
Pukul 3 sore Aldy tiba di kediaman rumah mewah itu terlihat sunyi, biasanya jam pulang kantor selalu ada Murni di sekitar halaman rumahnya bersama Nyonya Faridah di taman tapi sore itu Aldy tak nampak Murni atau siapa pun di sekitarnya.
"Mbok ...Mbok" panggil Aldy
"Saya tuan Muda" datang Mbok menghampiri Aldy
"Murni kemana? Mbok" Tanya Aldy
"Neng Murni sudah pulang ke desa Tuan" kata Mbok
"Loh ..! kenapa mbok?" Ujar Aldy
"Mbok tidak tahu persis tuan Muda murni hanya berpesan jangan lupa obat untuk Nyonya besar itu saja" Sambung Mbok
"Mbok Murni apa dari tadi dia pergi?"
"Mungkin 30 menit yang lalu tuan Muda"
"Ok Mbok terimakasih saya cari Murni dulu Mbok ada yang aku sampaikan sama dia"
"Hati-hati tuan Muda" saut Mbok
Di sebuah terminal bus Murni melawan tiga orang yang merampas tas jinjing nya.
Jambret...!!. Tolong Jambret!! teriak Murni minta bantuan dari orang-orang di sekitarnya, pasalnya uang hasil kerja murni semua di dalam tas itu. Murni berusaha mempertahankan tas itu namun ke tiga orang itu berhasil mengambil tas Murni.
Hiks...Hiks...Hiks..Tas ku...!
Aldy yang baru saja tiba di terminal mencari Murni di setiap Bus jurusan Surabaya-Malang.
"Mas...itu ada apa kok banyak kerumunan orang?" Tanya Aldy kepada seorang pria yang sedang melintas.
"Itu Mas..., tadi ada gadis yang kena jambret kasihan" Katanya
Murni..!
Aldy lari-lari menghampiri kerumunan itu ternyata benar adanya Murni sedang duduk menekuk lutut sambil menangis sesenggukan
"Murni! apa yang terjadi?" tanya Aldy sambil duduk di berlutut di hadapan Murni.
"Mas..Aldy! tas aku di jambret Mas...hiks...hiks."
"Makanya jangan sok tahu! ini Jakarta banyak orang mengambil kesempatan" Aldy membentak Murni.
"Mas...! aku ini lagi sedih toh kenapa Mas Aldy Yo marah-marah"
"Sudah ayo pulang!" Aldy menarik tangan Murni dengan paksa.
"Embuh lah Wis aku Ning kene Wae!, aku Yo balik Ning mlaku wae "
"Astaga! Murni Murniati, pakai bahasa Indonesia yang baik, aku nggak paham apa yang kamu ucap"
"Namaku Murni Atun Fadila, Yo opo toh Mas Iki ganti jeneng wong"
Aldy pun sepertinya sudah habis kesabaran di kala Murni berbahasa Jawa.
__ADS_1
"Ya sudah kalau tidak mau ikut gue mau pulang biar saja kamu di sini di bawa preman-preman." Kata Aldy
Astag! Iyo Yo piye yen aku digawa preman? Wis wiwit aku diboyong preman, luwih becik aku melu Mas Aldy
"Mas....aku Melu Toh" Teriak Murni memanggil Aldy
Di tempat lain Adrian melihat Kara asik ngobrol dengan Leo.
Pemandangan yang tidak ingin aku lihat bener-bener Kara itu tidak menghargai suaminya apa? dia malah asik ngobrol. Pakai acar ketawa lagi sepertinya bahagia sekali pertemuan nya dengan Leo.
Meeting selesai Adrian melangkah pergi melintasi Kara yang sedang duduk di bangku bersama Leo.
"Mas.." panggil Kara
Adrian begitu cuek tak menoleh ke arah Kara.
"Kak Leo permisi maaf aku tinggal dulu ya" Ucap Kara berlalu pergi meninggalkan Leo mengejar Adrian
"Mas... tunggu.." saut Kara
Adrian menghentikan langkahnya.
"Ada apa?, bukanya kamu asik ngobrol sama Leo itu" Ucap Adrian penuh dengan penekan kata Leo.
