjual yang lewat. Tapi Mas ganti dengan Es Doger sepertinya enak juga" Seru Adrian
"Kok Es Doger? kan aku mintanya Es cendol" Sungut Kara kesel
"Mbok itu mangkok sama piring buat apa?" tanya Rena
"Itu Nyonya besar, Tuan Muda yang minta di hantar ke kamar" Kata Mbok
"Ooh, ya sudah hantar Mbok"
"Mbok permisi dulu Nyonya besar"
Disini Murni sebelum Aldy bangun Murni sudah masak untuk makan siang. Murni juga membuat jamu untuk calon mertuanya.
Astagfirullah! sontak Murni balik badan kini posisi Murni berhadapan dengan Aldy jarak wajah Murni dan Aldy hanya berapa senti saja.
Berdebar kencang seperti lari maraton saat wajahnya hampir menempel hembusan nafas hangat begitu terasa di wajah Aldy
Seketika Murni mendorong tubuh Aldy dan hampir jatuh tersungkur.
Astaga! Mas Aldy!
Sulit sekali ingin memeluk aja Banyak banget Kendalanya. Gerutu Aldy
"Mas..., juga ngagetin aja"
"Ya masa sih?, sama calon istri aja Nggak boleh meluk"
"Ya tidak boleh, kan masih calon belum jadi Istri nanti kalau jadi istri pasti boleh"
Murni yang berstatus masih sebagai merawat Maminya Aldy, dorong tubuh Aldy ke ruang makan. "Duduk disini aku buatkan kopi dulu"
Berulang kali Aldy mencuri ciumannya tapi berulang kali juga Murni menolak dan menghempaskan wajahnya jauh-jauh.
__ADS_1
Disisi lain Aldy yang merasa penasaran dengan sikap Murni dia coba bertanya kepada salah satu temannya.
Mario ya aku coba bertanya pada Mario kenapa Murni selalu menolak ku sedangkan aku ini calon suaminya. Tapi Murni seperti tidak menyukai ku. Dan aku tanya lagi pada yang lain kenapa Murni seperti menjauhi ku, bayangkan kita satu Minggu lagi akan menikah tapi calon istriku masih saja membatasi dirinya.
Jawaban yang sama, Murni. bukan tidak menyukaiku tapi karena Islam mengajarkan menatap matanya aja tidak di perbolehkan sebab Islam mengajarkan sama sepertinya berjinah.
Bagaimana Denganku yang selama ini aku sudah banyak meniduri wanita di luar sana apakah aku ini manusia yang penuh dengan Dosa?.
Dosan bisa bisa kamu hapus dengan cara Sola tobat nasuha. Mohon ampun padanya. Jika masih ada wanita yang pernah buat salah lebih baik kamu minta maaf kepadanya.
Sontak Aldy mendekap tubuh Murni. Air mata bercucuran membasahi pakaian wanita yang akan di nikahi nya pekan depan.
"Aku bangga sama kamu Mas, kamu mengakui semua kesalahan kamu, sebelum pernikahan kita berlangsung, Aku tidak ingin ada rahasia di dalam rumah tangga kita" Ujar Murni
"Kamu sudah tahu kan? kalau aku ini memiliki putra dari perempuan lain, sampai sekarang aku masih mencari-cari dimana mereka" Kata Aldy wajah nya sembab setelah menahan Air matanya.
Murni. meraih tangan Aldy. Murni coba menguatkan hati Aldy.
Murni mengangguk kepala di selipkan senyuman yang manis.
"Insyaallah kita akan cari sama-sama, siapa lagi perempuan yang sudah kamu tiduri?"
Aldy menyebutkan beberapa nama, perempuan satu-satu.
Faridah seperti melihat drama Korea yang paling romantis. Faridah juga merasakan bahagia melihat perubahan putra semata wayangnya. Sepertinya Murni berhasil membuat Aldy berubah dalam segala hal.
*******
Di tempat lain Kara di nyatakan Hamil oleh dokter Maria sebagai dokter keluarga Beni. Adrian begitu bahagia sebab anak pertama Adrian tidak merasakan ngidam istrinya. Kali ini Adrian Benar-benar di siksa oleh Segala permintaan Kara.
Biar begitu Adrian sebagai suami siaga dia selalu menuruti perintah istrinya. Hingga malam jam dua pun saat Kara ingin makan Gado-gado dan harus di dapat. Sampai-sampai Adrian membohongi Kara ketoprak dia katakan Gado-gado.
Sementara Kean harus di larikan ke rumah sakit di ruang inap Kean terbaring lemah. Adrian ekstra merawat Kean karena Kara masih belum bisa sepenuhnya merawat Kean.
"Sayang.., sudah dong nangisnya kan Papa jadi ikut sedih kalau Kean seperti ini" Adrian menimang Kean masih belum mau di letakan di tempat tidur.
"Adrian sini biar Mama yang dendong" Kata Rena
Tapi Kean menolak di gendong Oma nya.
"Adrian Papa besok pulang, tadi Mama telpon bilang disini semua sakit kamu juga repot merawat Kean, anak kamu itu tidak mau dengan siapapun kalau dia sakit, jadi sementara kamu di rumah aja, Mama tidak tega melihat Cucu Mama di tusuk jarum." Ucap lagi Rena
Sampai menjelang malam baru lah Kean tidur dan Adrian bisa merebahkan tubuhnya yang terasa rembuk.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya ya guys. Terimakasih