"Kan tadi mas lagi sibuk sama Monika" Balas Kara ketus
"Aku sama Monika bahas pekerjaan tidak ada hubungannya dengan Monika"
"Aku dan Kak Leo tidak ada hubungan apapun beda sama kamu. Monika itu mantan kamu bahas kerjaan kok dekat-dekat wajah kamu sama Monika hanya beberapa senti saja" Ucap Kara berlalu pergi meninggalkan Adrian
"Sayang.., tunggu" Adrian menarik tangan Kara
Tangan Adrian di tepis oleh Kara." Jangan sentuh saya, biarkan aku pulang sendiri" Ujar Kara
"Adrian" Panggil Monika
Aduh dia mau apa lagi sih.., Adrian mengusap wajahnya
"Ada apa lagi, gue mau pulang istri gue marah"
"Ponsel kamu tertinggal"
"Terimakasih"
Ketika istri kesayangan Adrian begitu marah ia merasakan seakan dunia runtuh ia sangat takut akan kehilangan istri cantik yang selama ini dia jaga dan tidak akan pernah membiarkan pria lain menyentuh nya walaupun sedikit setipis kulit Ari pun.
Adrian pun menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan tinggi mengejar taksi yang di tumpangi Kara.
Macet apaan sih? di buru-buru malah macet sial!.
"Pak di depan ada apa kok macet total?"
"Tabrakan mas..,"
Aaaaaaaaahk...! ya Allah kasihan itu wanita cantik itu meninggal di tempat.
__ADS_1
Astaga! Kara! Adrian dengan sigap keluar dari mobil menerobos kerumunan orang yang melihat kecelakaan mobil beruntun.
Permisi Mas...minggir minggir. Kara....! Langkah Adrian serasa tak bertulang jantung serasa berhenti berdetak. Dunia terasa gelap
Yang ada di pikiran Adrian ia takut akan kehilangan yang ke dua kalinya.
"Bapak mengenal Wanita ini?" tanya Pak Polisi
"Tidak pak saya pikir istri saya karena saya tadi sedang mengejar istri saya pak" Kata Adrian
"Ya sudah kalau bapak tidak mengenal wajah wanita ini tolong Bapak menyingkir dulu ya pak" perintah Pak polisi
Alhamdulillah ya Allah aku pikir istriku. gumam nya Adrian
Kara aku harus mengejar Kara tapi bagaimana ini macet total, sebaiknya aku telpon saja.
Tut...Tut.. Tut.. tersambung namun tidak di terima panggilan Adrian.
Angkat Dong Kara...,
Tut....Tut...Tut....
"Pak...Maaf apa ini masih lama ya?" tanya Adrian sama pak polisi
"Ini bisa sampai malam pak" Katanya
Tidak mungkin aku tunggu sampai malam di sini. cari akal
"Pak bisa minta tolong agar mobil saya bisa lewat tidak?" kata Adrian
"Maaf pak tidak bisa bapak harus tunggu"
Astaga! Adrian pun sempat stres karena tidak bisa lewat sedangkan Adrian harus mengejar istrinya yang sedang marah.
Di sisi lain Murni mendengar suara ocehan Aldy yang menganggapnya tidak pernah menurut apa yang di katakan Aldy soal hasil kerjanya. Dan akhirnya uang hasil kerjanya itu lenyap di rampas oleh tiga orang jambret
"Aku ya Ndak tahu Mas..., pikiran aku tadi cuma segara kembali ke desa itu saja kok"
"Kamu pikir dengan membawa uang di tas kamu jalan sendiri di terminal bus lalu kamu aman? terlalu bodoh! kamu berapa uang yang hilang?"
"Lumayan lah Mas..., biarkan saja mungkin belum Rezki saya" Kata Murni
"Mana nomor rekening nya di kampung?"
"Lah itu yang aku bingung di sana tidak ada yang punya rekening Mas"
Astaga rekening saja tidak punya. gerutu
Apa toh Mas..?
"Apa terlalu desa di sana sampai rekening saja tidak ada?, pantas saja kamu juga orang desa sekali dari cara pakainya pun aneh" Kata Aldy
Dalam perjalanan pulang Aldy terus menerus memarahi Murni selain itu Aldy merasakan getaran aneh di hati Aldy pada saat Aldy memasang seatbelt. Jantung pun tiba-tiba bergetar hebat.
...----------------...
__ADS_1
Thanks like dan komentar nya All